Pneumonia: Infeksi Paru-Paru yang Sering Menyebabkan Batuk

Pneumonia: Infeksi Paru-Paru yang Sering Menyebabkan Batuk

Kesehatan 143

Pneumonia merupakan infeksi yang dapat menyerang satu atau kedua paru-paru. Kondisi ini mengakibatkan kantung udara terkecil (alveoli) terisi dengan cairan atau nanah, sehingga menyebabkan kesulitan bernapas. Pneumonia umumnya disebabkan oleh bakteri atau virus, dan jarang sekali jamur. Berdasarkan cara penularannya, pneumonia dapat dibedakan menjadi:

Shop with Me

Mainan Slime Poop Unicron Slime Squishy Non Sticky Slime 722-75
IDR 26.125
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Onemed Thermometer Alpha 1 1G 3 Digital Thermo ThermoOne Termometer - Alpha 1G,Packing Plastik
IDR 17.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Hair Clip Aksesoris Anak Sanrio Cinnamoroll Kuromi My Melody
IDR 5.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mainan edukasi anak pukul bola warna warni pound a sliding ball
IDR 27.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
  • Hospital-acquired pneumonia: penularannya terjadi dalam 48 jam atau lebih setelah masuk ke rumah sakit.

  • Community-acquired pneumonia: penularannya terjadi di luar lingkungan rumah sakit.

  • Ventilator-associated pneumonia: terjadi pada seseorang yang menggunakan ventilator.

  • Aspiration pneumonia: terjadi akibat menghirup zat asing ke dalam paru-paru dari makanan, minuman, atau air liur.

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur

Gejala

Pneumonia yang disebabkan oleh virus dan bakteri bersifat menular, sehingga dapat menyebar dari orang satu ke orang lainnya melalui tetesan udara dari bersin atau batuk. Selain itu, penelurannya juga bisa terjadi apabila seseorang kontak dengan permukaan atau benda yang terkontaminasi oleh bakteri atau virus penyebab pneumonia. Sementara itu, jika disebabkan oleh jamur, maka sifatnya tidak menular.

Infeksi paru-paru ini juga dibedakan berdasarkan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari, yang disebut dengan pneumonia berjalan. Infeksinya ringan dan mirip seperti infeksi saluran pernapasan ringan, terkadang penyakitnya tidak disadari, dan penderitanya masih dapat beraktivitas normal. Gejala pneumonia antara lain:

  • Batuk lebih dari seminggu dengan dahak bening atau hijau kekuningan

  • Dada terasa berat

  • Berkeringat 

  • Sesak napas saat aktivitas normal atau bahkan selama istirahat

  • Kelelahan dan letih

  • Demam tinggi dan menggigil

  • Rendahnya kadar oksigen (hipoksia)

  • Nyeri dada

  • Detak jantung dan napas cepat

  • Sakit kepala

  • Penurunan nafsu makan

  • Mual atau muntah

Penyebab

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pneumonia disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Ketika organisme ini masuk ke dalam paru-paru, terjadilah infeksi. Ketika sistem kekebalan tubuh berusaha untuk membersihkannya, maka kantung-kantung udara kecil di paru-paru (alveoli) mengalami peradangan. Akhirnya, alveoli terisi nanah atau cairan. Berikut masing-masing kelompok penyebabnya:

  • Bakteri: Streptococcus pneumoniae (paling sering), Mycoplasma pneumoniae, Haemophilus influenzae, Legionella pneumophila

  • Virus: Influenza (flu), respiratory syncytial virus (RSV), rhinovirus (flu biasa), human parainfluenza virus (HPIV), human metapneumovirus (HMPV), virus yang menyebabkan campak dan cacar air, adenovirus, coronavirus, dan SARS-CoV-2

  • Jamur: Pneumocystis jirovecii, Cryptococcus species, Histoplasmosis species

Diagnosis

Penegakkan diagnosis pneumonia dilakukan dengan peninjauan gejala, pemeriksaan fisik (mendengarkan paru-paru dengan stetoskop), serta tes diagnostik tertentu, seperti tes darah, rontgen dada, oksimetri nadi, tes dahak, CT scan, atau bronkoskopi. Kelompok yang berisiko tinggi terkena pneumonia adalah:

  • Bayi dan anak di bawah 2 tahun

  • Berusia lebih dari 65 tahun

  • Perokok atau alkoholik

  • Anak-anak atau orang dewasa dengan penyakit yang menyebabkan lemahnya sistem kekebalan tubuh, seperti HIV, hamil, pengguna obat steroid atau kanker

  • Anak-anak atau orang dewasa dengan penyakit kronis, seperti, diabetes, jantung, paru-paru, ginjal, hati, asma, cystic fibrosis, atau sickle cell disease

Diagnosis pneumonia dilakukan melalui peninjauan gejala, pemeriksaan fisik, dan tes spesifik

Pengobatan

Pengobatan pneumonia dilakukan berdasarkan tingkat keparahan infeksi dan dengan mengkombinasikan antara pengobatan medis (antibiotik) dan modifikasi gaya hidup (memperbanyak istirahat, menghindari rokok baik aktif maupun pasif, mandi air hangat, atau menggunakan humidifier, serta menjauhi orang lain agar tidak tertular). 

Sebenarnya, pneumonia ringan dapat hilang dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh bekerja ekstra, tetapi jika tidak diobati, risiko komplikasi dapat menghantui (paru-paru terisi nanah, bakteri masuk ke dalam aliran darah, penumpukan cairan di antara dinding dada dan paru-paru, gagal napas, kerusakan ginjal, hati, dan jantung). 

Yang pasti, ketika kondisinya mulai membaik, demamnya mulai menghilang, dada terasa lebih lega, batuk teratasi, kesulitan bernapas berkurang, dan mulai kembali berenergi. Cara terbaik untuk mencegahnya terjadi adalah dengan menjaga kebersihan pribadi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, vaksin pneumonia, dan menghindari orang yang sakit.

Jadi, pneumonia adalah infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur, dan bersifat menular. Gejala yang paling umum terjadi adalah batuk. Meskipun dapat hilang dengan sendirinya, pengobatan tetap diperlukan untuk mencegah komplikasi. Bagaimana nih Ladies? Punya cerita yang ingin dibagikan tidak? Yuk kita saling sharing.

 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!