Kenali Jenis Gangguan Makan (Eating Disorders)

Kenali Jenis Gangguan Makan (Eating Disorders)

Kesehatan 226

Gangguan makan adalah gangguan mental saat mengonsumsi makanan. Orang dengan gangguan makan dapat mengonsumsi terlalu sedikit atau terlalu banyak makanan, dan terobsesi pada berat badan atau bentuk tubuhnya. Terdapat beberapa jenis gangguan makan, namun tiga jenis yang paling sering dijumpai pada remaja yaitu anoreksia nervosabulimia nervosa, dan binge eating.

Shop with Me

Handuk Grosir Murah Berkualitas (Ukuran 70x140)
IDR 85.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
ALOHILOHI PAKET SET BRIGHTENING GLOWING BPOM
IDR 190.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kaos Salur
IDR 119.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Decant MYKONOS Berry Caramel Pancake
IDR 6.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Jenis Gangguan Makan

(Eating Disorder)

Ada tiga jenis gangguan makan (eating disorder) paling umum yang diketahui beserta gejalanya, antara lain:

1. Anoreksia

Anoreksia (istilah medis: anoreksia nervosa), dapat ditandai dengan kondisi seseorang yang makan lebih sedikit daripada yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Anoreksia bisa dikaitkan dengan gangguan kejiwaan, karena penderitanya terobsesi untuk kurus meskipun berat badan penderita sudah di bawah rata-rata. 

Gejala seseorang menderita anoreksia antara lain menunjukkan penurunan berat badan drastis, menyangkal rasa lapar, mencari alasan untuk tidak makan, atau kebiasaan olahraga berlebihan.

2. Bulimia

Berbeda dengan anoreksia, bulimia adalah gangguan makan yang ditandai dengan kecenderungan orang untuk makan dalam porsi banyak dan frekuensi sering. Sebagai tindakan kompensasi karena takut dengan peningkatan berat badan, orang dengan bulimia memiliki kebiasaan memuntahkan kembali apa yang dimakan ataupun memiliki dorongan untuk mengeluarkan makanan dari tubuh secara paksa. 

Gejala dari penderita bulimia antara lain ketidakmampuan kontrol diri untuk makan dalam porsi banyak dan frekuensi sering, kemudian melakukan perilaku kompensasi dengan sengaja memuntahkan makanan yang dikonsumsi, olahraga berlebihan, dan sering ke kamar mandi setelah makan.

3. Binge Eating Disorder

Mirip dengan bulimia, binge eating disorder juga merupakan gangguan makan dengan ketidakmampuan kontrol diri untuk makan dalam porsi banyak dan frekuensi sering, namun orang dengan gangguan makan ini tidak melakukan perilaku kompensasi untuk mengeluarkan atau memuntahkan makanan yang telah dikonsumsi.

Gejala dari penderita binge eating disorder adalah makan lebih cepat dari normal, makan hingga merasa sangat kenyang, makan dalam jumlah banyak saat tidak lapar secara fisik, bersembunyi saat makan karena malu dengan porsi makan yang banyak, dan sering merasa depresi setelahnya.

Penyebab Gangguan Makan

Gangguan makan bisa terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, di antaranya:

  • Genetik, beberapa kasus gangguan makan ditemui pada orang yang memiliki gen tertentu. Gen ini dapat mempermudah terpicunya gangguan makan.

  • Keturunan, gangguan makan juga umumnya dialami oleh orang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat gangguan yang sama.

  • Biologis, perubahan zat kimia dalam otak dapat berperan menimbulkan gangguan makan.

  • Psikologis (kondisi mental), gangguan makan sering ditemukan pada orang yang juga mengalami gangguan kecemasan, depresi, dan obsessive compulsive disorder

Selain beberapa penyebab tersebut, sejumlah kondisi yang juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan makan adalah

  • Berusia remaja, remaja rentan mengalami gangguan makan karena cenderung lebih memerhatikan citra atau penampilan diri.

  • Diet yang berlebihan, rasa lapar akibat diet yang terlalu ketat dapat memengaruhi otak, sehingga justru menimbulkan dorongan untuk makan secara berlebihan.

  • Stres, berbagai masalah yang menyebabkan stres, baik dalam pekerjaan, keluarga, maupun hubungan sosial, dapat meningkatkan risiko gangguan makan. 

Pencegahan Gangguan Makan

Terdapat beberapa pencegahan gangguan makan pada remaja yang bisa dilakukan oleh orang tua, antara lain:

  • Mencegah Upaya Diet. Orang tua dapat membiasakan makan bersama keluarga dan membicarakan pentingnya pola makan yang seimbang dengan porsi yang sewajarnya.

  • Meluangkan waktu untuk bicara. Cara ini dapat mencegah gaya hidup berbahaya pada remaja. Berbicara pada anak dapat mengubah pemikirannya sehingga ia bisa memahami pola makan yang sehat.

  • Menumbuhkan Citra Penampilan Fisik yang Sehat. Orang tua perlu menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Selain itu, jangan mengejek atau menjelek-jelekkan penampilan diri sendiri di hadapan anak, apalagi mengejek penampilan fisik anak, meskipun hanya bercanda. 

Bila Anda atau orang terdekat terlihat mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan, apalagi disertai dengan citra yang buruk terhadap tubuh, pertimbangkan untuk pergi ke psikolog. Yuk baca artikel Newfemme lainnya!

 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!