9 Tanda-Tanda Gula Darah Tidak Terkontrol Pada Penderita Diabetes

9 Tanda-Tanda Gula Darah Tidak Terkontrol Pada Penderita Diabetes

Kesehatan 235

Bagi penderita diabetes, mereka dianjurkan untuk mempertahankan kadar gula darahnya “terkontrol”. Definisi terkontrol ini akan berbeda-beda pada tiap-tiap orang. Kadar gula darah yang tidak terkontrol ini dapat mengganggu kesehatan, terutama berkaitan dengan risiko komplikasi kesehatan terkait diabetes (stroke, jantung, saraf). Maka dari itu, seseorang perlu mengambil tindakan jika merasa kadar gula darahnya tidak terkendali, meskipun merasa baik-baik saja. Berikut 8 daftarnya!

Shop with Me

AZZURA CUSHION
IDR 90.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Slingbag W 62
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Paket body serum & body lotion cloova
IDR 138.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Wardah UV Shield Essential Sunscreen Gel SPF 30 PA +++ 40 ml
IDR 35.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

1. Sering Haus dan Sering Buang Air Kecil

Seorang penderita diabetes akan mengalami suatu kehausan yang ekstrem, di mana mereka merasa butuh minum air dalam jumlah banyak. Di sisi lain, jika ginjal tidak dapat menjaga dan menyesuaikan gula darah kembali ke tingkat normal, maka kelebihan gula tersebut akan dikeluarkan melalui urin. Itulah yang menyebabkan penderita diabetes akan lebih sering buang air kecil.

Sering haus dan sering buang air kecil adalah tanda kadar gula darah sedang tidak terkontrol 

2. Sering Lapar tetapi Berat Badan Justru Turun

Selain sering haus dan buang air kecil, penderita diabetes yang kadar gula darahnya tidak terkontrol akan merasa lebih lapar dari biasanya. Tanda khas dari kondisi ini adalah meskipun seseorang makan banyak, berat badan justru tidak akan bertambah, melainkan turun tanpa alasan yang jelas. 

Penyebabnya, sel-sel tidak dapat mengakses gula untuk digunakan sebagai energi. Hal ini terjadi akibat tubuh tidak memproduksi atau tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan benar. Karena tubuh tidak mendapatkan energi dari sumber yang diinginkan (glukosa), maka tubuh harus mengganti itu dengan memecah otot dan lemak.

3. Kelelahan Terus-Menerus

Ketika tubuh tidak dapat menggunakan atau memproduksi insulin dengan cukup, maka gula akan tetap berada di dalam darah dan tidak masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Akibatnya, tubuh sering merasa lelah. Selain itu, dehidrasi juga sering terjadi akibat frekuensi buang air kecil yang tinggi. Otomatis, tubuh mengalami kelelahan.

Tubuh mengalami kelelahan karena tidak mendapatkan energi yang cukup

4. Pandangan Buram dan Sering Sakit Kepala

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan pembengkakan lensa di mata, sehingga mengubah bentuknya, sehingga tidak dapat fokus dengan baik, dan mengakibatkan penglihatan menjadi kabur atau lebih buram dibandingkan dulu. Dampaknya, seseorang mengalami kesulitan di tempat kerja, membawa kendaraan, dan sakit kepala.

5. Luka Susah Sembuh

Kadar gula darah yang tidak terkontrol akan menyebabkan seseorang rentan mengalami kesulitan dalam penyembuhan luka, misalnya terhadap luka, goresan, atau memar. Hal ini terjadi karena adanya kerusakan saraf dan memengaruhi sirkulasi, terutama pada tubuh bagian bawah yang tidak mendapatkan cukup aliran darah. Tak hanya luka parah, luka ringan pun juga akan rentan mengalami infeksi.

6. Tangan atau Kaki Kesemutan dan Mati Rasa

Penderita diabetes yang mengalami kerusakan saraf akan disebut dengan neuropati diabetik. Kondisi ini menyebabkan seseorang merasakan sensasi kesemutan atau mati rasa di tangan atau kakinya. Selain itu, mereka juga cenderung merasakan nyeri di tangan dan kaki, yang tingkatnya semakin parah di malam hari.

7. Kulit Melepuh, Kering, atau Menghitam

Jika kulit mengalami lepuh, kekeringan, gatal, menghitam, atau perubahan lainnya, maka itu menjadi peringatan bahwa kadar gula darahnya sedang tidak terkontrol. Selain itu, terkadang juga muncul potongan kecil kulit ekstra (kutil) di lipatan kulit, terutama bagi penderita diabetes yang sedang sedang dalam proses penurunan berat badan.

8. Rentan Kena Infeksi di Area Kelamin

Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan seorang penderita diabetes sering mengalami infeksi jamur di area kelamin. Penyebabnya yaitu sejenis ragi jamur yang disebut dengan Candida albicans. Gejalanya seperti gatal, merah, atau nyeri pada vagina; rasa sakit saat berhubungan seks; rasa sakit saat buang air kecil; atau keputihan yang kental dan tidak normal.

9. Gusi Bengkak atau Berdarah

Komplikasi lain pada penderita diabetes adalah penyakit gusi. Air liur mengandung glukosa. Semakin banyak kandungannya, maka semakin banyak bakteri yang dapat berkembangbiak di mulut. Jika bergabung dengan makanan, maka akan terbentuk plak dan mengakibatkan penyakit gusi (gusi merah atau meradang). Jika tidak diatasi, maka dapat menyebabkan periodontitis.

Teruntuk diabetesi, usahakan agar gula darahnya selalu terkontrol ya. Definisi terkontrol tersebut akan tergantung dari saran doktermu. Walaupun kamu merasa baik-baik saja, tetap perhatikan 9 tanda di atas ya. Jika mengalaminya, segera periksakan diri. Ladies, enaknya kita bahas topik apa lagi ya? Kasih rekomendasi dong!

Yuk baca artikel Newfemme lainnya!