4 Makanan Terbaik untuk Ibu Setelah Operasi Caesar

4 Makanan Terbaik untuk Ibu Setelah Operasi Caesar

Kesehatan 193

1. Makanan Tinggi Protein

Jaringan yang rusak membutuhkan protein cukup untuk membantu proses penyembuhannya. Maka dari itu, ibu harus memperbanyak konsumsi protein untuk membangun kembali jaringan dan mempercepat penyembuhan lukanya. Ibu tidak harus menimbang proteinnya, tetapi pastikan setiap makanan yang dikonsumsi mengandung protein baik, seperti ayam, daging, telur, ikan, atau kacang-kacangan.

Shop with Me

Sendok
IDR 3.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Pomona
IDR 90.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Gamis Tartan Kotak Marun
IDR 65.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sabun Nuvo Cair Kemasan 60 ml
IDR 3.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

2. Asam Lemak Omega-3 dan Antioksidan

Asam lemak omega-3 merupakan salah satu faktor penting yang mampu meningkatkan penyembuhan luka dan membantu mengurangi infeksi. Sumber asupan asam lemak omega-3 antara lain yaitu ikan salmon, sarden, mackerel, teri, flax seeds, chia seeds, dan walnuts. Sementara itu, untuk sumber antioksidan diperoleh dari sayur-sayuran dan buah-buahan.

3. Vitamin dan Mineral Alami

Kalsium merupakan salah satu mineral yang penting selama ibu menyusui, salah satunya adalah untuk produksi ASI dan membantu meningkatkan kesehatan tulang dan gigi, melemaskan otot, meningkatkan pembekuan darah, serta melindungi dari osteoporosis. Contoh sumbernya seperti susu, yogurt, kacang-kacangan, dan telur.

Kekurangan zat besi dapat mengganggu proses penyembuhan luka dan menyebabkan kadar hemoglobin rendah. Contoh makanan yang kaya akan zat besi antara lain yaitu daging merah, hati sapi, telur, ikan, sayuran hijau pekat (bayam, brokoli), kacang-kacangan, dan buah bit. Jika kadarnya rendah, konsultasi dengan dokter apakah perlu didukung dengan suplemen tambahan.

Zink mampu membantu daya tahan kulit, meningkatkan penyembuhan bagian yang rusak, serta membantu menyeimbangkan respon peradangan selama cedera. Contoh sumber zink antara lain yaitu daging merah, ikan, seafood, kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian. Penambahan suplemen zink perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, sama seperti zat besi.

Selain mineral, vitamin juga perlu diperhatikan setelah operasi caesar, salah satunya adalah vitamin C. kadarnya akan turun dengan cepat setelah adanya kerusakan jaringan. Dampaknya yaitu keterlambatan penyembuhan luka. Selain itu, produksi kolagen dapat didukung oleh vitamin C. Sumber vitamin C yang baik antara lain yaitu buah-buah citrus, beri-berian, kiwi, pepaya, cabai merah, paprika, dan sayuran hijau.

Tingkatkan asupan kalsium, zat besi, zink, serta vitamin C

4. Perbanyak Air Putih

Tujuan dari memperbanyak minum air putih setelah operasi caesar adalah untuk membantu proses penyembuhan luka. Ketika tubuh tidak terhidrasi dengan baik, maka jaringan yang rusak tidak dapat menerima oksigen dan zat gizi yang dibutuhkan. Selain itu, hidrasi yang kurang juga dapat menyebabkan luka lambat sembuh.

Selain untuk penyembuhan luka, hidrasi juga penting untuk membantu pergerakan usus (yang biasanya terganggu setelah operasi), alias mencegah sembelit. Kita tahu bahwa untuk memperlancar BAB, maka perbanyaklah konsumsi makanan kaya serat (sayur, buah, biji-bijian). Namun, kerjanya akan lebih optimal ketika diiringi dengan minum lebih banyak air.

Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik

Konsumsi zat gizi yang tepat adalah kunci untuk memastikan proses penyembuhan optimal setelah operasi caesar. Dengan memperhatikan konsumsi makanan yang kaya akan protein, omega-3, antioksidan, vitamin, mineral, serta menjaga hidrasi tubuh, proses pemulihan akan dibantu lebih cepat, terhindar dari komplikasi, dan mampu kembali ke kegiatan sehari-hari. Jangan lupa sebarkan informasi ini kepada kerabat ya!