Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Membakar Lemak Perut?

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Membakar Lemak Perut?

Kesehatan 820

Membakar lemak perut dapat menurunkan risiko kita atas berbagai masalah kesehatan. Dengan penerapan program diet yang tepat, seseorang dapat membakar kurang lebih setengah kilogram lemak tiap minggunya. Diet yang dibarengi dengan peningkatan aktivitas fisik, seperti olahraga, juga berguna untuk mempercepat proses metabolisme yang terjadi dan membentuk tubuh menjadi lebih sehat.

Apa itu Lemak Perut?

Menurut Harvard Medical School, sekitar 90% lemak tubuh seseorang berada tepat di bawah lapisan kulit. Lemak jenis ini disebut sebagai lemak subkutan. Sedangkan sisa 10% lemak yang ada disebut sebagai lemak visceral. Lemak ini terletak di sekitar dinding perut dan mengisi celah antar organ dalam manusia. Jenis lemak visceral inilah yang kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.

Tidak ada cara mudah dan cepat untuk menghilangkan lemak visceral atau lemak perut ini. Cara terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan menargetkan pembakaran lemak tubuh secara keseluruhan melalui pengaturan pola makan dan olahraga. 

Pilihlah alternatif makanan sehat rendah kalori

Berapa Waktu yang Dibutuhkan Untuk Membakar Lemak?

Secara umum, seseorang harus membakar sekitar 3.500 kalori untuk menurunkan 0,5 kilogram berat badan dalam kurun waktu satu minggu. Hal ini karena 3.500 kalori setara dengan 0,5 kilogram lemak. 

Untuk mencapai target kalori mingguan tersebut, kamu dapat membaginya rata dengan mengurangi asupan 500 kalori tiap hari. Dengan laju ini, dalam satu bulan kamu dapat menurunkan hingga 2 kilogram berat badan. Selain itu, meningkatkan aktivitas fisik juga dapat membantu membakar lebih banyak kalori.

Bagaimana Cara untuk Melakukan Defisit Kalori?

Kalori sendiri merupakan satuan energi yang diperoleh dari makanan. Kalori ini akan digunakan oleh tubuh sebagai bahan bakar untuk menjalankan fungsi dasarnya maupun aktivitas harian. Semakin banyak energi yang digunakan, maka semakin banyak pula kalori yang dibakar. Kalori yang tidak digunakan akan disimpan oleh tubuh sebagai sebagai cadangan energi dalam bentuk lemak. Oleh karena itu, seseorang yang ingin membakar lemak harus menggunakan lebih banyak energi dari jumlah kalori yang dikonsumsinya, atau dikenal juga sebagai defisit kalori.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi asupan kalori harian:

  1. Mengganti jenis minuman yang dikonsumsi. Sebagai contoh, mengganti asupan kopi manis dan krim dengan kopi hitam yang memiliki lebih sedikit kalori.

  2. Hindari makanan tinggi kalori seperti makanan cepat saji, goreng-gorengan, dan makanan kemasan.

  3. Kurangi porsi kalori harian, salah satunya bisa dilakukan dengan mengganti piring dengan ukuran yang lebih kecil.

  4. Perhatikan kepadatan kalori dari tiap makanan yang dikonsumsi. Sebagai contoh, satu gelas anggur hanya setara dengan 100 kalori. Sedangkan dalam volume yang sama, kismis setara dengan 480 kalori.

Semakin banyak otot yang dimiliki, semakin besar pula kebutuhan kalori harian

Apa Peran Olahraga Dalam Pembakaran Lemak?

Selain membantu membakar lebih banyak kalori, olahraga juga dapat membangun massa otot. Semakin banyak massa otot yang dimiliki, maka semakin besar pula kalori yang akan dibakar oleh tubuh meskipun kita sedang tidak melakukan apapun. Namun perlu diketahui bahwa secara alami otot lebih berat dari lemak. Jadi jangan kaget kalau angka pada timbangan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan meskipun tidak sudah merasa dan terlihat lebih ramping.

Menimbang badan seminggu sekali dapat dilakukan untuk mengukur perkembangan dan keberhasilan pembakaran lemak yang telah dilakukan. Selain itu, pengukuran lingkar perut menggunakan pita pengukuran juga dapat dilakukan untuk memastikan apakah lemak perut kita telah berkurang. Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!