Contoh Minuman yang Baik dan Sebaiknya Dihindari untuk Penderita Asma

Contoh Minuman yang Baik dan Sebaiknya Dihindari untuk Penderita Asma

Kesehatan 158

Minuman yang Disarankan

Hidrasi penting untuk membantu menjaga fungsi dan suhu tubuh, melumasi dan melindungi sendi dan sumsum tulang belakang, hingga mengeluarkan limbah melalui buang air kecil, buang air besar, dan keringat. Memastikan hidrasi tubuh tetap terjaga merupakan hal yang penting bagi penderita asma, salah satunya bertujuan untuk mengencerkan lendir.

Shop with Me

Zinc Zink Capsule Tiens Original Suplemen Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak Peninggi Penggemuk Badan Dewasa Anak Kecerdasan Otak Permanen ampuh Obat herbal Alami Termurah Isi 60 Kapsul
IDR 152.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Flowest Collagen drink
IDR 120.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
LegoriS
IDR 35.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
SPIRO Mixed Fiber Detox Tubuh
IDR 769.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

1. Air Putih

Tubuh manusia terdiri dari 55 hingga 60% air dan berperan untuk memastikan fungsi tubuh berjalan dengan normal. Sementara itu, dehidrasi lebih mungkin menyebabkan seseorang mengalami gejala asma, misalnya ketika melakukan aktivitas fisik berat yang mengakibatkan banyaknya cairan keluar melalui keringat. Gejala asma yang muncul diperkirakan karena dehidrasi mengurangi aliran darah ke kulit dan memengaruhi efisiensi kerja jantung. 

Jagalah hidrasi tubuh dengan mengonsumsi air putih

2. Minuman Berkafein

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman berkafein, misalnya kopi, mampu mengurangi risiko terkena asma dan gejala berulang asma. Hal ini terjadi karena kafein memengaruhi paru-paru dengan sementara (4 jam) dan bersifat sebagai bronkodilator lemah (obat yang melebarkan saluran napas).

Perlu diingat bahwa pelebaran saluran udara untuk bernapas ini hanya bersifat sementara, belum lagi bagi mereka yang punya masalah pada lambungnya, misalnya GERD. Hal ini tentunya harus diperhatikan untuk menghindari gejala lain yang tidak diinginkan. Maka dari itu, minuman berkafein tidak boleh dijadikan metode utama pengobatan asma.

3. Minuman dengan Vitamin D

Vitamin D mampu membantu mengurangi peradangan saluran napas. Suplementasi vitamin D juga terbukti dapat mengurangi tingkat serangan asma pada seseorang yang mengonsumsi kortikosteroid. Namun dengan catatan, dampak cukup baik dari minum minuman bervitamin D ini (susu sapi atau plant based milk) hanya terjadi pada pasien asma dengan defisiensi vitamin D

Minuman yang Perlu Dihindari

Sebagian besar minuman tidak berkaitan dengan risiko penyakit pernapasan. Namun, terdapat minuman tertentu yang dapat memperburuk gejala asma atau meningkatkan risiko terjadinya asma, sehingga perlu dihindari atau dikontrol konsumsinya. Meskipun begitu, bukan berarti mengonsumsi minuman di bawah ini sudah pasti menyebabkan kamu terkena asma ya.

1. Minuman Manis

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis, seperti soda atau minuman kemasan, selama masa kanak-kanak, kehamilan, dan dewasa berkaitan dengan meningkatkan risiko asma. Selain itu, minuman jenis ini juga tentunya dapat menyebabkan peningkatan berat badan jika dikonsumsi dalam jangka panjang, sementara kelebihan berat badan adalah salah satu faktor risiko asma.

Mekanisme mengapa minuman manis memiliki hubungan dengan asma belum diketahui secara pasti. Namun diperkirakan hal ini terjadi karena gula memengaruhi saluran udara. Jika konsumsinya berlebihan dan terus-menerus, maka saluran napas dapat meradang. Akibatnya, gejala asma muncul.

Minuman manis mungkin dapat memicu peradangan pada saluran napas

2. Alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Ada beberapa minuman beralkohol, seperti bir dan wine, yang mengandung sulfit dan h histamin. Kandungan sulfit mampu meningkatkan gejala asma bagi orang-orang yang sensitif atau alergi terhadapnya, sementara histamin merupakan bahan kimia di dalam tubuh dan terkandung di dalam makanan yang mampu memperburuk gejala asma.

3. Minuman Dingin

Berdasarkan hasil penelitian, minuman dingin tidak memengaruhi asma, tetapi mampu menyebabkan seseorang menjadi batuk. Hal ini terjadi karena minuman dingin menyebabkan bronkospasme, yaitu penyempitan saluran napas sementara. ni sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh terhadap udara dingin yang masuk ke paru-paru, tetapi dapat mengakibatkan ketidaknyamanan pada penderita asma. 

Contoh minuman yang baik untuk dikonsumsi penderita asma yaitu air putih, minuman berkafein (hanya bersifat sementara), dan minuman bervitamin D (susu sapi, plant based milk, atau minuman lain yang diperkaya). Di sisi lain, jenis yang sebaiknya dihindari atau dikurangi konsumsinya yaitu minuman manis, alkohol, dan minuman dingin.

 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!