Asma Kambuh di Malam Hari, Kenapa?

Asma Kambuh di Malam Hari, Kenapa?

Kesehatan 415

Asma adalah kondisi yang menyebabkan saluran udara mengalami peradangan terus menerus. Asma nokturnal menandakan bahwa gejalanya kambuh atau memburuk di malam hari. Semakin parah asmanya, maka semakin besar kemungkinannya untuk mengalami kekambuhan saat tidur. Hal ini karena fungsi paru-parunya lebih burukt dan sensitivitas saluran napas meningkat.

Shop with Me

Botol Minum keren kustom
IDR 65.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
LegoriS
IDR 35.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Wardah Crystal Secret Essential Package (Cleanser 100 ml, Serum 20 ml, Day Cream 30 g)
IDR 397.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Dress Hitam Bunga Bunga By Theclosetlover
IDR 97.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Fungsi paru-paru berada pada puncaknya pada jam 4 sore dan minimal pada jam 4 pagi. Cara untuk mendeteksi apakah seseorang menderita asma nokturnal dapat dilakukan dengan pemeriksaan menggunakan alat sederhana yang disebut dengan Peak Expiratory Flow (PEF). Tes ini dilakukan di pagi hari dan sebelum tidur. 

Asma yang kambuh di malam hari disebut dengan asma nokturnal

Penyebab

Tidak diketahui secara pasti penyebab nokturnal asma. Namun beberapa faktor yang mungkin terkait adalah terkait perubahan hormon seperti epinefrin, kortisol, dan melatonin. Seluruh hormon tersebut memiliki ritme sirkadian, yaitu siklus 24 jam yang terhubung dengan jam internal tubuh. Pada malam hari, kadar hormon akan meningkat, sehingga menyebabkan terjadinya peradangan di saluran pernapasan.

Selain itu, penyebab lain yang mungkin mengakibatkan kambuhnya asma di malam hari adalah perubahan hormon selama kehamilan, insomnia, obesitas (akibat lemak berlebih di sekitar tenggorokan yang menyebabkan peningkatan peradangan sistemik), serta gastroesophageal reflux disease (GERD) dengan gejala lain mulas serta regurgitasi. 

Pemicu Lain Asma Nokturnal

Seseorang akan mengalami batuk, mengi, dan sesak napas ketika mengalami asma nokturnal. Selain perubahan hormon, obesitas, dan GERD, ada pemicu lain yang bisa menyebabkan kondisi ini terjadi. Pemicu-pemicu tersebut berasal dari faktor lingkungan dan sering menjadi penyebab umum seseorang mengalami kekambuhan asma nokturnal. Beberapa pemicunya adalah sebagai berikut:

  • Asap rokok, baik yang punya kebiasaan merokok maupun mereka yang menjadi secondhand smoker.

  • Alergen di kamar tidur, seperti tungau debu, kotoran hama, bulu binatang, jamur, dan serbuk sari.

  • Konsumsi makanan tertentu yang terlalu dekat dengan waktu tidur, terutama yang mengandung sulfit, seperti anggur, buah kering, udang, dan kentang olahan.

  • Obat-obatan, termasuk obat flu, obat tetes mata, aspirin, dan vitamin.

  • Udara dingin, terutama ketika suhu AC terlalu rendah atau jendela kamar dibiarkan terbuka.

  • Kondisi medis lainnya, seperti pilek, flu, dan sinusitis.

Udara yang dingin bisa picu asma kambuh

Pengobatan

Datangilah fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan saran dan pilihan pengobatan ketika mengalami asma nokturnal. Umumnya seseorang akan dibuatkan asthma action plan untuk mengontrol dan mengatasi gejala ketika muncul. Tujuan pengobatan adalah untuk mencari obat yang efektif untuk mengurangi paparan alergen. Jenis obatnya dibedakan berdasarkan 2 hal, yaitu:

1. Quick-relief medications

Obat yang bekerja cepat untuk mengendalikan serangan asma, umumnya dikenal sebagai short-acting beta agonists (SABA). Caranya adalah dengan menghirup obat-obatan tersebut untuk  mengendurkan otot-otot di sekitar saluran pernapasan.

2. Long-term medications

Obat yang bertujuan untuk mengendalikan asma dengan cara mengurangi keparahan dan frekuensi serangan di kemudian hari. Jenis obatnya meliputi kortikosteroid inhalasi, long-acting beta agonist (LABA), agen leukotriene, dan kortikosteroid oral. 

Jadi, asma yang kambuh di malam hari disebut dengan asma nokturnal. Penyebabnya bisa karena fluktuasi hormon, obesitas, hamil, atau GERD. Di sisi lain, faktor lingkungan juga dapat memicu kekambuhannya, seperti asap rokok, alergen, makanan, obat, udara dingin, dan masalah kesehatan. Jika kondisinya semakin parah, segera periksakan ke dokter ya. Yuk baca artikel Newfemme lainnya!