Tonsilitis: Radang Amandel yang Bikin Tenggorokan Sakit

Tonsilitis: Radang Amandel yang Bikin Tenggorokan Sakit

Kesehatan 270

Tonsilitis terjadi ketika amandel mengalami infeksi. Kondisi ini akan menyebabkan amandel menjadi bengkak dan sakit, sehingga tak jarang menyebabkan kesulitan saat menelan. Rasa sakitnya mungkin mirip dengan sakit tenggorokan tetapi lebih parah. Tonsilitis umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja, tetapi dapat menyerang segala kelompok usia.  Gejala tonsilitis umumnya timbul secara tiba-tiba, contohnya meliputi:

Shop with Me

One set crinkle
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Theraskin Oil Control Facial Wash240mL
IDR 81.840
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Isoduce original untuk Nyeri Haid Keputihan
IDR 769.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Wardah UV Shield Essential Sunscreen Gel SPF 30 PA +++ 40 ml
IDR 35.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
  • Sakit atau gatal tenggorokan sangat parah

  • Kesulitan atau nyeri saat menelan

  • Amandel memerah dan bengkak

  • Muncul bintik-bintik putih pada amandel

  • Muncul lapisan putih, kuning, atau abu-abu pada amandel

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

  • Suara serak

  • Bau mulut

  • Demam

  • Panas dingin

  • Sakit telinga

  • Sakit perut

  • Sakit kepala

  • Leher kaku

  • Nyeri rahang dan leher

Tonsilitis adalah radang amandel karena infeksi

Penyebab Tonsilitis

Kedua amandel kita bertugas sebagai pertahanan awal tubuh untuk melawan penyakit, namun ia juga rentan terhadap infeksi dari patogen yang dapat dicegahnya. Virus adalah penyebab paling sering radang amandel, tetapi bakteri juga bisa menyebabkannya. Apa saja contohnya? Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

1. Tonsilitis virus

Penyebabnya sering kali virus flu biasa dan punya gejala yang lebih ringan dibandingkan radang amandel akibat bakteri.

2. Tonsilitis bakterial (radang tenggorokan)

Penyebabnya sering kali streptokokus dan gejalanya lebih parah, namun kondisi ini sering menyerang tenggorokan bukan amandel

Radang amandel tidak menular, tetapi virus atau bakteri penyebabnya lah yang bisa menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Penyebaran ini dapat diteruskan ketika mencium atau berbagi peralatan, makanan atau minuman, melakukan kontak dekat dengan orang yang sakit, menghirup partikel kecil di udara saat orang sakit bersin atau baik, dan menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh hidung atau mulut.

Diagnosis

Diagnosis tonsilitis awalnya dimulai dengan pemeriksaan tenggorokan untuk melihat apakah terjadi pembengkakan dan tanda-tanda kemerahan. Selain itu, bisa juga dengan memeriksa telinga, hidung, serta sisi leher. Setelah memastikan kondisi tonsilitisnya, dokter perlu melakukan pemeriksaan kultur jaringan untuk mengetahui apakah penyebabnya itu adalah virus atau bakteri.

Caranya adalah dengan mengusap bagian belakang tenggorokan menggunakan kapas panjang untuk mengumpulkan sel dan air liur, kemudian kulturnya dikirim ke laboratorium untuk mengidentifikasi penyebab infeksinya. Jika teridentifikasi positif mengandung bakteri streptokokus, maka tandanya itu radang tenggorokan, tetapi jika negatif, maka tandanya itu radang amandel karena virus.

Diagnosis penting dilakukan untuk menentukan jenis pengobatan berdasarkan penyebab infeksinya

Pengobatan

Pengobatan tonsilitis tergantung dari penyebabnya. Jika disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik, seperti penisilin, klindamisin, atau sefalosporin. Obat tersebut harus diminum hingga habis untuk mencegah infeksinya bertambah parah atau justru menyebar ke bagian tubuh lain.

Selain itu, dokter juga mungkin meresepkan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau asetaminofen untuk membantu masalah sakit tenggorokan. Terakhir, ketika yang dialami adalah radang amandel berulang (kronis), maka dokter mungkin merekomendasikan tonsilektomi, yaitu pengangkatan amandel melalui operasi.

Di sisi lain, ketika infeksinya disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak akan bisa mengobatinya. Meskipun begitu, gejala standarnya (hidung tersumbat atau batuk) dapat diatasi dengan cara menjaga hidrasi tubuh, mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, dan beristirahat lebih banyak. Bentuk perawatan yang bisa dilakukan di rumah diantaranya:

  • Berkumur air garam hangat lebih dari sekali sehari

  • Mengonsumsi obat pelega tenggorokan

  • Makan es atau makanan beku lain

  • Menggunakan obat semprot

  • Menghindari asap

Jadi, tonsilitis atau radang amandel terjadi ketika amandel mengalami infeksi, bisa karena virus atau bakteri. Akibatnya, seseorang seringkali kesulitan untuk menelan. Jika disebabkan oleh bakteri, maka obatnya adalah antibiotik, namun ketika disebabkan oleh virus, maka obatnya adalah dengan memperbanyak istirahat, konsumsi cairan yang cukup, serta konsumsi obat pereda nyeri.

 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!