Sindrom Nasi Goreng: Keracunan Makanan Akibat Bakteri

Sindrom Nasi Goreng: Keracunan Makanan Akibat Bakteri

Kesehatan 914

Sindrom nasi goreng atau fried rice syndrome adalah keracunan makanan yang disebabkan oleh tidak tepatnya metode pengolahan nasi goreng. Kondisi ini diakibatkan oleh adanya pertumbuhan bakteri Bacillus cereus. Ini adalah jenis bakteri penghasil racun dan banyak ditemukan di tanah, lingkungan, sayur, makanan mentah, serta makanan olahan.

Metode Pengolahan yang Tidak Tepat

Mungkin Ladies bertanya-tanya, bagaimana bisa bakteri tumbuh di nasgor? Permasalahan utamanya adalah kebanyakan orang memasak nasi terlebih dahulu dan kemudian sering kali membiarkannya dingin pada suhu ruang sebelum diolah. Waktu tunggu yang lama tersebut, baik berjam-jam atau semalaman, menyebabkan tersedianya waktu bagi bakteri untuk mengontaminasi nasi dan berkembang biak berkali-kali lipat.

Bukannya bakteri dapat hilang ketika dipanaskan? Sayangnya, Bacillus cereus ini bersifat tahan panas dan tidak mudah rusak saat dimasak. Artinya meskipun nasi tersebut telah melalui proses pengolahan, pun ketika nasgor dihangatkan kembali, potensi untuk terkena sindrom nasi goreng itu tetap ada karena bakterinya tidak mati.

Hindari membiarkan nasi putih matang berada dalam suhu ruang berjam-jam

Baca juga :

7 Cara Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi Wanita yang Tak Boleh Diabaikan

Gejala

Bacillus cereus akan menghasilkan dua jenis racun yang masing-masingnya menyebabkan penyakit berbeda, di mana gejala yang akan dialami oleh seseorang akan tergantung dari waktu pelepasan racun dari bakteri ini (melepaskan racun di dalam tubuh setelah dikonsumsi atau melepaskan racun dalam makanan sebelum dikonsumsi). Berikut penjelasannya gejala pada sindrom nasi goreng:

1. Racun pertama (di dalam tubuh)

Dilepaskan di usus kecil setelah Bacillus cereus tertelan. Seseorang dapat mengalami diare, kram, dan kadang mual. Gejala biasanya dimulai 6 hingga 15 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dan mereda setelah 1 hari.

2. Racun kedua (di dalam makanan)

Dilepaskan pada makanan oleh bakteri sebelum dikonsumsi. Seseorang dapat mengalami muntah dan mual dalam waktu 30 menit hingga 6 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dan mereda setelah 1 hari.

Diagnosis dan Pengobatan

Sindrom nasi goreng dapat dialami oleh siapa saja. Bakteri ini dapat ditemukan dengan cara menguji sampel muntahan atau kotoran korban keracunan makanan, kemudian mencocokkan hasilnya dengan sampel dari sumber makanan yang diketahui terkontaminasi atau jenis bakteri yang diketahui menyebabkan penyakit tersebut. 

Mayoritas kasus sindrom nasi goreng dapat sembuh dengan sendirinya. Korban hanya perlu beristirahat dan memperbanyak konsumsi cairan, terlebih jika frekuensi muntah atau diarenya tinggi. Di sisi lain, ada potensi komplikasi jika mereka yang terkena memiliki sistem kekebalan tubuh yang melemah, memiliki luka bedah, atau menggunakan obat-obatan intravena.

Pencegahan Kontaminasi Bacillus cereus

Dikarenakan Bacillus cereus bersifat tahan panas, maka direkomendasikan untuk menjaga agar makanan tidak berada dalam suhu “danger zone”, yaitu suhu di mana bakteri suka untuk berkembang biak (makanan panas dipertahankan pada suhu 57ºC atau lebih tinggi dan makanan dingin pada suhu 5ºC atau lebih rendah). Berikut panduan lebih lengkap mengutip dari Singapore Food Agency.

  • Hindari membiarkan makanan berada pada suhu danger zone (5ºC hingga 60ºC).

  • Masak nasi goreng hingga matang dan mencapai suhu minimal 75ºC sebelum dikonsumsi.

  • Jika nasi matang tidak segera diolah, maka simpan pada suhu di bawah 4ºC (suhu freezer).

  • Lakukan praktik kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh makanan mentah dan makanan matang, serta bersihkan seluruh permukaan yang bersentuhan dengan makanan.

  • Konsumsi makanan segera setelah selesai dimasak dan jangan membiarkannya berlama-lama di suhu ruang.

Masaklah nasi goreng hingga minimal mencapai suhu 75ºC sebelum dimakan

Jadi, sindrom nasi goreng adalah kasus keracunan makanan yang diakibatkan oleh mengonsumsi nasi goreng yang terkontaminasi dengan bakteri beracun bernama Bacillus cereus. Bakteri ini dapat melepaskan racunnya di dalam makanan atau di dalam tubuh. Cegah kasus ini dengan cara menghindari makanan berada dalam suhu danger zone serta mempraktikkan kebersihan yang baik.

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya !

Baca juga :

7 Cara Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi Wanita yang Tak Boleh Diabaikan