Kiat Mengatasi Victim Mentality Pada Diri Sendiri dan Orang Lain

Kiat Mengatasi Victim Mentality Pada Diri Sendiri dan Orang Lain

Kesehatan 123

Dalam penjelasan artikel sebelumnya, victim mentality itu bisa hilang, yaitu dengan cara berhenti mengasihani diri sendiri dan berusaha lebih giat untuk melakukan perbaikan. Tujuannya adalah agar hidup tidak selamanya mengalami keterpurukan. Namun di sisi lain, victim mentality bisa saja terus berlanjut, padahal itu justru membuat seseorang merasa lebih buruk. Kenapa? Berikut beberapa alasannya:

Shop with Me

Baby Nail Clipper Gunting Kuku Bayi BNC0820 Little Baby
IDR 25.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Theraskin Advanced Acne Protection Day Cream
IDR 31.200
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Playdoh Mini Food Truck Kitchen Creations Play Doh Dough Playdough - Burger
IDR 42.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Twistcho Alat Olahraga Pelangsing TF
IDR 57.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
  • Memungkinkan seseorang untuk tidak mengambil tanggung jawab atas hidupnya

  • Bersandar pada bantuan orang lain untuk membantu dan memecahkan masalahnya

  • Merasa candu akan segala drama dalam kehidupannya

  • Memilih untuk merasa sedih daripada marah-marah

  • Suka dengan sikap orang lain yang menghargai dirinya sebagai seorang korban, terutama ketika dirinya tidak akan dikritik atas suatu masalah

  • Orang lain tidak akan membebani dirinya karena menganggap bahwa bebannya sendiri sudah cukup berat

  • Orang lain mau tidak mau menjaga dirinya

  • Peluang untuk mendapatkan apa yang diinginkan lebih besar

  • Telah menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan

Victim mentality bisa berlanjut jika seseorang memilih untuk tidak berubah karena sudah terbiasa

Menghentikan Victim Mentality Pada Diri Sendiri

Tentunya, akan lebih baik untuk mendapatkan pendapat dari seorang tenaga profesional terkait dengan apa yang dirasa menjanggal dan dapatkan bantuan, terutama untuk memproses trauma masa lalu. Dengan cara tersebut, kamu akan belajar untuk mulai menerimanya dan berani mengambil tanggung jawab atas apa yang dapat kamu kendalikan di kemudian hari.

Daripada menganggap dirimu adalah korban, maka cobalah untuk menyebutnya dengan cara lain, misalnya penyintas pelecehan. Selain itu, jika sudah mendapat tujuan yang jelas, maka cobalah beberapa tips berikut untuk membantu proses penghentian pola pikir ini menjadi lebih baik:

  • Tinggalkan situasi atau terima apa adanya dan mulailah mengasihani diri sendiri

  • Tingkatkan komunikasi untuk mendiskusikan situasi yang terjadi

  • Perbanyak membaca buku yang berkaitan dengan self-help

  • Maafkan diri sendiri atau orang lain yang pernah menyakitimu

  • Kembangkan kecerdasan emosional

  • Rutin self-care

  • Coba untuk melakukan journaling (apa yang kamu syukuri, bagaimana progresmu, dan emosimu)

Terima masa lalu, kasihani diri sendiri, dan tingkatkan kecerdasan emosional

Menghadapi Orang Lain dengan Victim Mentality

Tak jarang, seseorang akan dibuat frustasi jika berhadapan dengan kenalannya yang memiliki pola pikir victim mentality, terutama jika orang tersebut adalah seseorang yang dicintai. Maka dari itu, terlepas dari siapa orangnya, jika kamu ingin membantu agar mereka bisa berhenti, cobalah beberapa strategi berikut ini:

  • Akui bahwa mereka pernah mengalami peristiwa yang menyakitkan di masa lalu, berikan empati, dan validasi perasaannya bukan membenarkannya

  • Hindari ikut melabeli dirinya sebagai korban hanya karena tidak ingin memperburuk keadaan

  • Jangan meminta maaf jika memang bukan kamu yang harus disalahkan atas suatu situasi

  • Identifikasi perilaku yang tidak membantu, seperti mengeluh dan tidak bertanggung jawab, serta ingatkan bahwa mereka bisa berubah

  • Tetapkan batasan dan jangan biarkan batasan tersebut dilanggar

  • Bantu untuk bertukar pikiran dan jangan diserang

Kesimpulannya, victim mentality bisa dihilangkan, tetapi juga bisa terus berlanjut jika seseorang tidak memiliki kesadaran untuk berubah. Trauma masa lalu memang terasa menyakitkan dan itu bukan salahmu, tetapi bukan berarti kamu tidak bisa mengendalikan masa depan. Jangan lupa untuk mengasihani diri sendiri agar dapat melewati situasi ini dan carilah bantuan jika diperlukan.

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!