10 Jenis Kemarahan, Kamu Termasuk yang Mana?

10 Jenis Kemarahan, Kamu Termasuk yang Mana?

Kesehatan 647

1. Assertive Anger

Merupakan jenis kemarahan yang konstruktif. Seseorang dengan tipe ini akan menyalurkan kemarahannya untuk membawa perubahan positif tanpa menggunakan kekerasan verbal atau fisik, misalnya dengan  duduk tenang membicarakan konflik dengan orang lain, alih-laih berteriak atau memukul. Hal ini akan membuat seseorang mencapai apa yang ia inginkan tanpa melanggar hak dan batasan orang lain. Gunakan assertive anger untuk mengatasi rasa takut atau ketidakadilan.

2. Behavioral Anger

Merupakan jenis kemarahan yang merusak. Seseorang dengan tipe ini akan menyalurkan amarahnya secara fisik dan agresif daripada melampiaskannya dengan cara yang rasional, misalnya melempar barang ketika bertengkar dengan pasangan, alih-alih membicarakan permasalahan baik-baik. Hal ini dapat menyebabkan dirinya mendapatkan konsekuensi atau keterlibatan dalam hukum.

3. Chronic Anger

Merupakan jenis kemarahan yang juga merusak. Seseorang dengan tipe ini akan menahan dan memendam amarah dan kebenciannya, alih-alih mendiskusikannya, misalnya memilih untuk memendam perasaan tidak setuju terkait pilihan pasangan. Hal ini dapat membuat dirinya terus-menerus merasakan kepahitan dan frustasi secara berkepanjangan dan berdampak terhadap kesehatan mental

4. Judgemental Anger

Merupakan jenis kemarahan yang merusak. Seseorang dengan tipe ini akan langsung menghakimi orang lain yang terlibat dalam situasi pemicu amarah tersebut, misalnya menyalahkan rekan kerja satu tim atas kegagalan ketika mereka sama sekali tidak melakukan kesalahan. Hal ini dapat menyebabkan dirinya mengabaikan perbedaan pendapat.

5. Self-Abusive Anger

Merupakan jenis kemarahan yang sangat merusak. Seseorang dengan tipe ini akan membahayakan dirinya sendiri ketika tidak diperbolehkan mengungkapkan kemarahannya dan cenderung menyimpan perasaan tersebut, misalnya melukai diri, menggunakan obat-obatan terlarang, atau makan berlebihan ketika merasa malu atau tersakiti. Hal ini semakin membuat dirinya merasa terasingkan.

6. Overwhelmed Anger

Merupakan jenis kemarahan yang tidak terkendali. Seseorang dengan tipe ini akan merasa frustasi dan putus asa secara terus-menerus ketika dihadapkan pada situasi yang tak terduga atau tak dapat dikendalikan, misalnya seorang ibu single parent yang bekerja keras dan punya banyak tanggung jawab, sehingga tidak melihat adanya harapan lain. Hal ini mengakibatkan dirinya tidak dapat mengatasi stres.

Overwhelmed anger terjadi ketika diri sudah merasa putus asa dan frustasi akan proses dalam hidup

7. Passive-Aggressive Anger

Merupakan jenis kemarahan yang menghindar dan menyangkal. Seseorang dengan tipe ini kerap kali mengatakan bahwa mereka tidak marah dan menghindari segala bentuk konfrontasi, tetapi melakukan tindakan tidak mengenakkan, misalnya menjadi sarkastik, mengejek, atau menghentakkan kaki. Hal ini akan membuat dirinya terlihat tidak profesional dan dinilai buruk.

8. Retaliatory Anger

Merupakan jenis kemarahan yang terjadi akibat respon naluriah saat dikonfrontasi atau diserang orang lain. Seseorang dengan tipe ini biasanya termotivasi untuk balas dendam secara agresif karena merasa telah dirugikan, misalnya situasi semakin tegang akibat kemarahan ketika seorang teman tidak menyesali kesalahan yang telah ia perbuat. Hal ini menyebabkan hubungan semakin memburuk.

9. Volatile Anger

Merupakan jenis kemarahan yang sangat merusak dan muncul secara tidak menentu. Seseorang dengan tipe ini akan cepat marah entah karena pemicu apapun dan begitu selesai mengungkapkan kemarahannya, ia akan tenang secepat amarah itu muncul. Hal ini membuat dirinya sulit untuk mempertahankan hubungan jangka panjang karena orang lain merasa harus sangat berhati-hati untuk tidak memicu kemarahan tersebut.

10. Verbal Anger

Merupakan jenis kemarahan yang tidak baik. Seseorang dengan tipe ini akan melakukan bentuk pelecehan emosional atau psikologis untuk mengungkapkan kemarahannya, termasuk berteriak, menjerit, mengejek, sarkasme, dan mengkritik tanpa tindakan menyakiti fisik. Hal ini membuat dirinya merasa malu dan menyesal telah melakukan perbuatan menyakitkan serta menyakiti hati orang yang diserang.

Orang dengan jenis verbal anger kerap kali berteriak untuk melampiaskan amarahnya

Jadi, kebanyakan bentuk pelampiasan kemarahan memang bersifat merusak, baik itu terkait hubungan dengan diri sendiri maupun orang lain. Maka dari itu, ada baiknya untuk kita dapat mengenali jenis kemarahan masing-masing agar dapat mengendalikannya dengan lebih baik. Ladies masuk jenis yang mana nih? Terus bagaimana cara mengatasinya?

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya !