Pembekuan Sel Telur: Nggak Mau Hamil Sekarang, Tapi Di Masa Depan

Pembekuan Sel Telur: Nggak Mau Hamil Sekarang, Tapi Di Masa Depan

Kesehatan 111

Pembekuan sel telur atau egg freezing termasuk ke dalam salah satu bentuk teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology). Seiring bertambahnya usia wanita, kualitas sel telur akan menurun, tak hanya itu, mereka juga tidak lagi mengalami ovulasi setelah menopause. Hal ini berarti indung telurnya (ovarium) akan berhenti memproduksi sel telur. 

Shop with Me

Set Alat Makan 5in1 Piring Makan Anak Balita Peralatan Makan Gift Set - Dino Blue
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Alat fisioterapi Latihan Tangan Stroke Struk Lumpuh Terapi ORIGINAL - Dewasa
IDR 75.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
6PCS Busa Peredam Suara untuk studio musik / ruangan 30x30x3CM - SFS1
IDR 52.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Torenda Renda Prada - Flower Silver Black / Meter (KI.10700)
IDR 175.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Akibat dari kondisi tersebut adalah kesempatan mereka untuk hamil di usia yang lebih tua semakin kecil. Di sisi lain, ada banyak wanita yang belum siap untuk hamil. Maka dari itu, mereka menjalankan prosedur pembekuan sel telur. 

Tujuan

1. Mengejar karier atau pendidikan

Mereka yang ingin mengejar gelar lebih tinggi atau karier yang lebih stabil butuh kerja keras di masa mudanya.

2. Alasan pribadi

Tak hanya karena kesibukan, tetapi ada pula kasus di mana seseorang sudah siap untuk hamil, namun belum mendapatkan pasangan yang tepat. 

3. Kanker

Proses kemoterapi dan pengobatan kanker lain umumnya akan menghambat dan terkadang menyebabkan seseorang kehilangan kesuburannya, terutama kanker reproduksi.

4. Masalah kesehatan

Pembekuan sel telur menjadi opsi bagi wanita yang sedang menjalani proses pengobatan penyakit yang memengaruhi kesuburan seperti endometriosis dan PCOS.

5. Donor

Tidak semua wanita masih memiliki ovarium, sehingga mereka akan memanfaatkan sel telur orang lain untuk usaha kehamilannya.

Terlepas dari macam alasannya, intinya prosedur ini banyak dilakukan oleh wanita yang belum siap untuk hamil di masa puncak kesuburan

Prosedur

Setiap klinik mungkin akan memiliki jangka waktu berbeda dalam melakukan prosedur pembekuan sel telur, tetapi diperkirakan totalnya adalah 2 sampai 3 minggu hingga prosedurnya selesai. Ovarium akan dirangsang untuk memproduksi sel telur sesuai dengan siklus menstruasi agar hasilnya optimal. 

1. Pemeriksaan Medis

Prosedur akan diawali dengan janji temu bersama dokter untuk mendiskusikan terkait keinginan membekukan sel telur. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan riwayat kesehatan lengkap, pemeriksaan darah, dan tes hormon. Selain itu, mungkin juga perlu dilakukan USG transvaginal untuk menghitung folikel antral (cara untuk menilai jumlah sel telur yang tersisa di ovarium).

Setelah menjalani semuanya, dokter kemudian akan memberitahu apa saja langkah selanjutnya, termasuk bagaimana protokol stimulasi ovarium yang tepat untuk mencegah terjadinya ovarian hyperstimulation syndrome. Dokter juga akan memperkirakan seberapa banyak sel telur yang akan diambil dan cara meminum obat untuk merangsang ovarium.

2. Stimulasi dan Pemantauan Ovarium

Prosesnya bisa diawali dengan konsumsi pil KB atau obat lain seperti estrogen, lupron, atau aygestin. Dokter akan memantau terus melalui tes darah atau USG untuk memastikan bahwa klien memulai suntikan stimulasi pada waktu yang tepat. Selanjutnya, dokter atau perawat akan memberikan petunjuk rinci untuk bagaimana cara klien melakukan penyuntikan sendiri.

Proses perangsangan ovarium untuk memproduksi banyak sel telur umumnya menggunakan hormon perangsang folikel (FSH), hormon luteinizing (LH), dan gonadotropin (GnRH) yang disuntikkan ke perut. Dokter akan menyesuaikan dosis dan kombinasi obatnya tergantung bagaimana tubuh merespons selagi memantaunya secara teratur.

Ovarium mungkin akan mulai membesar, sehingga pada saat ini tidak disarankan untuk melakukan aktivitas berat, seperti olahraga atau berlari. Setelah folikel mencapai ukuran yang baik, maka klien akan menerima suntikan pemicu, yaitu human chorionic gonadotropin (hCG), lupron, atau kombinasi keduanya.

3. Pengambilan Telur

Langkah selanjutnya adalah pengambilan sel telur setelah sebelumnya klien dibius. Prosesnya akan diawali dengan pemeriksaan USG transvaginal dengan jarum yang dimasukkan ke dalam folikel. Cairan di dalam folikel yang berisi sel telur akan disedot dan dikumpulkan ke dalam tabung. Seorang ahli embriologi akan memeriksa cairan folikel dan mengidentifikasi jumlahnya.

4. Pemulihan dan Pembekuan Telur

Efek samping dari prosedur pengambilan sel telur adalah kram, kembung, sembelit, hingga bercak vagina dalam 24 jam pertama. Untuk meredakan nyerinya, klien dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas. Namun ketika gejalanya lebih parah, maka segera datangi dokter kembali. 

Setelah berhasil mengambil sel telur, telur matang yang berhasil dikumpulkan akan dibekukan melalui proses yang disebut vitrifikasi. Proses ini bergantung pada pembekuan cepat menggunakan nitrogen cair untuk meminimalkan pembekuan kristal es pada telur, dengan tujuan agar tingkat kelangsungan hidupnya tinggi.

Prosedur pembekuan sel telur akan tergantung dari kebijakan masing-masing klinik

Setiap langkah-langkahnya kurang lebih akan sama, tetapi itu kembali lagi tergantung dari kebijakan masing-masing klinik dan sesuai kondisi masing-masing klien. Apakah pembekuan sel telur akan menjamin kehamilan yang sukses di masa depan? Berapa biaya yang harus dikeluarkan hingga prosesnya selesai? Apakah ada efek samping dari prosedur ini? Newfemme bahas di part selanjutnya ya!

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!