Apakah Bisa Langsung Hamil Ketika Berhenti KB?

Apakah Bisa Langsung Hamil Ketika Berhenti KB?

Kesehatan 794

Menggunakan KB merupakan pilihan bagi seseorang, namun ketika waktunya tiba, beberapa wanita mungkin akan khawatir apakah mereka akan bisa hamil atau tidak. Hal ini karena adanya pemikiran bahwa KB akan menganggu kemampuan seseorang untuk hamil. Faktanya, penggunaan KB tidak memiliki efek negatif terhadap fertilitas. Artikel ini akan menjelaskan lebih lengkap terkait hal tersebut, ya, Ladies.

Shop with Me

T-shirt
IDR 150.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mamypoko
IDR 80.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Slingbag W 62
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Zinc Zink Capsule Tiens Original Suplemen Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak Peninggi Penggemuk Badan Dewasa Anak Kecerdasan Otak Permanen ampuh Obat herbal Alami Termurah Isi 60 Kapsul
IDR 152.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Kapan Waktu yang Tepat untuk Lepas KB?

Pertanyaan ini tidak bisa ditanyakan kepada orang lain, melainkan bertanyalah pada diri sendiri. Apakah sudah siap untuk hamil atau belum? Apakah siap menunggu waktunya atau belum? Jika masih ada keraguan, maka jangan berhenti sebelum Ladies benar-benar siap. Faktanya, wanita bisa hamil dalam satu atau dua bulan setelah berhenti menggunakan KB.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Hamil Lagi?

Pertama, jika alat kontrasepsi yang Ladies gunakan adalah kondom, maka kemungkinan terjadinya kehamilan lebih tinggi jika berhubungan seks tanpa menggunakannya. Mayoritas wanita bisa hamil beberapa bulan setelah berhenti dari metode kontrasepsi yang mengandalkan hormon seperti pil, patch, atau IUD. Berikut penjelasannya secara lebih rinci:

1. Pil KB

Setelah berhenti menggunakan pil (estrogen dan progestin), wanita kemungkinan terjadinya kehamilan ada pada rentang 1-3 bulan. Namun tidak menutup kemungkinan juga lebih lama dari itu, misal satu tahun. DIiansir dari WebMD, ada penelitian yang menyebutkan bahwa kesuburan lebih tinggi pada mereka yang mengonsumsi pil KB 4-5 tahun dari pada wanita yang menggunakannya selama dua tahun atau kurang.

Setelah berhenti konsumsi pil KB, menstruasi membutuhkan waktu 4 minggu untuk teratur kembali, bahkan bisa lebih lama, dan memakan waktu hingga 3 bulan untuk pulih sepenuhnya. Faktor lainnya yang dapat memengaruhi adalah siklus haid, usia, dan kesehatan secara general.

2. Intrauterine Device

Kecepatan hamil setelah lepas IUD mirip dengan kontrasepsi oral atau pil. Wanita umumnya akan mulai berovulasi setelah satu bulan IUD diangkat dan mayoritas dapat hamil dalam kurun waktu 6 bulan hingga 1 tahun. Lagi-lagi, tidak menutup kemungkinan juga wanita akan langsung hamil setelah IUD dilepas.

Butuh waktu 6 hingga 1 tahun untuk hamil lagi setelah pengangkatan IUD

3. KB Patch

Metode konstrasepsi dengan patch merupakan bentuk KB yang digunakan langsung pada kulit dan mengandung hormon. Caranya adalah dengan menggunakan patch setiap minggu selama 3 minggu berturut-turut dan 1 minggu sisanya tidak dipasang untuk haid. Jika menggunakan metode ini, maka kehamilan dapat segera terjadi ketika menghentikan pemakaiannya meskipun perlu beberapa waktu agar siklus kembali normal.

4. Implant

Batang tipis yang ditanamkan ke dalam lengan adalah metode kontrasepsi yang disebut dengan implan. Mirip dengan metode IUD, wanita berkemungkinan akan segera hamil setelah melepas implan, misal seminggu setelah diangkat. Mayoritas wanita akan mulai berovulasi selayaknya siklus normal di bulan pertama, namun perlu waktu agar siklus menstruasi kembali pulih.

5. Vaginal Ring

Cincin vagina dipasangkan ke dalam vagina yang tugasnya melepaskan homron ke dalam aliran darah untuk mencegah kehamilan. Vaginal ring biasanya diganti setiap bulan atau tahun, tergantung dari jenis yang digunakan. Setelah vaginal ring dikeluarkan, wanita bisa hamil sekitar 1 hingga 3 bulan setelahnya, namun ada juga yang lebih lama dari waktu tersebut.

Wanita dapat kembali hamil dalam 1-3 bulan setelah pengangkatan cincin vagina

6. Injectable Birth Control (Depo-Provera)

Suntik KB biasanya dilakukan setiap 3 bulan untuk mencegah ovulasi dan membtuhkan waktu sekitar 15 minggu agar suntikan tersebut hilang. Ovulasi dapat terjadi setelah 10 bulan atau lebih dan 18 bulan agar menstruasi kembali normal. Sehingga, jika ingin segera hamil maka perhitungkan waktunya, dihitung mundur ya, Ladies.

Nah, itu dia waktu-waktu yang dibutuhkan untuk hamil kembali setelah menggunakan metode kontrasepsi tertentu. Ovulasi setelah berhenti KB dapat terjadi meskipun wanita belum mengalami menstruasi. Jadi ovulasi itu lebih penting dari pada haidnya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya. Langsung konsultasi online dokter di Newfemme!