Germophobia: Takut Terhadap Suatu Mikroorganisme

Germophobia: Takut Terhadap Suatu Mikroorganisme

Kesehatan 516

Germophobia (mysophobia) merupakan ketakutan yang ekstrem terhadap kuman, kotoran, virus, bakteri, hama, atau kontaminan lainnya. Orang dengan ketakutan ini umumnya memiliki obsesi yang luar biasa terhadap kebersihan, alias punya kekhawatiran yang tinggi tentang kuman. Akibatnya, seseorang cenderung menghindari hal berikut ini:

  • Kontak dengan cairan tubuh orang lain

  • Kotoran, debu, jamur, atau zat lain yang berkaitan dengan mikroorganisme

  • Makanan atau minuman yang terkontaminasi

  • Benda atau permukaan yang tidak dapat dipastikan kebersihannya

Ciri-Ciri

Germophobia menyebabkan penderitanya terus-menerus memikirkan tentang mikroorganisme atau kuman. Orang yang menderita obsessive compulsive disorder menjadi lebih rentan untuk mengalaminya, sehingga apabila pikiran dan reaksi berlebihan terhadap kuman tidak dikelola dengan baik, maka saat itulah kondisinya menjadi fobia. Akibatnya, terjadi perubahan pada perilaku dan respons fisik dirinya.

1. Perubahan Perilaku

  • Kebiasaan mencuci tangan lebih banyak, bahkan beberapa kali terjadi secara berturut-turut atau dalam waktu yang sangat lama

  • Memakai sarung tangan untuk mencegah kontak dengan kuman

  • Menghindari situasi sosial, walaupun itu melibatkan orang-orang terdekat

  • Menutupi atau membungkus barang-barang yang digunakan, seperti remote TV atau setir mobil

  • Tidak mau berlama-lama di tempat umum, termasuk toilet, toko harian, dan restoran

  • Buru-buru untuk kembali ke rumah jika merasa dapat terkontaminasi kuman di tempat umum

  • Frekuensi mandi meningkat

  • Menggunakan hand sanitizer setiap kali menyentuh benda-benda atau permukaan asing

2. Perubahan Respons Fisik

  • Sulit untuk fokus dan berkonsentrasi

  • Sering menangis

  • Gampang marah

  • Sesak napas

  • Pusing

  • Mual 

  • Ketegangan otot

  • Sakit kepala ringan

  • Detak jantung cepat

  • Gelisah

  • Gemetar

  • Berkeringat 

  • Kebingungan 

Orang dengan germophobia sangat terobsesi dengan kebersihan

Penyebab

Risiko germophobia dapat meningkat akibat faktor genetik. Maksudnya, ada kemungkinan seseorang mengembangkan ketakutan ini karena punya riwayat gangguan kecemasan di dalam keluarga. Selain itu, germophobia dapat juga dipengaruhi oleh lingkungan. Misalnya trauma emosional yang berhubungan dengan kuman, seperti penyakit parah atau ditinggal orang terkasih karena lingkungan yang terkontaminasi.

Diagnosis

Umumnya diagnosis germophobia ditegakkan dengan cara melakukan pengkajian gejala dan perubahan perilaku. Pernyataan yang diajukan akan berkaitan dengan mikroorganisme, seperti seberapa sering memikirkannya, bagaimana perasaan terhadapnya, adakah riwayat traumatis terhadap kuman atau riwayat kecemasan, atau apakah itu mengganggu rutinitas harian, dan setidaknya harus terjadi selama 6 bulan.. 

Pengobatan

Umumnya, cara untuk mengurangi gejala germophobia adalah dengan exposure therapy (terapi pemaparan). Langkahnya akan diawali dengan mencari alasan dibalik munculnya ketakutan terhadap kuman. Ketika penderita sudah merasa nyaman maka kemudian akan secara bertahap dipaparkan dengan situasi di mana mungkin terdapat kuman. Berikut adalah gambaran pelaksanaannya:

  • Diajak untuk memikirkan tentang kuman

  • Meningkatkan frekuensi paparan terhadap kuman, seperti menyentuh benda-benda tidak bersih atau menghabiskan lebih banyak waktu di tempat umum

  • Mengelola pikiran dan perasaan negatif menjadi positif (atau dengan cognitive behavioral therapy)

  • Mengkombinasikannya bersama antidepresan (mengatasi gangguan suasana hati) atau anticemas (mengatasi situasi stres)

  • Diperkuat dengan teknik relaksasi, yoga, atau meditasi jika diinginkan

Germophobia biasanya dikelola dengan terapi pemaparan atau CBT serta kombinasi dengan obat

Jadi, germophobia merupakan ketakutan yang ekstrem terhadap kuman, kotoran, virus, bakteri, hama, atau kontaminan lainnya. Akibatnya, seseorang punya kekhawatiran tinggi tentang kuman, sehingga sangat terobsesi dengan kebersihan. Orang yang punya kondisi ini dapat mengalami perubahan secara perilaku dan fisik yang mengganggu rutinitas harian mereka.

Yuk baca artikel Newfemme lainnya!