Anger Management: Kendalikan Kemarahan Sebelum Ia Mengendalikanmu

Anger Management: Kendalikan Kemarahan Sebelum Ia Mengendalikanmu

Kesehatan 953

Anger atau kemarahan adalah keadaan emosional yang punya intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Kemarahan bisa dipicu oleh faktor internal (misalnya kekhawatiran) atau eksternal (misalnya peristiwa tertentu). Setiap orang akan memiliki pemicu dan cara mengatasi masing-masing, termasuk strategi anger management mereka.

Pelampiasan Kemarahan

Kemarahan biasanya dilampiaskan secara agresif, umumnya ditunjukkan dengan tindakan melawan atau membela diri. Namun yang perlu diingat adalah kita tidak bisa secara fisik melampiaskan kemarahan . Seseorang biasanya merespon kemarahan dengan tiga cara utama, yaitu:

  • Mengungkapkan kemarahan secara tegas: merupakan cara sehat untuk melampiaskan anger

  • Menahan kemarahan: merupakan cara yang bisa berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik, karena tidak jarang menyebabkan perlawanan kepada diri sendiri

  • Menenangkan diri: menjaga respon internal untuk menurunkan reaksi fisik serta mengendalikan perilaku eksternal

Kemarahan yang tidak terkendalikan mampu memberikan dampak negatif bagi diri sendiri atau orang lain. Maka dari itu, penting bagi kita untuk menemukan apa cara terbaik untuk mengelola dan mengungkapkan kemarahan, demi menjaga kesejahteraan diri dan hubungan sehat dengan orang lain, salah satunya dengan anger management.

Strategi Anger Management

Anger management merupakan serangkaian keterampilan yang dapat membantu seseorang mengenali tanda-tanda kemarahan dan menangani pemicunya dengan cara yang positif. Tidak selamanya kemarahan harus ditahan atau dihindari. Maka dari itu, amarah dapat dikelola lewat strategi-strategi tertentu.

1. Identifikasi dan Kenali Pemicu

Identifikasi pemicu adalah bentuk anger management paling basic. Kenali hal-hal yang dapat memicu kemarahan, bahkan hal sepele sekalipun, misalnya kemacetan lalu lintas, komentar tidak menyenangkan, atau antrian panjang. Pada situasi seperti ini, tentu kita tidak dapat menyalahkan orang lain. Jika sudah dipahami pemicunya, maka itu akan membantu kita untuk merespon situasi dengan tepat.

Kemarahan biasanya muncul dengan cepat, tetapi kita perlu mengenali apa saja tanda-tanda yang menunjukkan emosi itu sedang meningkat. Ketika itu berhasil ditemukan, maka kita punya kesempatan yang lebih besar untuk mengambil tindakan, misalnya dengan menjauhkan diri dari situasi, sebelum kemarahan tersebut mencapai puncaknya

Kemarahan juga perlu dipertimbangkan, apakah itu membantu atau merugikan. Contoh bentuk kemarahan yang membantu adalah saat seorang rekan kerja mendapatkan tindakan tidak menyenangkan, yang pada akhirnya mungkin dapat membantu terbentuknya aturan baru di kantor. Namun ketika itu bersifat merugikan, maka cobalah untuk dikendalikan.

2. Dikomunikasikan

Komunikasi adalah poin penting dalam kehidupan, termasuk sebagai salah satu bentuk anger management. Saat sedang marah, seseorang cenderung melakukan tindakan yang mungkin tidak tepat. Maka dari itu, cobalah untuk slow down dan carilah orang lain untuk diajak diskusi. Mereka bisa memberikan dukungan dan perspektif baru. Jangan selalu mengeluhkan pemicunya, karena bisa saja itu memang tidak dapat dielakkan.

Di sisi lain, ketika penyebab kemarahan itu adalah orang lain, maka penting bagi kita untuk menenangkan diri. Berpikirlah sebelum mengucapkan sesuatu dan dengarkan respon lawan bicara dengan saksama. Bersabarlah dan berkomunikasilah dengan baik, sehingga situasi yang lebih buruk bisa dicegah.

Apapun yang terjadi dalam hidup, komunikasikanlah

3. Mengubah Cara Berpikir

Orang yang sedang marah cenderung mengumpat atau berbicara dengan bahasa yang beragam untuk mencurahkan pikiran dan isi hatinya. Saat ini pula pemikiran biasanya menjadi sangat berlebihan dan dramatis. Maka dari itu, cobalah ganti cara berpikiran seperti itu dengan pemikiran yang lebih rasional.

Jika biasanya mengucapkan umpatan atau menjelekkan diri sendiri, gantilah dengan “ini bukan akhir dari segalanya” atau “tidak ada gunanya jika saya marah, karena itu tidak akan memperbaiki apapun”. Marah tidak akan membuat kita merasa lebih baik, malah justru mungkin lebih buruk. Ingatkan pada diri sendiri bahwa dunia tidak sejahat itu untuk kita, tetapi kitalah yang saat ini sedang mengalami masa-masa sulit.  

4. Give Yourself a Break

Terdengar klise, tetapi terkadang justru lingkungan kitalah yang pemicu kemarahan muncul, dan poin itu tidak boleh dilewatkan dalam strategi anger management. Masalah-masalah yang terjadi membuat seseorang terperangkap di lingkaran amarah. Salah satu cara untuk keluar dari itu adalah dengan memberikan diri waktu beristirahat sejenak.

Pastikan kita punya “me time” di waktu-waktu tertentu. Beberapa rekomendasinya adalah sebagai berikut:

  • Olahraga

  • Stretching 

  • Meditasi

  • Latihan pernapasan

  • Menggambar atau mewarnai

  • Mendengarkan musik

  • Menonton video lucu

Mengekspresikan kemarahan dengan menggambar atau mewarnai patut dicoba

Jadi, anger management itu perlu diterapkan untuk mencegah kita dari hal-hal yang tidak diinginkan untuk terjadi saat diselimuti oleh kemarahan luar biasa. Penting bagi kita untuk mengidentifikasi dan mengenali pemicunya, karena dengan ini, langkah selanjutnya akan menjadi lebih mudah.

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!