Makanan Pedas: Hati-Hati Saluran Cernamu!

Makanan Pedas: Hati-Hati Saluran Cernamu!

Kesehatan 156

Ada orang yang suka makan pedas tetapi tidak tahan makan pedas, ada yang suka dan tahan dengan makanan pedas, serta ada pula yang sama sekali tidak suka dan tidak tahan pedas. Ada banyak bahan yang membuat makanan  menjadi pedas, misalnya saus sambal, cabai rawit, cabai biasa, atau lada. Ladies suka yang mana nih?

Shop with Me

ROBOT Bluetooth MIC Wireless Microphone with USB C Connector
IDR 165.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mainan edukasi anak pukul bola warna warni pound a sliding ball
IDR 27.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Alat fisioterapi Latihan Tangan Stroke Struk Lumpuh Terapi ORIGINAL - Dewasa
IDR 75.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Buku Tulis Murah YOU (Produk KIKY) 38 Lembar
IDR 25.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Sebenarnya, makanan pedas itu punya keuntungan tersendiri bagi tubuh, penjelasannya bisa baca di sini. Namun, di sisi lain, juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita semua. Pada artikel kali ini, Newfemme akan secara khusus membahas risiko konsumsi makanan pedas ya.

Penyebab Makanan Terasa Pedas

Rasa pedas sebuah makanan berasal dari senyawa yang disebut dengan capsaicin. Semakin banyak kandungannya, maka akan semakin pedas rasanya. Setiap orang akan memiliki tingkat toleransi yang berbeda-beda terhadap capsaicin, ada yang mudah kepedasan dan ada yang tidak. Namun, tingkat toleransi ini juga bisa berubah seiring berjalannya waktu. Makanya ada pula orang yang semakin tahan dengan pedas.

Capsaicin dapat membuat mulut dan lidah terasa seperti terbakar, tetapi bukan seperti terkena api bersuhu tinggi. Saat seseorang memakan sesuatu yang mengandung capsaicin, seperti cabai, lada, atau paprika, maka sensor rasa sakit akan mengirimkan sinyal ke otak yang terasa seperti sensasi terbakar. Jika otak berpikir bahwa makanan tersebut panas dan menyakitkan, maka kamu akan menghindarinya.

Tak hanya di mulut dan lidah, capsaicin juga menyebabkan respons serupa jika bersentuhan dengan kulit, mata, atau tangan. Ketika itu terjadi, tubuh akan memberikan sinyal ke otak untuk mengaktifkan mekanisme pendinginan. Jadi, sebenarnya kita tidak hanya mencicipi makanan pedas, tetapi juga merasakannya.

Capsaicin adalah senyawa yang menyebabkan makanan menjadi pedas

Risiko Makan Makanan Pedas

Rasa sakit atau tidak nyaman saat makan pedas mampu menyebabkan iritasi, peradangan, dan nyeri pada sistem pencernaan. Hal ini karena tubuh mengenali capsaicin sebagai racun dan mencoba untuk membuangnya. Akibatnya, seseorang mengalami sakit perut, diare, nyeri dada, sakit kepala, hingga muntah parah. Kerongkongan dan tenggorokan yang terasa seperti terbakar diakibatkan oleh asam lambung yang naik.

Pada kasus yang lebih parah, seseorang mungkin harus dilarikan ke rumah sakit. Hal tersebut biasanya terjadi akibat seseorang tidak terbiasa untuk memakan makanan pada tingkat panas yang tinggi, misalnya seperti challenge samyang, one chip challenge, atau mukbang makanan pedas. Sakit pada sistem pencernaan tersebut biasanya timbul karena beberapa hal, seperti:

  • Tidak terbiasa makan makanan pedas

  • Masalah di sistem pencernaan yang sudah ada sebelumnya, seperti inflammatory bowel disease,  irritable bowel syndrome, GERD, maag, esofagitis

  • Sensitif terhadap capsaicin karena genetik

  • Memakan makanan yang mengandung capsaicin dalam jumlah besar

Makanan pedas akan menyebabkan saluran cerna iritas, radang, atau nyeri

Mitos dan Fakta Tentang Makanan Pedas

  1. Makanan pedas tidak menyebabkan timbulnya penyakit maag, tetapi memperburuk kondisi maag yang sudah ada sebelumnya. Makanan pedas justru dapat mencegah terjadinya maag dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri H.pylori. Capsaicin juga sebenarnya bersifat basa, sehingga tidak menambah asam. Jadi berbeda ya.

  2. Makanan pedas tidak secara langsung menyebabkan kematian. Kemungkinan cabai menghilangkan nyawa seseorang sangat kecil. Hal ini karena reaksi mematikan biasanya muncul saat konsumsinya sangat berlebihan, yang mana jumlah tersebut belum tentu tercapai.

  3. Makanan pedas tidak secara langsung menyebabkan usus buntu, melainkan hanya akan memperburuk rasa nyeri ketika sebelumnya memang sudah menderita penyakit tersebut. Maka dari itu, mereka disarankan untuk menghindari makanan pedas.

Kesimpulannya, senyawa yang membuat makanan menjadi pedas disebut dengan capsaicin. Semakin banyak kandungannya, maka akan semakin pedas rasanya. Konsumsi makanan pedas tidak secara langsung menyebabkan suatu penyakit, tetapi mampu mengiritasi sistem pencernaan dan memperparah gejala penyakit saluran cerna yang sudah ada sebelumnya.

Ladies tahan atau tidak nih dengan makanan pedas?

 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!