Efek Stress Terhadap Sistem Pencernaan

Efek Stress Terhadap Sistem Pencernaan

Kesehatan 442

Usus memiliki ratusan juta neuron yang secara konstan terus berkomunikasi dengan otak, mengirim berbagai sinyal terkait sistem pencernaan. Selain itu, usus juga dihuni oleh jutaan bakteri yang memiliki peran dalam kesehatan otak maupun usus itu sendiri, yang berkaitan erat dengan kemampuan berpikir dan kondisi emosi seseorang. 

Shop with Me

LegoriS
IDR 35.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sprei kasur Bahan Polymicro
IDR 23.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Decant MYKONOS Berry Caramel Pancake
IDR 6.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kemeja salur pria dan wanita lengan panjang up to big size atasan pria kemeja garis kerah chiang'i
IDR 135.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Stres dikaitkan sebagai salah satu penyebab perubahan bakteri pada usus, sehingga berpengaruh terhadap komunikasi usus-otak dan kondisi mood seseorang. Stres pada usia muda dapat berdampak pada gangguan perkembangan sistem saraf dan bagaimana cara tubuh bereaksi terhadap stres. Perubahan ini bisa meningkatkan risiko gangguan dan penyakit usus di kemudian hari. 

Stres juga memiliki efek tersendiri apa masing-masing organ pada sistem pencernaan, diantaranya:

1. Kerongkongan

Stres dapat mempersulit proses menelan makanan dan meningkatkan jumlah volume udara yang ikut tertelan, berujung pada sendawa atau perut kembung. Selain itu, kasus kejang pada kerongkongan juga dapat dipicu oleh stres hebat dan mudah disalahartikan sebagai serangan jantung.

2. Perut

Stres akan membuatmu lebih mudah untuk merasakan ketidaknyamanan pada perut, seperti sakit perut perut, kembung, hingga mual. Muntah-muntah juga dapat terjadi sebagai akibat dari stres yang cukup parah. Selain itu, stres dapat menyebabkan peningkatan atau penurunan nafsu makan yang tidak perlu. Pola makan yang tidak sehat dapat berujung dapat memburuknya kesehatan maupun suasana hati alias mood.

Perut kembung merupakan gangguan yang sering dirasakan ketika seseorang sedang stres

3. Usus

Stres dapat berpengaruh terhadap pergerakan makanan yang melintasi tubuh, memicu terjadinya diare atau sembelit. Kemampuan usus untuk menyerap nutrisi juga dapat dipengaruhi oleh kondisi stres, berujung pada meningkatnya produksi gas dalam usus.

Secara alami, usus kita memiliki lapisan pelindung yang mencegah bakteri masuk ke dalam tubuh. Stres dapat membuat lapisan pelindung di usus ini melemah dan membiarkan bakteri usus melintas. Meskipun kebanyakan bakteri tersebut dapat diatasi dengan mudah oleh sistem imun, akan tetapi jika terus dibiarkan dapat memicu gejala kronis.

Hubungan Antara Stres dan Maag

Berlawanan dengan kepercayaan populer, stres tidak akan meningkatkan produksi asam di lambung. Stres juga bukan merupakan penyebab dari sakit maag, justru infeksi oleh bakterilah yang bertanggung jawab atasnya. Akan tetapi, stres dapat menyebabkan sakit maag yang sudah ada menjadi semakin parah dan mengganggu. 

Untuk mengatasi efek stres pada sistem pencernaan, penting bagi kita untuk memprioritaskan perawatan diri dan strategi manajemen stres. Melakukan aktivitas fisik secara rutin, memperbaiki pola makan, serta mengurangi asupan alkohol dan kafein merupakan beberapa contoh kebiasaan baru yang dapat diterapkan. Dalam beberapa kasus, obat dan terapi mungkin diperlukan untuk mengatasi permasalahan pencernaan yang berhubungan dengan stres.

Infeksi bakteri Helicobacter pylori merupakan salah satu penyebab maag

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!