Suhu Tubuh Terlalu Tinggi Saat Cuaca Panas? Hati-Hati Heatstroke

Suhu Tubuh Terlalu Tinggi Saat Cuaca Panas? Hati-Hati Heatstroke

Kesehatan 667

Heatstroke (serangan panas) terjadi ketika suhu tubuh naik hingga di atas 40°C. Kondisi ini berbahaya dan mengancam jiwa karena dapat menyebabkan kerusakan otak, kegagalan organ, hingga kematian. Kemungkinan terjadinya heatstroke lebih besar pada orang-orang yang tinggal atau bekerja di daerah perkotaan selama periode cuaca yang sangat panas. Terdapat 2 jenis heat stroke, yaitu:

1. Exertional heatstroke

Serangan panas akibat dari aktivitas fisik yang berlebihan dalam kondisi panas dan lembab. Kejadiannya berkembang dalam beberapa jam.

2. Non-exertional heatstroke

Serangan panas karena usia atau kondisi kesehatan yang mendasarinya. Kejadiannya berkembang dalam beberapa hari. 

Heatstroke menandakan suhu tubuh terlalu panas

Gejala

Siapa saja bisa mengalami heatstroke, tetapi bayi dan orang lanjut usia lebih rentan karena tubuh mereka tidak mampu mengatur suhu tubuh secara efektif. Selain itu, mereka yang bekerja fisik di lingkungan panas juga riskan terhadap heatstroke, seperti atlet, tentara, pekerja lapangan, dan lainnya. Heatstroke adalah kondisi kedaruratan medis, dengan gejala sebagai berikut:

  • Pusing

  • Lemah

  • Kejang

  • Anhidrosis (kulit kering, tidak berkeringat, sering terjadi pada non-exertional heatstroke)

  • Keringat berlebih bahkan ketika aktivitas sudah selesai (sering terjadi pada exertional heatstroke)

  • Ataksia (masalah pada gerakan dan koordinasi)

  • Delirium (kebingungan atau disorientasi)

  • Masalah keseimbangan

  • Kulit panas, memerah, terlihat pucat

  • Tekanan darah rendah atau tinggi

  • Terdengar suara menggelegak di paru-paru

  • Oliguria (urin sangat sedikit)

  • Takikardia (detak jantung cepat)

  • Pingsan atau kehilangan kesadaran

Penyebab

Heatstroke terjadi karena tubuh tidak mampu untuk mendinginkan diri akibat terlalu lama kontak dengan panas. Kondisi ini bisa terjadi ketika tubuh menyerap lebih banyak panas daripada yang bisa dikeluarkannya. Heatstroke bisa terjadi baik di dalam atau luar ruangan, terutama saat udara panas, aliran udara tidak baik, dan dehidrasi.

Faktor-faktor yang mampu meningkatkan risiko terjadinya heatstroke adalah:

  • Terlalu muda atau terlalu tua

  • Ibu hamil atau menyusui

  • Konsumsi alkohol

  • Demam tinggi

  • Kegemukan atau obesitas

  • Pernah mengalami heatstroke sebelumnya

  • Tidak terbiasa dengan kondisi panas atau tubuh sedang tidak dalam keadaan fit

  • Konsumsi obat tertentu yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur suhu, seperti diuretik, obat penenang, atau obat jantung

  • Mengidap penyakit tertentu yang menyebabkan memengaruhi kemampuan berkeringat, seperti cystic fibrosis

  • Mengidap penyakit tertentu, seperti gangguan tidur, masalah jantung, paru-paru, ginjal, hati, tiroid, atau pembuluh darah

  • Mengenakan pakaian terlalu ketat atau berat, seperti alat pelindung

Diagnosis

Heatstroke biasanya didiagnosis saat masuk ke unit gawat darurat oleh dokter melalui pemeriksaan fisik, pengukuran suhu tubuh, dan mengidentifikasi gejala. Jika diperlukan, mungkin dilakukan tes darah, urinalisis, rontgen dada, atau elektrokardiogram (EKG) untuk memantau aktivitas listrik di jantung. 

Seseorang yang tidak mendapatkan penanganan dengan cepat ketika suhu tubuhnya tinggi dapat mengalami syok atau koma. Selain itu, beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah acute respiratory distress syndrome (ARDS), pembengkakan otak, gagal ginjal, gagal hati, disfungsi metabolisme, kerusakan saraf, dan permasalahan pada peredaran darah.

Pengobatan

Jika heatstroke terjadi pada kerabat atau seseorang lainnya, maka segeralah memanggil ambulans. Lakukan beberapa hal ini selagi menunggu kedatangannya, seperti mengompres leher, ketiaa, dan selangkangan, berikan minuman yang sedikit asin, bawalah ke lingkungan yang teduh dan sejuk, basahi tubuhnya dengan air atau berikan kipas, pantau pernapasannya, dan lepaskan pakaiannya jika ketat atau berat. 

Heatstroke adalah kondisi gawat darurat, maka carilah pertolongan sesegera mungkin

Jadi, heatstroke terjadi ketika tubuh terlalu panas dan tidak dapat mempertahankan suhu yang normal (di atas 40°C). Kondisi ini mampu mengancam jiwa jika tidak mendapatkan pertolongan darurat. Maka dari itu jika cuaca panas, minumlah air yang cukup, gunakan pakaian yang longgar, dan sebisa mungkin berada di lingkungan yang sejuk dan ventilasinya baik. Yuk baca artikel lainnya di Newfemme!