Strategi Penting Jika Pernah Kontak Dekat dengan Penderita Cacar Monyet

Strategi Penting Jika Pernah Kontak Dekat dengan Penderita Cacar Monyet

Kesehatan 467

Kategori Risiko

Kontak dekat dengan penderita cacar monyet terbagi ke dalam dua tingkatan risiko, yaitu rendah dan tinggi, yang ditentukan berdasarkan tingkat paparan mereka terhadap infeksi. Orang yang termasuk ke dalam kategori ini harus memantau diri dan melaporkan ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gejala. 

1. Risiko Tinggi

Kontak dekat kategori risiko tinggi adalah orang-orang yang pernah melakukan hubungan seksual atau tinggal dalam satu rumah dengan orang yang terinfeksi. Kelompok ini disarankan untuk tidak melakukan kontak dekat dengan orang lainnya, termasuk juga tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darah atau organnya selama 21 hari setelah paparan terakhir.

Pada masa ini, seseorang harus menghindari kelompok rentan, yaitu mereka dengan sistem kekebalan tubuh melemah, ibu hamil, lansia, dan anak kecil (balita). Aktivitas seperti bekerja dan bersekolah sebenarnya masih diperbolehkan, tetapi jika itu berada di lingkungan di mana orang yang rentan berada, maka perlu berkonsultasi dengan dokter lebih lanjut terkait adakah hal yang harus disesuaikan.

Paparan dari keluarga atau pasangan seks membuat seseorang tergolong ke dalam kontak dekat risiko tinggi

Baca juga :

Leher dan Siku Menghitam? Hati-hati Bisa Jadi Tanda Awal Diabetes!

2. Risiko Rendah

Jika termasuk ke dalam kontak dekat risiko rendah, maka aktivitas dapat berjalan seperti biasanya. Yang penting, gejala harus tetap dipantau, termasuk mengukur suhu tubuh harian. Sama halnya dengan risiko tinggi, orang dengan risiko rendah juga tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darah atau organnya selama 21 hari setelah paparan terakhir. Jika ternyata gejala muncul, maka segera hubungi dokter.

Strategi Perawatan Diri

Rekomendasi yang akan selalu diberikan kepada orang yang termasuk ke dalam kontak dekat cacar monyet adalah melakukan perawatan diri di rumah. Berikut 3 langkah yang harus dilakukan.

1. Memantau Gejala Selama 21 Hari Setelah Tanggal Paparan Terakhir

Gejala utama cacar monyet adalah munculnya ruam. Lokasinya bisa di mana saja, termasuk alat kelamin, anus, tangan, kaki, dada, wajah, atau mulut. Ruam awalnya akan terlihat seperti jerawat yang terasa gatal, kemudian menjadi koreng, dan terlepas sampai muncul lapisan kulit baru. Ada orang yang hanya mengalami ruam saja, tetapi ada pula yang merasakan gejala lain, seperti:

  • Demam

  • Kelelahan 

  • Sakit kepala

  • Sakit punggung

  • Nyeri otot

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

  • Gejala pernapasan (hidung tersumbat atau batuk)

2. Vaksinasi untuk Cegah Cacar Monyet

Untuk mencegah keparahan penyakit, seorang kontak dekat bisa mendapatkan vaksinasi cacar monyet yang disebut dengan Jynneos. Seseorang perlu mendapatkankan vaksin ini sebanyak 2 dosis. Setelah dosis pertama, ada jeda tunggu selama 4 minggu sebelum mendapatkan vaksin kedua. Perlindungan terbaik dapat diperoleh pada maksimal 2 minggu setelah dosis kedua. 

Butuh 2 dosis vaksin untuk mendapatkan perlindungan maksimal dari cacar monyet sebagai kontak dekat

3. Hubungi Dokter Jika Muncul Ruam atau Mengalami Gejala Lain

Jika muncul ruam atau mengalami gejala cacar monyet lainnya, segeralah datangi fasilitas pelayanan kesehatan. Selama belum bertemu dengan dokter, maka hindari kontak dengan orang lain, jangan berbagi barang, tutupi ruam dengan perban, pakaian, atau sarung tangan, jangan digaruk, dan pakai masker. Penyedia layanan kesehatan nantinya akan memutuskan apakah tes cacar monyet perlu dilakukan atau tidak. 

Jadi, jika kita termasuk ke dalam kelompok kotak dekat, maka strateginya adalah dengan memantau perkembangan penyakit. Dalam 21 hari setelah tanggal paparan terakhir, kita harus aktif memantau gejala dan dapatkan vaksin jika memungkinkan. Ketika ternyata muncul ruam atau gejala lain, maka segeralah mendatangi penyedia layanan kesehatan terdekat.

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya !