Atelophobia: Ketakutan Ekstrem akan Ketidaksempurnaan

Atelophobia: Ketakutan Ekstrem akan Ketidaksempurnaan

Kesehatan 387

Atelophobia adalah ketakutan ekstrem terhadap ketidaksempurnaan. Seseorang dengan kondisi ini sering kali menilai dirinya sendiri dengan sangat keras dan punya tujuan yang terkesan tidak realistis. Mereka justru terpancing untuk kesal terhadap kesalahan di mana lalu maupun kemungkinan kesalahan di masa depan. Kondisi atelophobia ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami anxiety, depresi, rendah diri, hingga panic attack. 

Karakteristik Orang dengan Atelophobia

Atelophobia tidak sama dengan perfeksionisme. Dari segi arti, perfeksionisme merupakan ciri kepribadian di mana seseorang punya standar yang tinggi dan berusaha untuk selalu menjadi sempurna, sementara atelophobia adalah ketakutan luar biasa atas kekurangan dan dapat mengganggu fungsi sehari-hari. Ketakutan tersebut dapat memengaruhi seluruh aspek kehidupan.

Berikut adalah karakteristiknya:

  • Punya tujuan tidak realistis: memiliki standar tinggi yang tidak realistis, tetapi kekurangan yang dimiliki tidak dapat diterima.

  • Menilai diri sendiri dengan keras: terlalu kritis dan kasar terhadap diri sendiri karena tak mampu mencapai tujuan.

  • Tidak mau menerima saran: tidak dapat menerima kritik, bahkan ketika itu bersifat membangun.

  • Ketakutan dan kesusahan: merasa panik ketika mengalami atau hanya dengan memikirkan situasi di mana ia tidak berada dalam kondisi terbaik.

  • Menghindari situasi tertentu: tak mau melakukan suatu perbuatan yang membuat diri terlihat tidak sempurna.

  • Terlarut dalam kesalahan masa lalu: berulang kali mengingat kesalahan masa lalu dan justru kesal karena itu.

Orang dengan atelophobia menilai dirinya dengan keras

Penyebab

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami atelophobia adalah trauma (terluka secara emosional terhadap kesalahan di masa lalu, mendapat hukuman karena tidak menjadi yang terbaik), pola asuh (dibesarkan oleh orang tua perfeksionis dan tidak mau menerima kesalahan), genetik (punya anggota keluarga inti yang juga menderita atelophobia), kondisi toksik (entah karena lingkungan atau orang).

Diagnosis

Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis atelophobia. Profesional kesehatan mental akan mengkaji terkait riwayat kesehatan, gejala dan situasi pemicu, serta bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Selain itu, dokter juga dapat meminta tes kesehatan tertentu untuk mengesampingkan kondisi kesehatan mental lainnya.

Perawatan

Atelophobia termasuk ke dalam salah satu kondisi kesehatan mental, maka dari itu, pengelolaannya membutuhkan terapi. Jika kasusnya dalam tingkat yang parah, maka pengobatan juga diperlukan, seperti antidepresan, anticemas, atau penenang. Beberapa jenis terapi yang dapat membantu adalah sebagai berikut:

  • Exposure therapy: memaparkan secara perlahan situasi yang memicu perasaan takut.

  • Cognitive behavioral therapy: mengubah pola pikir akan konsep ketidaksempurnaan.

  • Mindfulness: membantu mengelola kecemasan, seperti meditasi, latihan pernapasan, atau yoga.

How to Deal with Atelophobia

Pastinya, seseorang perlu menemukan cara mereka sendiri untuk menenangkan diri ketika menderita atelophobia. Ada banyak strateginya, bisa dengan meditasi, olahraga, atau melakukan hobi. Di sisi lain, seseorang perlu belajar untuk membuat kesalahan, mulai dari kesalahan kecil hingga besar. Tujuannya adalah agar tahu bagaimana cara menerima dan melewatinya.

Jika atelophobia dipicu oleh keadaan lingkungan yang toksik, misalnya kantor, maka carilah alternatif untuk keluar dari situasi tersebut. Poin terakhir yang paling penting adalah untuk selalu mendapatkan dukungan dari orang terdekat. Bangun hubungan yang sehat dengan mereka, berbagilah, dan dapatkan validasi emosional, perhatian, serta cinta dari mereka, dengan cara tak menilai seberapa baik kamu sudah melakukan sesuatu.

Tidak ada manusia yang sempurna

Jadi, atelophobia adalah ketakutan ekstrem terhadap ketidaksempurnaan. Kondisi ini menyebabkan penderitanya punya standar tidak realistis, terlalu keras menilai diri sendiri, tidak mau menerima masukan apapun, takut saat sedang menjadi versi terbaik dirinya, menghindari situasi tertentu, dan terlalu dalam kesalahan masa lalu. Kalau Ladies, bagaimana nih menyikapi ketidaksempurnaanmu?

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!