Sleep Texting: Tidak Sadar Membalas Pesan Saat Tertidur

Sleep Texting: Tidak Sadar Membalas Pesan Saat Tertidur

Kesehatan 480

Sleep texting terjadi ketika seseorang mengirimkan pesan saat tertidur. Hal ini biasanya terjadi ketika ada bunyi notifikasi pesan masuk dan seseorang membalasnya, bukan ketika seseorang dengan sengaja ingin mengirimkan pesan tertentu ke orang lain. Sleep texting terjadi saat akses menuju handphone cukup mudah, misalnya di tempat tidur atau di meja samping tempat tidur.

Contoh skenario sleep texting adalah sebagai berikut:

  • Handphone berbunyi akibat notifikasi masuk dan seseorang menggunakan ponselnya untuk mengirimkan balasan

  • Seseorang bermimpi menggunakan handphone atau mengirim pesan kepada seseorang

  • Seseorang dalam keadaan setengah sadar mengirimkan pesan walaupun tidak ada notifikasi yang masuk karena ini telah menjadi kebiasaan sehari-harinya

Sleep texting terjadi ketika seseorang mengirimkan pesan saat tertidur

Penyebab

Perilaku atau aktivitas yang tidak terprediksi saat tertidur biasanya merupakan gejala dari kondisi gangguan tidur (parasomnia). Tidak hanya sleep texting, tetapi juga termasuk sleepwalking atau sleep talking. Otak manusia tidak selalu berada dalam keadaan sleep atau wake secara bersamaan. Maksudnya, bisa saja ada bagian otak tidur sementara bagian lainnya tetap terjaga.

Misalnya, bagian otak yang bertanggung jawab atas kesadaran mungkin mati sementara, tetapi bagian otak yang mengendalikan gerakan tubuh, dalam hal ini adalah kemampuan mengirim pesan, masih dalam mode aktif. Kondisi ini menyebabkan seseorang melakukan perilaku yang mungkin terlihat aneh atau tidak sengaja. Saat perilaku tidak sengaja tersebut terjadi, inilah yang disebut dengan parasomnia.

Meskipun begitu, alasan terjadinya sleep texting tidak sepenuhnya diketahui, apakah itu terjadi saat tidur REM, NREM, atau setengah sadar. Perilaku ini dapat terjadi dalam kondisi kesadaran yang berbeda akibat berbagai penyebab. Terlepas dari itu semua, ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kejadian parasomnia, seperti:

  • Riwayat anggota keluarga dengan penyakit yang sama

  • Usia muda

  • Stress

  • Kurang tidur

  • Kebisingan eksternal

  • Konsumsi obat penenang atau alkohol

  • Menderita gangguan tidur lainnya, seperti sleep-disordered breathing dan periodic limb movement disorder

Sleep texting termasuk ke dalam parasomnia

Diagnosis

Diagnosis sleep texting biasanya tidak berdiri sendiri, namun umumnya merupakan bagian dari parasomnia, yaitu perilaku abnormal yang terjadi saat akan tidur, selama tidur, atau saat bangun tidur. Orang dengan kondisi ini kerap kali tidak mengingatkan apa yang mereka lakukan keesokan harinya. Maka dari itu, cobalah untuk mengkonsultasikannya dengan dokter jika ini terjadi berulang kali.

Pengobatan

Walaupun penyebab terjadinya sleep texting belum dipahami dengan jelas dan perilaku tersebut bukan merupakan masalah serius, penggunaan handphone itu sendiri bisa memengaruhi kualitas dan kuantitas tidur. Strategi pendekatan umum untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan langkah-langkah penanganan parasomnia. Cara-cara yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut:

  • Dapatkan tidur yang cukup, minimal 7 jam untuk orang dewasa dan 8-10 untuk remaja

  • Hidupkan airplane mode atau matikan handphone

  • Teliti kembali obat-obatan yang dikonsumsi dengan cara mengkonsultasikannya dengan dokter

  • Kurangi konsumsi alkohol karena tidak hanya mengganggu jam tidur, tetapi juga bersifat sedatif

  • Lakukan perawatan atau pengobatan untuk kondisi gangguan tidur lainnya yang diderita

Jadi, sleep texting adalah kondisi di mana seseorang mengirimkan balasan pesan saat tertidur. Biasanya, ini dipicu oleh suara notifikasi masuk, mimpi, atau terjadi secara otomatis karena sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Cara mencegah sleep texting merujuk pada cara yang sama untuk mengurangi gejala parasomnia. Ladies ada yang pernah tidak sadar mengirim chat tidak nih? 

 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!