Sleep Myoclonus: Kedutan Otot Saat Tidur yang Mengganggu

Sleep Myoclonus: Kedutan Otot Saat Tidur yang Mengganggu

Kesehatan 608

Sleep myoclonus merupakan salah satu gangguan yang menyebabkan seseorang sulit tidur. Kondisi ini mengacu pada kejang atau kedutan yang tidak disengaja pada otot atau sekelompok otot. Kedutan ini serupa dengan saat kita cegukan, yaitu sejenis mioklonus yang memengaruhi otot-otot diafragma. 

Shop with Me

Sepatu Wanita Sneakers Sidney Roulfine S15 Korean Style
IDR 40.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Azzura Two Way Cake
IDR 27.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Posh Hijab body spray 150ml
IDR 18.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Theraskin Oil Control Facial Wash240mL
IDR 81.840
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Secara umum, terdapat 2 jenis mioklonus, yaitu positif (melibatkan kontraksi otot) dan negatif (melibatkan relaksasi otot dan hilangnya tonus otot). Orang yang mengalami sleep myoclonus seringkali mengalami kesulitan tidur atau kualitas tidurnya memburuk, yang salah satunya mengakibatkan kelelahan berlebihan di siang hari. 

Ketika ini terjadi selama tidur, kedutannya akan terjadi secara acak. Pada orang sehat, ini tidak menjadi masalah, sehingga tidak perlu dikhawatirkan, asalkan tidak sampai memengaruhi kualitas tidur. Namun, jika frekuensinya lebih tinggi atau meluas ke area lain, maka mungkin mengindikasikan kelainan saraf tertentu. 

 

(Sleep myoclonus mengacu pada kejang otot tidak disengaja yang mengganggu tidur)

Gejala

Gejala sleep myoclonus terjadi saat seseorang hampir tertidur dan sedang tertidur. Hal tersebut menyebabkan terjadinya sentakan, kejang, atau kedutan otot yang tidak dapat diprediksi dan tidak disengaja pada satu otot atau beberapa kelompok otot dalam waktu singkat. Karakteristiknya adalah sebagai berikut:

  • Sentakan tiba-tiba pada lengan, kaki, atau badan

  • Kejutan otot yang singkat dan tidak disengaja

  • Kejutan otot berlangsung singkat, tiba-tiba dan bervariasi dalam intensitas serta frekuensinya

  • Kejutan pada bagian otot tertentu atau meluas

  • Terjadi sekali atau beberapa kali berturut-turut

 

(Kejutan otot terjadi secara tiba-tiba, acak, singkat, dan bervariasi intensitas serta frekuensinya)

Penyebab

Penyebab pasti sleep myoclonus belum diketahui, tetapi sering dihubungkan dengan kondisi yang disebut dengan sleep atonia (otot menjadi lumpuh saat seseorang semakin lelap dalam tidurnya). Namun, ada kemungkinan-kemungkinan yang diprediksi menjadi alasan mengapa kondisi ini bisa terjadi dan berbeda antar kelompok usia:

  1. Pada Bayi dan Anak-Anak

Penyebab terjadinya sleep myoclonus di masa kanak-kanak antara lain yaitu karena mengidap sleep disorders (gangguan tidur), Pediatric Periodic Limb Movement Disorder (PLMD), Rhythmic Movement Disorder (RMD) yang sering ditemukan pada anak pengidap ADHD atau autisme, epilepsi, demam tinggi, infeksi, tumor, serta trauma pada otak atau sumsum tulang belakang.

  1. Pada Orang Dewasa dan Lansia

Pada orang dewasa, alasan terjadinya sleep myoclonus bisa karena Restless Leg Syndrome (RLS), Multiple Sclerosis (MS), Huntington’s Disease, konsumsi obat-obatan tertentu, stroke, trauma, gagal ginjal, gagal hati, infeksi, atau kanker.. Sementara itu, pada lansia, penyebabnya mungkin karena Alzheimer's Disease, Parkinson's Disease, atau Creutzfeldt-Jakob Disease (CJD)

 

(Salah satu penyebab terjadinya sleep myoclonus adalah karena permasalahan neurologis)

Pengobatan

Jika sleep myoclonus terjadi akibat masalah tertentu yang mendasarinya, maka kondisi tersebut harus terlebih dahulu diatasi demi meringankan gejala kejang otot yang tidak diinginkan ini. Namun, jika penyebabnya tidak diketahui, maka dokter akan menangani gejala tersebut. Beberapa strategi yang mampu menolong sleep myoclonus adalah:

  • Obat anti kejang dan anti konvulsan

  • Obat penenang

  • Toksin botulinum (botox)

  • Peregangan atau pemijatan area otot yang bermasalah

 

Jadi, sleep myoclonus mengacu pada kejutan yang tidak disengaja pada otot atau sekelompok otot. Kondisi ini membuat tidur seseorang menjadi terganggu, dan pada akhirnya mengakibatkan kualitas tidurnya memburuk. Jika Ladies mengalami kejang atau kedutan otot dalam frekuensi yang tinggi, coba diperiksakan ke dokter ya, biar dicari tahu alasannya.

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!