Mengenal Dissociative Identity Disorder atau Gangguan Kepribadian Ganda

Mengenal Dissociative Identity Disorder atau Gangguan Kepribadian Ganda

Kesehatan 406

Dissociative identity disorder (DID) adalah salah satu kondisi kesehatan mental di mana penderitanya memiliki dua atau  lebih identitas yang terpisah. Maka dari itu sering juga disebut dengan gangguan kepribadian ganda atau gangguan disosiatif Macam-macam kepribadian tersebut akan mengontrol perilaku mereka dalam waktu yang berbeda. Kondisi ini dapat menyebabkan halusinasi

Gangguan disosiatif melibatkan masalah dengan memori, identitas, emosi, persepsi, perilaku, dan rasa diri. Contoh sederhana dari disosiasi adalah melamun, kena hipnotis, dan terlalu mendalami karakter saat membaca buku atau menonton film. Semua hal tersebut menyebabkan seseorang kehilangan kontak dengan dirinya sendiri dan lingkungan. Secara umum, ada 4 gangguan disosiatif yaitu:

  • Amnesia disosiatif yaitu ketidakmampuan untuk mengingat informasi tentang diri sendiri

  • Depersonalisasi yaitu perasaan terlepas dari tubuh sehingga dapat menyaksikan kejadian yang terjadi pada diri sendiri

  • Derealisasi yaitu perasaan bahwa dunia di sekitar tidak nyata

  • Kebingungan identitas yaitu saat penderitanya bingung akan hal-hal seperti kesukaan, ketidaksukaan, ambisi, hingga orientasi seksualnya

Gejala dan Penyebab

Sebenarnya, dissociative identity disorder sangat jarang terjadi, tidak terbatas umur, tetapi lebih cenderung dialami oleh wanita. Seseorang yang mengidap DID akan memiliki dua atau lebih identitas yang berbeda. Identitas asli disebut dengan ”core” sementara identitas lainnya disebut dengan “alter”.

Kondisi DID terjadi akibat dari pengalaman luar biasa, pelecehan seksual, atau kejadian traumatis selama masa kanak-kanak (5-10 tahun). Orang dengan DID memiliki alter yang berbeda, sehingga masing-masingnya akan memiliki perilaku, ingatan, serta cara berpikir yang berbeda pula. Gejala tersebut biasanya dialami oleh orang lain atau dirasakan sendiri. Gejala lain dari DID adalah:

  • Kecemasan dan panic attack

  • Halusinasi

  • Depresi

  • Mood swings

  • Disorientasi

  • Hilang ingatan

  • Penyalahgunaan obat dan/atau alkohol

  • Gangguan perilaku makan

  • Gangguan tidur (insomnia, sleep walking, night terrors)

  • Ada niat untuk menyakiti hingga bunuh diri

Identitas lain pada gangguan kepribadian ganda disebut dengan alter

Diagnosis

Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis dissociative identity disorder. Namun dokter biasanya akan melakukan pengkajian gejala dan riwayat kesehatan pribadi. Dikarenakan DID sering muncul pada masa kanak-kanak, dan gejalanya terlewatkan oleh orang tua atau guru, maka biasanya tidak terdiagnosis hingga dewasa. Terlebih karena ada perilaku lain yang bisa mengacaukan diagnosis seperti ADHD.

Pengobatan Dissociative Identity Disorder

Konsumsi obat dapat membantu mengatasi gejala DID,  seperti antidepresan atau anti kecemasan. Meskipun begitu, psikoterapi adalah pengobatan yang lebih efektif dan diutamakan, di mana fokusnya adaldlah untuk mengidentifikaksi trauma atau pelecehan masa lalu, mengelola perubahan perilaku tiba-tiba, dan menggabungkan banyak identitas menjadi satu. Hipnoterapi juga dapat dikombinasikan dengan psikoterapi.

Tidak ada cara untuk mencegah maupun menyembuhkan gangguan kepribadian ganda. Maka dari itu terapi perlu dilakukan untuk mengontrol perilaku, sehingga kedepannya seseorang dapat berinteraksi dengan baik di rumah, tempat kerja, atau komunitas. Pastikan untuk selalu mendapatkan atau memberikan dukuran kepada orang dengan DID.

Cara efektif untuk mengontrol DID adalah dengan psikoterapi

Jadi, dissociative identity disorder atau gangguan kepribadian ganda terjadi ketika seseorang memiliki banyak identitas yang berbeda dan menyebabkan perilakunya berubah-ubah. Psikoterapi adalah pengobatan yang efektif untuk mengontrol perilaku mereka serta mengurangi frekuensi pergantian kepribadian. Yuk baca artikel Newfemme lainnya!