Sindrom Kelelahan Kronis, Capeknya Tidak Hilang Walaupun Sudah Tidur

Sindrom Kelelahan Kronis, Capeknya Tidak Hilang Walaupun Sudah Tidur

Kesehatan 662

Sindrom kelelahan kronis atau chronic fatigue syndrome ditandai ketika seseorang mengalami kelelahan ekstrem atau kelelahan yang tidak hilang meskipun sudah istirahat. Akibatnya, tubuh menjadi sangat sakit sehingga aktivitas sehari-hari akan terganggu. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, terutama wanita yang berusia 40-50 tahun. Mereka 2-4 kali lebih mungkin mengalaminya.  

Shop with Me

Slingbag W 62
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
ALOHILOHI PAKET SET BRIGHTENING GLOWING BPOM
IDR 190.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Pigura Mahar Pernikahan Ukuran 32x22 cm
IDR 250.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sandal tali desper 3cm GSL
IDR 35.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Sindrom kelelahan kronis ditandai ketika seseorang mengalami kelelahan parah yang tidak hilang dengan istirahat

Gejala

Gejala sindrom kelelahan kronis bervariasi berdasarkan individu dan tingkat keparahannya, tetapi yang paling umum terjadi adalah kelelahan parah sehingga kemampuannya untuk melakukan kegiatan sehari-hari menjadi terganggu dan tidak hilang walaupun sudah beristirahat. Secara umum, gejala utama orang dengan kondisi ini yaitu:

  • Mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan sebelum sakit. Kelelahan yang terjadi bukanlah akibat dari aktivitas yang luar biasa sulit dan tidak berkurang hanya dengan tidur atau istirahat.

  • Post-exertional malaise (PEM) yaitu kelelahan ekstrem setelah aktivitas fisik atau mental dan bisa bertahan lebih dari 24 jam setelah berkegiatan. Mereka tidak dapat memprediksi kegiatan apa yang pada akhirnya menyebabkan tubuh menjadi sangat kelelahan, seperti datang ke sekolah anak, belanja di supermarket, mandi dengan shower, atau mandi.

  • Gangguan tidur, entah itu terlalu sedikit atau justru terlalu banyak. Mereka juga mungkin tetap merasa lelah walaupun sudah tidur semalaman.

  • Selain dari ketiga gejala tersebut, terdapat 2 gejala lain yang perlu diidentifikasi, yaitu masalah dengan pikiran dan memori. Mereka menjadi sulit untuk berpikir cepat, mengingat sesuatu, atau memperhatikan secara detail sehingga sangat sulit untuk berpikir jernih. Gejala ini akan semakin parah ketika berdiri atau duduk tegak

Gejala lain yang juga mungkin dialami yaitu nyeri, kelembutan kelenjar getah bening, masalah pencernaan, menggigil, keringat malam, alergi makanan, sensitif terhadap cahaya, sentuhan, panas, atau dingin, kelemahan otot, sesak napas, detak jantung tidak teratur, gampang marah, panic attack, mati rasa, kesemutan, sakit mata, demam, hingga masalah penglihatan. 

Penyebab

Alasan mengapa sindrom kelelahan kronis bisa terjadi belum diketahui secara pasti. Ada kemungkinan bahwa penyebabnya lebih dari satu. Dikarenakan kasusnya kian meningkat, saat ini masih dilakukan penelitian lebih lanjut. Meskipun begitu, para ahli berspekulasi bahwa ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kejadiannya, seperti:

  • Virus (ditemukan adanya kaitan antara virus dengan CFS, yaitu EBV, virus herpes manusia 6, ross river, rubella, HIV, mycoplasma, dan bornavirus)

  • Perubahan sistem kekebalan tubuh

  • Ketidakseimbangan hormon

  • Stress yang memengaruhi kimia tubuh

  • Perubahan dalam produksi energi

  • Faktor genetik

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab sindrom kelelahan kronis

Diagnosis

Diagnosis sindrom kelelahan kronis sangat bervariasi, sehingga terkadang sulit ditentukan. Ketika datang ke rumah sakit, seseorang biasanya akan ditanyakan terkait gejala, diminta untuk melakukan pemeriksaan fisik, dan direkomendasikan untuk menjalani beberapa tes untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab gejala apapun. Mereka harus setidaknya mengalami 3 gejala utama selama minimal 6 bulan. 

Pengobatan

Sindrom kelelahan kronis tidak ada obatnya, tetapi gejalanya bisa dikelola. Dikarenakan gejalanya bermacam-macam, maka pengobatannya pun akan berbeda-beda. Maka dari itu, penting untuk terlebih dahulu diperiksa kondisinya untuk memastikan bahwa diagnosisnya memang benar-benar sindrom kelelahan kronis. Jenis pengelolaan yang bisa dilakukan adalah:

1. Mengatasi Gejala Post-Exertional Malaise (PEM)

Gejala sindrom kelelahan kronis dapat menjadi lebih buruk walaupun aktivitas fisik, mental, atau emosional hanya dilakukan dalam intensitas ringan sekalipun. Umumnya terjadi dalam 12-48 jam setelah beraktivitas dan berlangsung selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Maka dari itu aktivitas dan istirahat harus dapat diseimbangkan untuk menghindari terjadinya kekambuhan.

2. Pengobatan Rumah dan Perubahan Gaya Hidup

Jika memiliki kebiasaan konsumsi kafein untuk menjaga agar tetap terjaga, maka konsumsinya harus dibatasi atau dihilangkan untuk beberapa waktu. Selain kafein, kurangi juga kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Buatlah jam tidur lebih teratur, misalnya tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Jika cara ini tidak juga berhasil, maka bicarakan dengan dokter.

3. Obat-obatan 

Tidak ada obat yang dapat mengobati semua gejala, tetapi pada orang dengan sindrom kelelahan kronis, mereka cukup rentan mengalami depresi. Maka dari itu, konsumsi antidepresan dosis rendah mungkin akan membantu asalkan sebelumnya sudah dikonsultasikan. Dokter juga mungkin merekomendasikan obat untuk membantu tidur dan mengatasi nyeri.

4. Pengobatan Alternatif

Dikarenakan orang dengan sindrom kelelahan seringkali mengalami nyeri dan sangat lelah, maka untuk membantu meringankan rasa sakitnya, bisa coba untuk melakukan akupuntur, yoga, pijat, tai chi, deep breathing, atau teknik relaksasi lainnya. Dengan catatan sebelumnya sudah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Yuk telusuri artikel Newfemme lainnya!