Schizotypal Personality Disorder, Perilakunya Jadi Aneh?

Schizotypal Personality Disorder, Perilakunya Jadi Aneh?

Kesehatan 451

Schizotypal personality disorder (STPD) atau gangguan kepribadian skizotipal adalah salah satu masalah kesehatan mental yang ditandai dengan pola ketidaknyamanan intens yang terjadi secara konsisten pada hubungan dekat dan interaksi sosial. Beberapa orang dengan skizotipal bisa kemudian mengalami skizofrenia, tetapi masih banyak kasus yang pada akhirnya tidak memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia.

Seseorang dengan STPD memiliki pandangan yang terdistorsi (penyimpangan makna) tentang realita, takhayul, dan perilakunya tidak biasa. Hal tersebut menyebabkan dirinya menunjukkan perilaku yang tak biasa, berucap aneh, dan punya kepercayaan magis. Seluruh perilaku itu mereka anggap adalah suatu hal biasa.

Orang dengan STPD cenderung memiliki pemaknaan yang menyimpang, percaya hal magis, dan berperilaku tidak biasa

Schizotypal vs Schizoid vs Schizophrenia

Istilahnya memang mirip, tetapi mereka berbeda. Schizotypal personality disorder adalah bentuk ketidaknyamanan intens dengan hubungan pribadi. Schizoid personality disorder adalah keterpisahan yang konsisten dan ketidaktertarikan dalam hubungan sosial. Sementara schizophrenia merupakan kondisi yang lebih serius, meskipun gejalanya mirip dengan dua gangguan kepribadian sebelumnya.

Ciri-Ciri

Orang dengan schizotypal personality disorder mengalami banyak kesulitan dalam hal terkait hubungan dengan orang lain, seperti membentuk hubungan dekat atau mempertahankannya karena memiliki interpretasi menyimpang terhadap interaksi sosial. Mereka juga cenderung berperilaku aneh. Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, terdapat 9 gejalanya, yaitu:

  1. Gagasan referensi: Mengartikan situasi biasa secara salah sebagai sesuatu yang memiliki arti khusus bagi dirinya.

  2. Memiliki kepercayaan yang aneh: Punya kepercayaan magis, seperti keyakinan bahwa dirinya memiliki indera keenam.

  3. Persepsi menyimpang (distorsi): menginterpretasikan sesuatu dengan cara yang berbeda dengan orang lain, seperti melihat bayangan atau mendengar suara yang tidak bisa didengar orang lain.

  4. Cara berkomunikasi aneh: menggunakan frasa yang terlalu abstrak atau menggunakan kata secara tidak biasa sehingga orang lain tidak memahaminya.

  5. Paranoia: curiga terhadap orang lain, seperti teman kerja yang terlihat sengaja membuat dirinya akan dipecat.

  6. Respon tidak pantas dan sikap apatis: mengacu pada reaksi yang tidak biasa dan tidak terduga bagi orang-orang disekitarnya, seperti berwajah datar saat dilemparkan lelucon.

  7. Berperilaku aneh: berpakaian nyentrik, gaya rambut tidak biasa, atau mengkombinasikan warna-warna cerah.

  8. Isolasi sosial: kurang tertarik untuk membangun suatu hubungan sosial dengan orang lain, seperti lebih suka menyendiri.

  9. Kecemasan sosial: merasa berbeda dengan orang-orang di sekitar padahal itu hanyalah anggapan mereka terhadap dirinya, sehingga sulit untuk menjalin hubungan di tempat kerja bahkan dengan anggota keluarga sendiri.

Sulit bagi orang dengan STPD untuk dekat dengan orang lain

Penyebab

Dikarenakan schizotypal personality disorder jarang ditemukan, maka penyebab pastinya masih belum diketahui secara pasti karena belum banyak diteliti. Namun banyak ahli menganggap itu mungkin terjadi karena faktor biologis dan genetik. Hal ini karena kondisinya umum ditemukan pada kerabat biologis yang mengalami skizofrenia atau gangguan kepribadian eksentrik.

Diagnosis

Schizotypal personality disorder biasanya dimulai pada masa remaja dan baru dapat didiagnosis setelah usia 18 tahun. Gangguan kepribadian ini jarang ditemukan karena banyak orang merasa tidak ada yang salah terhadap cara berpikir atau perilakunya. Mereka lebih sering datang berkonsultasi ketika mengalami stres atau depresi. 

Psikolog atau psikiater umumnya akan mengajukan beberapa pertanyaan termasuk pengalaman masa kecil, hubungan dengan orang lain, riwayat pekerjaan, dan uji realitas. Kerja sama dengan keluarga atau teman dekat mungkin diperlukan untuk mengumpulkan lebih banyak informasi tentang perilakunya. 

Perawatan

Pilihan utama untuk penanganan schizotypal adalah dengan psikoterapi, seperti terapi berkelompok atau cognitive behavioral therapy. Selain itu ada juga pemberian obat antipsikotik dosis rendah untuk mengobati gejala seputar pemikiran yang aneh, pengucapan abstrak, depresi, kecemasan, atau impulsif. 

Jadi, seseorang dengan schizotypal personality disorder itu memiliki pandangan yang menyimpang tentang realita atau takhayul dan cenderung berperilaku yang tidak biasa atau orang lain menganggapnya eksentrik. Kondisi ini membuat dirinya sulit untuk membangun hubungan dengan orang-orang disekitar. Yuk baca artikel Newfemme lainnya, Ladies tertarik dengan topik apa nih?