Logo NewFemme
Deteksi Kasus Varian Omicron Pertama di Indonesia Disampaikan oleh Budi Gunadi Sadikin

Deteksi Kasus Varian Omicron Pertama di Indonesia Disampaikan oleh Budi Gunadi Sadikin

Kesehatan 92

Tidak mau kalah dari negara lain, Indonesia pun kini sudah ikut terjangkit Virus Omicron. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Kasus pasien pertama Omicron di Indonesia terdeteksi pada salah satu pekerja pembersih di RS Wisma Atlet berinsial N tanggal 8 Desember 2021.

Menkes Budi Gunadi Sadikin (Sumber : YouTube)

Omicron adalah varian terbaru virus corona penyebab Covid-19 yang sudah pertama kali terdeteksi di Benua Afrika. Sejak awal kehadiran berita tersebut, Kemenkes sempat buka suara membantah bahwa virus tersebut belum terdeteksi di Indonesia. Hmmm, terdengar seperti awal kasus ditemukannya pasien Covid-19 di Depok bukan?

 

Varian Omicron memilliki sejumlah besar mutasi yang mengkhawatirkan. World Health Organization pun telah menjelaskan bukti awal adanya peningkatan risiko terinfeksi ulang dari varian ini, dibandingkan dengan Variant of Concern (VOC) lainnya. VOC diartikan sebagai varian virus corona yang menyebabkan peningkatan penularan serta kematian dan bahkan dapat mempengaruhi efektivitas vaksin. Adapun VOC lainnya yang telah ditetapkan adalah varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

 

Mendengar pernyataan dari WHO, sudah sepatutnya masyarakat Indonesia kembali bergotong royong memperkuat protokol kesehatan guna menghindari infeksi. Pasalnya Kepala Eksekutif Royal Society for Public Health, Christina Marriot, mengatakan bahwa bukti yang berkembang menunjukkan bahwa mereka yang telah mendapat dua dosis vaksin biasanya menunjukkan gejala yang tidak parah. Meskipun demikian, mereka yang telah divaksinasi penuh patut untuk tetap waspada jika masih beraktivitas di sekitar orang yang berisiko terjangkit penyakit ini.

 

Pasien yang terjangkit varian virus corona Omicron tidak menunjukkan gejala yang jauh berbeda dengan varian umumnya seperti demam, sakit kepala, batuk, dan kehilangan penciuman. Gejala kelelahan dan nyeri tubuh lebih banyak ditemukan dibandingkan kehilangan rasa maupun kehilangan penciuman pada varian ini.

 

Mengingat pandemi yang belum usai, ada baiknya untuk menghindari kerumunan orang jika tidak diperlukan, memakai masker, dan mencuci tangan. Jangan lupakan protokol kesehatan untuk tetap sehat di tengah pandemi ini.