Bayam: Murah, Bergizi, dan Aman untuk Penderita Asam Urat

Bayam: Murah, Bergizi, dan Aman untuk Penderita Asam Urat

Kesehatan 62

Bayam adalah makanan yang murah dan bergizi. Sayuran ini dalam berat 100 gram mengandung sekitar 23 kalori, 2,9 gram protein, 0,4 gram lemak, 3,6 gram karbohidrat, serta 2,2 gram serat. Selain itu, bayam juga rendah gula. Salah satu keunggulan bayam adalah kandungan serat tak larutnya, yang mampu membantu memperlancar pencernaan atau mencegah sembelit.

Selain mengandung makronutrien, bayam juga memiliki mikronutrien berlimpah, termasuk vitamin A, vitamin C, vitamin K, vitamin B9 (asam folat), vitamin B6, zat besi, kalsium, kalium, dan magnesium. Tak berhenti di makronutrien dan mikronutrien, bayam juga mengandung beberapa senyawa lain yang bermanfaat, seperti lutein, kaempferol, nitrat, kuersetin, dan zeaksantin.

Boleh Dikonsumsi Penderita Asam Urat

Mengutip dari National Library of Medicine, makanan tertentu memang berhubungan dengan asam urat. Namun, penyakit ini lebih sering terjadi pada orang yang mengonsumsi daging, ikan, atau seafood dalam jumlah banyak dalam beberapa hari secara berulang. Sementara makanan seperti bayam, jamur, brokoli, dan buncis tidak berpengaruh secara berarti. 

Jadi penekanannya di sini adalah bayam masih boleh dijadikan bagian dari pola makan penderita asam urat. Justru yang harus dibatasi adalah protein hewaninya, seperti yang sudah disebutkan dalam paragraf sebelum ini. Meskipun begitu, kembali lagi, setiap orang memiliki metabolisme yang berbeda, sehingga batas toleransinya pun berbeda.

Bayam masih boleh dikonsumsi penderita asam urat

Manfaat Kesehatan

Dikarenakan bayam mengandung sekian banyak zat gizi dan senyawa-senyawa menyehatkan, membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk dijadikan bagian dari pola makan sehari-hari, plus kita dapat menemukannya dengan mudah, baik itu di pasar maupun supermarket, bahkan kedai-kedai kecil. Beberapa manfaat bayam yang telah terbukti secara ilmiah adalah sebagai berikut:

1. Melawan Radikal Bebas

Bayam mengandung antioksidan yang mampu melawan radikal bebas. Melalui kandungan ini, bayam mampu membantu mencegah kerusakan oksidatif. Apa saja yang dapat disebabkan oleh radikal bebas? Ini termasuk percepatan penuaan, hingga risiko penyakit kanker dan diabetes.

2. Kesehatan Mata

Bayam mengandung senyawa zeaksantin dan lutein, yaitu kelompok karotenoid (yang memberikan warna pada sayuran). Mata manusia juga mengandung pigmen ini, sehingga membantu melindungi mata dari kerusakan, terutama akibat sinar matahari. Selain itu, kedua senyawa tersebut juga diketahui dapat mencegah kebutaan.

3. Mencegah Kanker

Bayam mengandung senyawa bernama MGDG (Monogalactosyldiacylglycerol) dan SQDG (Sulfoquinovosyldiacylglycerol). Meskipun penelitian belum banyak dilakukan, tetapi keduanya mungkin berperan dalam memperlambat perkembangan kanker. Selain itu, manfaat lainnya mungkin terkait dengan kanker prostat dan kanker payudara.

4. Kesehatan Rambut dan Kulit

Kesehatan rambut dan kulit yang baik dari bayam berasal dari kandungan di dalamnya. Pertama yaitu vitamin A, karena mampu memoderasi produksi minyak di pori-pori kulit dan folikel rambut, sehingga tidak terjadi sumbatan minyak penyebab munculnya jerawat. Tak hanya itu, vitamin A juga diperlukan untuk pertumbuhan seluruh jaringan tubuh, termasuk kulit dan rambut. Selain itu ada pula vitamin C, yang mana kita tahu ini berguna untuk membangun kolagen. Terakhir yaitu zat besi, yang menjadi penyebab umum dari kerontokan rambut. 

5. Kesehatan Jantung

Kandungan nitrat dalam bayam dalam jumlah tinggi telah terbukti membantu menurunkan tekanan darah, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. 

Beragam kandungan makro dan mikronutrien membuat bayam memiliki banyak manfaat

Potensi Kerugian

Dari sekian banyak kelebihan bayam, sayangnya terdapat beberapa potensi kerugian yang mungkin muncul, di mana ini terjadi pada sebagian kecil individu. Pertama yaitu terkait batu ginjal. Orang-orang yang memiliki batu ginjal disarankan untuk membatasi asupan bayam. Hal ini karena batu ginjal salah satunya terdiri dari kalsium oksalat, sementara bayam mengandung keduannya.

Kedua yaitu terkait pembekuan darah. Bayam mengandung vitamin K1, sehingga bermanfaat dalam pembekuan darah. Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin bagi penderita stroke atau jantung, harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan ahli gizi untuk membicarakan seberapa banyak bayam yang masih boleh dikonsumsi. 

Bayam adalah salah satu sayuran yang tak hanya murah tetapi juga bergizi, mulai dari rendah kalori, lemak, dan karbohidrat, hingga tinggi serat serta vitamin A, vitamin C, asam folat, dan zat besi. Selain itu, bayam juga aman dikonsumsi penderita asam urat. Nah, jadi olahan bayam favoritmu apa nih, Ladies? Boleh bagi resepnya nggak?