Jadi Buronan Nomor Satu di Dunia, Apa ‘Dosa’ Edward Snowden?

Jadi Buronan Nomor Satu di Dunia, Apa ‘Dosa’ Edward Snowden?

Teknologi 148

24 Mei 2013 di sebuah kamar hotel di Hong Kong. Seorang laki-laki yang malam itu tepat menginjak 29 tahun harap-harap cemas menunggu kedatangan para jurnalis. Cuma mengenakan celana jeans dan T-shirt putih, tampilannya lebih menggambarkan seorang anak kuliahan ketimbang seorang jenius yang sedang diburu agen intelijen terkuat di dunia.

Shop with Me

Lipstik Maybelline new york
IDR 82.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Jas Hujan Axio Assio Europe Origina
IDR 250.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
One set crinkle
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
DVINE COLLAGEN
IDR 980.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Ia sudah mempersiapkan semuanya: empat laptop dan hard-drive yang berisi ratusan ribu data rahasia pemerintah AS. Di kamar hotel itulah Edward Snowden, si laki-laki jenius itu, menantikan nasibnya.

Bagaimana kisah lengkapnya? Yuk, simak artikel berikut!

Siapa Edward Snowden?

Lahir di sebuah kota kecil, Elizabeth City, AS pada 21 Juni 1983, Edward Snowden dikenal sebagai anak yang cerdas dan berbakat. Salah satu anggota keluarganya mengingat Snowden tak bisa lepas dari layar laptop, bahkan saat makan malam.

Dalam suatu wawancara, Snowden mengaku, “Sangat penasaran bagaimana cara kerja sistem komputer yang kompleks, jadi saya mengutak-atik laptop sepanjang hari untuk menemukan jawabannya.”

Namun, hingga memasuki umur 20, Snowden masih tidak memiliki pekerjaan tetap. Sampai pada 2001 terjadilah Tragedi 9/11. Tragedi itu, ia akui, sangat membekas dalam dirinya, membuatnya merasa terpanggil untuk membantu orang-orang yang teraniaya.

Seperti kebanyakan pemuda AS saat itu, Snowden memutuskan mendaftar sebagai tentara. Ia tercatat sebagai kandidat Pasukan Khusus Angkatan Darat AS pada 2004 dan memulai pelatihannya. Namun, Snowden merasa tidak sepemahaman dengan sebagian besar rekan yang ia temui dalam pelatihan. 

Ditambah cedera yang ia alami dalam masa pelatihan itu, Snowden harus merelakan mimpinya menjadi seorang tentara. Namun, seperti plot twist di film-film, kegagalan menjadi tentara justru menjadi ‘berkah’ baginya lantaran ia dilirik oleh badan intelijen nomor satu di dunia, CIA, sebagai computer engineer.

Di sinilah kisahnya dimulai.

Mengapa Edward Snowden Jadi Buronan?

Tanpa sertifikasi khusus apalagi ijazah sarjana di bidang komputer, siapa berani bermimpi bisa bekerja di CIA? Tapi, itu benar-benar terjadi pada Snowden. Sebagai seorang computer engineer, pekerjaan utama Snowden di samping mengatasi masalah-masalah teknis adalah memelihara keamanan sistem.

Pekerjaan itu ternyata membuat Snowden dikirim ke banyak negara. Snowden mengakui bahwa pekerjaannya menyenangkan, tapi beberapa konflik internal dengan rekan kerja dan atasan membuatnya harus mengundurkan diri.

Setelah itu, Snowden direkrut oleh kontraktor-kontraktor rekanan NSA, badan intelijen yang memiliki lingkup lebih kecil ketimbang CIA. Ketika bekerja di Dell, salah satu kontraktor tersebut, Snowden bertanggung jawab memelihara sistem komputer yang nantinya akan digunakan agen-agen NSA.

Jam terbang yang tinggi dan keterampilan yang mumpuni membuat Dell mempromosikannya sebagai “sysadmin” atau administrator tertinggi. Di sinilah Snowden mendapati kenyataan pahit dan mengerikan bahwa NSA memata-matai hampir seluruh warga negara AS lewat ponsel, komputer, atau laptop mereka.

Dalam periode itulah Snowden membocorkan ratusan ribu dokumen terkait dengan program-program rahasia pemerintah AS, di antaranya adalah “Prism”, program yang memungkinkan NSA mengakses email, foto, video, dan hampir seluruh data pengguna Facebook, Google, Microsoft, YouTube, Dropbox, dan Apple. 

Wah, jadi keinget skandal Cambridge Analytica, ya?

Ada juga program bernama “mobile phone intercepts” yang memungkinkan NSA menyadap jaringan komunikasi ponsel pegawai di perusahaan-perusahaan telekomunikasi dunia untuk menemukan celah keamanan yang bisa dieksploitasi.

Snowden juga membocorkan “Dishfire”, program NSA yang bertujuan mengumpulkan dan menganaliis data ratusan juta pesan singkat (SMS) dari pengguna di seluruh dunia. 

Semua data itu kemudian ia salin dan simpan dalam laptop-laptop pribadinya. Hingga suatu hari ia terpikir untuk menyebarkan informasi rahasia ini ke publik lewat bantuan jurnalis. Ribuan data rahasia ini pun akhirnya disebar ke publik, menjadikan Snowden buronan nomor satu di AS selama 8 tahun.

Satu dekade lebih setelah aksinya itu, Snowden mengungkapkan kekhawatirannya tentang teknologi berbasis AI, seperti Pegasus, yang menurutnya semakin membahayakan keamanan data pribadi.

Snowden kini diketahui menetap di Rusia setelah mendapatkan suaka politik dari pemerintahan Vladimir Putin. dalam wawancara dengan The Guardian, ia mengaku tidak menyesal menjadi whistleblower hingga diburu oleh negaranya sendiri.

Seru sekaligus menegangkan, ya, kisah Edward Snowden. Ladies mau tau kisah-kisah seru dan mendebarkan lainnya? Temukan semuanya di Newfemme!