Dikira Punah, Gajah Purba Ini Masih Hidup!

Dikira Punah, Gajah Purba Ini Masih Hidup!

Teknologi 79

Fisiknya lebih pendek dari gajah hari ini, tapi beratnya bisa mencapai 14 ton. Bulunya berwarna kemerah-merahan dan sangat tebal karena hidup di wilayah bersuhu dingin. Posisi gadingnya lebih rendah dari gajah hari ini, tapi lebih kuat dan besar. Diperkirakan hidup pada 25 juta hingga 11 ribu tahun lalu.

Shop with Me

SPIRO Mixed Fiber Detox Tubuh
IDR 769.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Botol Minum keren kustom
IDR 65.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Gluta drink
IDR 300.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Dress Hitam Bunga Bunga By Theclosetlover
IDR 97.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Itulah ciri-ciri Mastodon, gajah purba yang menjadi inspirasi untuk nama sebuah platform media sosial di Fediverse.

Psstt... Kalo belum baca tentang Fediverse, Ladies bisa baca dulu artikel ini.

Gelombang Migrasi

Jumlah pengguna Mastodon tercatat melonjak pada November 2022. Sebabnya? Elon Musk yang membeli Twitter—yang kemudian ia ubah menjadi “X”—langsung membuat kebijakan kontroversial: ingin menghilangkan pembatasan konten sama sekali agar tercipta free speech yang “murni”.

Musk bilang, free speech yang murni itu hanya bisa tercapai jika pembatasan untuk konten-konten yang dianggap rasis, seksis, homofobik, dan sebagainya dihilangkan, dan semua orang boleh berpendapat apa saja sebebas-bebasnya, tak boleh dibatasi sama sekali. 

Kebijakan ini mengkhawatirkan banyak orang dan kelompok, termasuk kalangan akademisi. Menurut mereka, kebijakan ini akan membuat hoax dan misinformasi semakin parah dan tidak terkendali.

Menghadapi kritik dan protes, Musk bergeming. Ia tetap pada pendiriannya. Frustrasi dan kecewa, terjadilah gelombang migrasi dari platform yang sudah berdiri sejak 2008 ke platform yang secara fungsi dan tampilan sangat mirip X, 

Apa lagi kalo bukan Mastodon?

Kisah Sang Doppelganger

Mastodon didirikan oleh seorang pemuda asal Jerman, Eugen Rochko Looks. Rochko sebenarnya adalah penggemar platform X karena fungsinya yang sangat efektif sebagai microblogging platform.

Namun, ia merasa X perlu diubah menjadi platform yang tidak dikuasai oleh satu orang atau perusahaan saja, melainkan oleh para penggunanya. 

“Secara umum, orang-orang mulai menaruh rasa tidak percaya dengan X karena kebijakan top-down yang dilakukan petingginya” kata Rochko dalam suatu wawancara.

Sebagian orang mungkin akan menganggapnya aneh karena mana mungkin ada investor yang tertarik?

Tapi Rochko punya alasannya sendiri: tanpa dilandasi oleh motif profit, penyalahgunaan platform dan hal-hal negatif lain akan menghilang dengan sendirinya.

Dengan dasar itulah Rochko mendirikan Mastodon, platform yang desain dan fungsinya mirip dengan X, pada 2016. 

Mastodon perlahan-lahan mulai meraih popularitas dan mencapai puncaknya pada 2022 ketika Musk mengambil alih X. Hingga hari ini, Mastodon tercatat memiliki 16 juta pengguna.

Meluruskan asumsi penyebaran hoax dan misinformasi di Mastodon yang akan lebih parah karena moderasi kontennya dianggap tidak seketat X, Rochko mengatakan bahwa justru Mastodon menetapkan moderasi yang lebih ketat.

Misalnya, jika ada konten bernada rasis, maka server-server lain dapat berembuk apakah akan menerapkan ban konten beserta pengguna di baliknya. Dengan cara ini, lanjut Rochko, moderasi menjadi proses yang lebih demokratis, tidak lagi menjadi keputusan yang diambil secara top-down.

Dengan membuat Mastodon mungkin Rochko mau menunjukkan kalo di dunia ini sebenernya nggak ada yang bener-bener punah karena semuanya bisa "dibangkitkan" lagi buat jadi inspirasi.

Kira-kira, apa lagi yang bisa dibangkitkan dari kepunahan, ya?

Download Newfemme sekarang dan temukan jawabannya!