Glaukoma: Si Pencuri Penglihatan

Glaukoma: Si Pencuri Penglihatan

Kesehatan 127

Glaukoma merupakan sekelompok kelainan mata yang merusak saraf optik. Kondisi merupakan kondisi paling umum yang menyebabkan kehilangan penglihatan (kebutaan). Kerusakan optik tersebut terjadi karena adanya cairan yang menumpuk dan memberikan tekanan di bagian depan mata (tekanan intraokular). Bagi sebagian orang, tekanan ini masih normal, walaupun ia menderita glaukoma.

Shop with Me

Wardah Crystal Secret Essential Package (Cleanser 100 ml, Serum 20 ml, Day Cream 30 g)
IDR 397.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Zinc Zink Capsule Tiens Original Suplemen Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak Peninggi Penggemuk Badan Dewasa Anak Kecerdasan Otak Permanen ampuh Obat herbal Alami Termurah Isi 60 Kapsul
IDR 152.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Theraskin Oil Control Facial Wash240mL
IDR 81.840
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Dress Hitam Bunga Bunga By Theclosetlover
IDR 97.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor 2 setelah katarak dan berkaitan dengan usia seseorang. Ketika penyakit ini tidak ditangani dengan baik (tidak dideteksi dini), maka dampaknya adalah kehilangan penglihatan dan kebutaan secara permanen atau tidak dapat disembuhkan lagi. Terdapat beberapa jenis glaukoma, diantaranya yaitu:

  • Glaukoma sudut terbuka: cairan menumpuk di saluran drainase mata dan baru memberikan tekanan pada saraf optik mata setelah bertahun-tahun di san, maka dari itu gejalanya sering kali tidak dikenali

  • Glaukoma sudut tertutup (tiba-tiba): sudut antara iris dan kornea terlalu sempit, sehingga menyumbat saluran drainase dan membuat cairan sulit keluar dari mata, akibatnya tekanan mata meningkat

  • Glaukoma tekanan normal: penyebabnya belum diketahui secara pasti

  • Glaukoma kongenital: bayi dilahirkan dengan saluran drainase yang tidak terbentuk dengan baik selama dalam kandungan

Gejala

Glaukoma sering dijuluki sebagai “pencuri penglihatan” karena dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala dini, bahkan perubahannya bisa terjadi secara bertahap, sehingga banyak tanda-tanda yang terlewatkan dan pada akhirnya kehilangan penglihatan. Maka dari itu, disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk mendeteksinya. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan adalah:

  • Sakit atau tekanan pada mata

  • Sakit kepala

  • Muncul lingkaran cahaya berwarna pelangi di sekitar lampu

  • Penglihatan kabur, menyempit, atau muncul titik buta

  • Mata merah

  • Mual atau muntah

Gejala utama pada glaukoma yaitu sakit atau tekanan pada mata

Penyebab

Glaukoma bisa terjadi akibat apapun. Namun, utamanya berkaitan dengan tekanan intraokular mata. Mata manusia menghasilkan cairan yang disebut dengan aqueous humor (bertujuan untuk menutrisi mata). Cairan ini mengalir melalui pupil ke arah depan mata. Pada mata yang sehat, cairan keluar melalui saluran drainase yang terletak di antara iris dan kornea. 

Sementara itu, pada orang dengan glaukoma, saluran drainase ini mengalami masalah, sehingga cairan tidak dapat mengalir kemana-mana, akibatnya menumpuk di mata, memberikan tekanan, dan pada akhirnya merusak saraf optik. Di sisi lain, mata mungkin terlalu banyak menghasilkan cairan, sehingga tidak dapat dikeluarkan dengan cepat. Faktor risiko terjadinya glaukoma adalah sebagai berikut:

  • Bertambahnya usia

  • Orang Asia dan Inuit

  • Orang kulit hitam

  • Penderita diabetes mellitus

  • Riwayat keluarga dengan glaukoma

  • Rabun jauh dan rabun dekat

  • Tekanan darah tinggi dan tekanan darah rendah

  • Penggunaan kortikosteroid jangka panjang

  • Cedera pada operasi mata

Diagnosis

Dikarenakan gejala glaukoma berpotensi untuk tidak dikenali, maka penting bagi kita semua untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk mendeteksinya, tidak hanya glaukoma, tetapi juga untuk masalah mata lainnya. Beberapa tes yang biasanya idilakukan adalah sebagai berikut:

  • Pemeriksaan mata melebar untuk melihat pelebaran pupil dan saraf optik di bagian belakang mata

  • Pemeriksaan sudut pertemuan iris dan kornea (gonioskopi)

  • Mencari perubahan pada saraf optik (optical coherence tomography)

  • Pemeriksaan tekanan mata (tonometry)

  • Mengukur ketebalan kornea (pachymetry) 

  • Pemeriksaan bagian dalam dalam dengan mikroskop khusus (slit-lamp exam)

  • Tes ketajaman penglihatan untuk memeriksa kehilangan penglihatan

  • Tes bidang visual untuk memeriksa kemampuan melihat sesuatu dari samping

Cegah glaukoma dengan rutin melakukan pemeriksaan mata

Pengobatan

Ketika glaukoma tidak diobati, maka kemampuan melihat akan hilang secara permanen atau kebutaan terjadi lebih cepat. Perawatan hanya dapat memperlambat kehilangan penglihatan tambahan, tetapi tidak bisa memulihkan penglihatan yang hilang. Maka dari itu lagi-lagi, penting untuk memeriksa mata secara rutin. Beberapa pilihan pengobatan adalah sebagai berikut:

  • Obat tetes mata (digunakan setiap hari)

  • Terapi laser (untuk meningkatkan pengeluaran cairan mata)

  • Operasi mata

Glaukoma merupakan penyakit mata serius yang membutuhkan deteksi dini dan perawatan yang tepat untuk mencegah kehilangan penglihatan tambahan. Penyakit ini terjadi karena adanya tekanan pada mata yang menyebabkan saraf optik rusak. Demi meminimalkan risikonya, maka rutinlah melakukan pemeriksaan mata. Yuk baca artikel kesehatan Newfemme lainnya!