Hiperemesis Gravidarum: Mual Muntah Ekstrem Selama Kehamilan

Hiperemesis Gravidarum: Mual Muntah Ekstrem Selama Kehamilan

Kesehatan 78

Hiperemesis gravidarum (HEG) merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan mual dan muntah ekstrem dan terjadi secara terus-menerus selama kehamilan. Sederhananya, HEG mirip seperti morning sickness, tetapi versi parahnya karena mampu menyebabkan ibu hamil mengalami penurunan berat badan serta dehidrasi. 

Shop with Me

Kuas Make Up Set Mini Travel Brush Berbagai Warna Imut Free Pouch Isi 8
IDR 9.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Wardah UV Shield Essential Sunscreen Gel SPF 30 PA +++ 40 ml
IDR 35.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sabun Nuvo Cair Kemasan 60 ml
IDR 3.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Handuk Grosir Murah Berkualitas (Ukuran 70x140)
IDR 85.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Hiperemesis Gravidarum vs Morning Sickness

Morning sickness mungkin hampir dialami oleh 80% ibu hamil, tetapi tidak dengan hiperemesis gravidarum yang hanya sekitar 3%. Morning sickness cenderung mereda setelah melewati trimester pertama (12 minggu kehamilan), sementara HEG lebih lama daripada itu, dan menyebabkan ibu hamil muntah-muntah tidak hanya di pagi hari. Akibatnya, mereka mungkin perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk mencegah dehidrasi.

Gejala

Hiperemesis gravidarum sering kali dimulai pada trimester pertama kehamilan (6 minggu awal) dengan gejala yang bertahan selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan hingga melahirkan. Maka dari itu, mungkin akan sulit bagi seorang ibu hamil untuk beraktivitas seperti biasa. Beberapa gejala HEG paling umum adalah sebagai berikut:

  • Mual yang parah

  • Frekuensi muntah tinggi (lebih dari tiga kali sehari)

  • Penurunan lebih dari 5?ri berat badan sebelum hamil

  • Tidak mampu konsumsi makanan atau cairan

  • Dehidrasi (yang ditandai dengan urin pekat, kulit kering, lemah, dan sakit kepala)

  • Peningkatan air liur

  • Pusing

  • Frekuensi buang air kecil menurun

  • Kelelahan yang luar biasa

  • Pingsan

  • Sakit kepala

Gejala umum hiperemesis gravidarum meliputi mual parah, sering muntah, penurunan berat badan, dan dehidrasi

Sementara itu, gejala lain yang kurang umum diantaranya  meliputi tekanan darah rendah, detak jantung cepat, kulit kering, kebingungan, penyakit kuning karena kerusakan hati, serta Sindrom Wernicke-Korsakoff. Beberapa orang memiliki risiko yang lebih tinggi terkena hiperemesis gravidarum jika memiliki faktor risiko berikut ini:

  1. Pernah mengalami hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya

  2. Hamil kembar dua, tiga, atau lebih

  3. Bari pertama kali hamil

  4. Memiliki anggota keluarga inti dengan riwayat mual muntah di pagi hari yang parah

  5. Memiliki riwayat penyakit migrain atau mabuk perjalanan

  6. Memiliki penyakit trofoblas gestasional (GTD), yang melibatkan pertumbuhan sel abnormal di rahim Anda

Penyebab

Belum diketahui secara pasti penyebab hiperemesis gravidarum, namun kemungkinan besar terjadi karena peningkatan kadar hormon, terutama human chorionic gonadotropin (HCG). Kadar HCG ini mencapai puncaknya sekitar minggu 10-20 kehamilan, yang merupakan waktu di mana kasus HEG dilaporkan memiliki gejala yang sangat parah. Selain HCG, hormon lain yang juga menjadi penyebab mual dan muntah adalah GDF15 dan estrogen.

Hiperemesis gravidarum dipercaya terjadi karena peningkatan hormon  human chorionic gonadotropin

Diagnosis

Kondisi hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan komplikasi yang tidak diinginkan, misalnya kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, atau keterlambatan perkembangan. Hal ini karena ibu tidak mendapatkan nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan selama kehamilan. Maka dari itu, penting untuk melakukan pemeriksaan jika gejalanya semakin parah. 

Dokter biasanya akan  mengkaji terkait gejala dan riwayat kesehatan, termasuk apakah ada atau tidaknya penurunan berat badan dalam jumlah banyak. Selain itu, mungkin diperlukan juga tes darah dan urin untuk memastikan kondisi dehidrasi, serta USG untuk memeriksa jumlah janin yang dikandung. Diagnosis HEG harus ditegakkan setelah mengesampingkan penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan.

 

Hiperemesis gravidarum merupakan mual muntah ekstrem yang terjadi selama kehamilan. Gejalanya seperti tingginya frekuensi muntah, penurunan berat badan, serta dehidrasi dapat menjadi kondisi yang menantang dan mengancam bagi kesehatan ibu hamil maupun bayi yang dikandungnya. Maka dari itu, besar kemungkinannya seseorang harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan pemantauan medis yang tepat.