3 Cara Menghilangkan Mata Kuning

3 Cara Menghilangkan Mata Kuning

Kesehatan 182

1. Pengobatan Medis

Sebelum seseorang mendapatkan perawatan medis, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui penyebab mata kuning. Kemudian, rencana pengobatannya akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut dan pastinya setelah mengetahui kondisi medisnya. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Shop with Me

Kuas Make Up Set Mini Travel Brush Berbagai Warna Imut Free Pouch Isi 8
IDR 9.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Wardah Crystal Secret Essential Package (Cleanser 100 ml, Serum 20 ml, Day Cream 30 g)
IDR 397.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Azzura Two Way Cake
IDR 27.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
kaos rib rumbai ruffle lengan panjang
IDR 50.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
  • Anemia sel sabit: transfusi darah

  • Sindrom Gilbert: mayoritas tidak memerlukan pengobatan

  • Hepatitis: antivirus

  • Alkohol atau paparan racun: mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol dan menghindari racun

  • Penyumbatan saluran empedu: operasi

  • Iritasi mata: obat tetes atau pelindung mata luar ruangan

Berkonsultasilah dengan dokter jika mengalami mata kuning

2. Pengobatan Rumahan Orang Dewasa

Selain dari pengobatan secara medis, ada beberapa strategi pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan mata kuning. Umumnya, pendekatan yang dilakukan adalah berkaitan dengan penyesuaian gaya hidup, khususnya bagi orang dewasa. Berikut adalah beberapa strategi yang boleh dicoba:

  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar tidak dehidrasi

  • Pastikan untuk mengonsumsi serat yang cukup setiap harinya, bisa dari buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian.

  • Usahakan mengonsumsi protein sedikit atau tanpa lemak, bisa dari ikan, daging ayam yang dibuang kulitnya, lean meat, kacang-kacangan, dan polong-polongan

  • Hindari makanan olahan atau kemasan.

  • Hindari makanan yang tinggi lemak jenuh dan trans, misalnya gorengan dan makanan cepat saji

  • Hindari karbohidrat olahan, misalnya kue atau roti manis dan permen

  • Batasi atau hindari mengonsumsi alkohol secara berlebihan

  • Batasi atau berhenti merokok atau menggunakan produk tembakau.

  • Menahan diri dari menggunakan obat-obatan terlarang atau menyalahgunakan obat resep

  • Rutin olahraga

Modifikasi gaya hidup, termasuk makan-makananan yang dikonsumsi, alkohol, dan rokok

3. Pengobatan Rumahan Bayi Baru Lahir

Bagaimana dengan penyakit kuning yang terjadi pada bayi baru lahir? Penyakit kuning bayi baru lahir sangat umum terjadi dan seringkali tidak dapat dicegah. Hanya 1 dari 20 bayi yang lahir dengan kondisi ini memerlukan perawatan medis. Ketika pengobatan diperlukan, dokter mungkin merekomendasikan fototerapi dengan selimut serat optik (fiber optic blankets).

Kondisi bayi menguning disebabkan karena sistem pembuangan senyawa bilirubin dalam tubuhnya belum berkembang sepenuhnya. Hal ini biasanya bukan merupakan kondisi yang serius dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun, jika memang memiliki kekhawatiran tersendiri, coba konsultasi dengan dokter. Orang tua atau pengasuh mungkin dapat melakukan beberapa strategi berikut ini untuk membantu mengurangi kuning:

  • Mulai menyusui sesegera mungkin, terutama dalam beberapa jam pertama kehidupan si bayi

  • Berikan ASI dan fokuskan pada jumlah dan lamanya si bayi menyusui

  • Pastikan bayi tetap terbangun selama menyusu

  • Hindari penggunaan suplemen

Mata kuning menandakan ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuhmu, bisa saja diakibatkan oleh masalah ringan, tetapi bisa juga jadi sesuatu yang lebih serius. Maka dari itu, penanganan pertamanya harus diperoleh dari dokter. Jika parah atau tidak diobati, kondisi ini dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi, misalnya kerusakan jaringan tubuh atau kegagalan fungsi organ.

Selanjutnya, barulah dibantu dengan pengobatan rumahan. Mulai dari perubahan pola makan ke arah yang lebih baik dan bergizi (perbanyak sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan), minum air yang cukup, rutin olahraga, serta jauhi alkohol, rokok, atau tembakau. Jika terjadi pada si kecil, maka usahakan untuk terus menstimulasinya agar mau menyusu. Ladies pernah coba tips-nya tidak?

 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!