Bali Belly: Keracunan Makanan Pada Turis

Bali Belly: Keracunan Makanan Pada Turis

Kesehatan 235

Bali belly sebenarnya merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan keracunan makanan yang ditandai oleh diare atau muntah. Kondisi ini banyak dialami oleh turis atau wisatawan. Selain itu, dapat pula disertai gejala lain seperti kembung, kehilangan nafsu makan, demam, pusing, berkeringat, kelesuan, hingga kram perut. 

Shop with Me

Theraskin Advanced Acne Protection Day Cream
IDR 31.200
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Torenda Renda Prada - Flower Silver Black / Meter (KI.10700)
IDR 175.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mainan edukasi anak pukul bola warna warni pound a sliding ball
IDR 27.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Playdoh Mini Food Truck Kitchen Creations Play Doh Dough Playdough - Burger
IDR 42.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Penyebab

Bali belly dapat disebabkan oleh virus atau bakteri di dalam makanan atau air yang terkontaminasi. Virus yang paling umum ditemukan adalah Rotavirus dan Norovirus, sementara bakteri yang sering terdeteksi adalah E.coli, Salmonella, Shigella, dan Campylobacter. Selain itu, bali belly mungkin juga disebabkan oleh parasit Giardia lamblia. 

Bakteri akan dengan senang hati tumbuh di wilayah tropis dan lembab, salah satunya Indonesia. Selain itu, mikroorganisme ini juga senang hidup di area yang tidak bersih. Perlu diingat bahwa makanan yang terakhir dimakan bukan berarti itulah biang keroknya. Hal ini karena gejala bisa saja muncul dalam waktu 1 jam hingga 48 jam kemudian, bahkan bisa berminggu-minggu setelahnya.

Keracunan makanan disebabkan oleh mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit

Pengobatan

Umumnya, diare yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya, sementara antibiotik dapat digunakan untuk mengobati diare yang disebabkan oleh bakteri. Namun, konsumsinya tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan bakteri justru menjadi kebal dengan obat. Langkah utama untuk mengatasi diare adalah dengan mengganti cairan tubuh yang hilang. 

Selain itu, orang dengan diare akut perlu mengganti kehilangan elektrolit dari tubuhnya pula. Caranya bisa dengan membeli bubuk oralit yang dijual bebas di apotek, membeli produk minuman elektrolit, atau membuatnya sendiri dengan mencampurkan garam dan gula dengan air. Gejala lainnya dapat diatasi dengan konsumsi obat antimual, pereda nyeri, atau penurun panas.

Pencegahan

Lansia dan seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami bali belly. Bagi siapa saja yang ingin berwisata ke wilayah lain, terutama beriklim tropis seperti Indonesia khususnya Bali, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya bali belly. Apa saja itu? Berikut tips-nya!

  1. Perhatikan air minum yang dikonsumsi. Untuk menjaga keamanannya, lebih dianjurkan untuk membeli air minum dalam kemasan (AMDK). Jika tidak, maka pastikan untuk memesan air yang sudah matang mencapai suhu titik didih air atau hindari minuman dengan es karena ada risiko batu es terbuat dari air yang tidak steril.

  2. Jaga kebersihan diri. Rutinlah mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau cairan antiseptik, baik sebelum atau setelah makan. buang air kecil, atau besar.

  3. Perhatikan makanan yang dikonsumsi. Sebisa mungkin untuk memilih makanan segar atau baru dimasak, usahakan menghindari makanan cepat saji dan makanan yang tidak matang sempurna.

  4. Pastikan alat makan bersih. Alat makan harus dalam keadaan bersih dan kering sebelum digunakan. Sediakan tisu atau handsanitizer food grade. 

  5. Siap sedia obat-obatan. Jika memiliki riwayat masalah pencernaan, maka konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum bepergian atau sediakan obat-obatan pribadi.

Pastikan untuk menjaga kebersihan diri sendiri serta alat makan yang digunakan

Nah, jadi bali belly merupakan sebutan untuk keracunan makanan akibat bakteri, virus, atau parasit yang terjadi ketika seorang turis di Bali mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang dari tubuh, serta mengonsumsi obat tertentu untuk meredakan gejala lainnya. Meskipun kita orang Indonesia, tapi pernah tidak nih Ladies mengalaminya?

 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!

Komentar

User NewFemme

Nia Lurastika

17 Dec, 2023 17:29

Good