Delayed Sleep Phase Syndrome: Sulit Tertidur, Sulit Bangun

Delayed Sleep Phase Syndrome: Sulit Tertidur, Sulit Bangun

Kesehatan 1125

Delayed sleep phase syndrome (DSPS) termasuk ke dalam jenis gangguan tidur ritme sirkadian, yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk terlelap pada waktu tidur yang sepatutnya. Sebaliknya, tidur mereka akan tertunda, setidaknya selama dua jam atau lebih, meskipun saat itu dalam keadaan yang lelah

Penundaan tersebut menyebabkan penderitanya sulit bangun tepat waktu untuk bekerja atau sekolah. Contoh sederhana delayed sleep phase syndrome adalah ketika seseorang tidur tengah malam (yang seharusnya pukul 10) dan kemudian kesulitan bangun di pagi hari, misalnya pukul 6 pagi untuk berangkat kerja atau sekolah. 

Gejala

Delayed sleep phase syndrome sering terjadi pada anak remaja dan dewasa muda, namun orang dari segala usia bisa mengalaminya. Mereka dengan kondisi ini akan sulit untuk tidur di waktu-waktu konvensional. Meskipun begitu, durasi dan kualitasnya tidak bermasalah. Mayoritas orang dengan DSPS akan mengalami kesulitan sebagai berikut:

1. Sulit Tertidur

Jam internal tubuh memberikan sinyal peringatan untuk tidur lebih lambat dari biasanya, sehingga seseorang tetap terjaga beberapa jam setelah tengah malam.

2. Sulit Bangun

Jam internal tubuh tidak memberikan sinyal peringatan yang kuat agar seseorang terbangun dari tidurnya, sehingga mereka tidak terbangun pada waktu-waktu yang seharusnya orang lain terbangun.

Orang dengan delayed sleep phase syndrome akan sulit tertidur dan terbangun

Penyebab

Delayed sleep phase syndrome disebabkan oleh ketidaksesuaian jadwal tidur-bangun alami (ritme sirkadian) seseorang dengan jadwal sepatutnya. Yang mana ini dikendalikan oleh jam internal tubuh. Jam ini menggunakan isyarat gelap dan terang untuk mengatur kapan waktunya tidur dan kapan waktunya bangun.

Pada mereka dengan DSPS, respon terhadap isyarat ini terlambat. Beberapa penyebabnya yaitu:

  • Ketidakteraturan jam tidur atau jam kerja

  • Jet lag

  • Gangguan tidur yang menyebabkan seseorang sulit tertidur

  • Kurangnya paparan sinar matahari dalam waktu lama

  • Kebutaan

  • Kerusakan otak akibat penyakit atau cedera

  • Konsumsi obat-obatan tertentu

  • Genetik 

Delayed Sleep Phase Syndrome Tidak Sama dengan Night Owl

Delayed sleep phase syndrome tidaklah sama dengan “night owl”. Mereka yang termasuk ke dalam night owl memang memilih untuk begadang, misalnya untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan, lalu menyebabkan mereka bangun lebih lambat dari biasanya. Ketika rutinitasnya sudah kembali normal, mereka dapat menyesuaikan jadwal tidurnya kembali. 

Berbeda pada orang dengan DSPS, begadang bukanlah tujuan mereka tetap terjaga, melainkan jam internal tubuhlah yang terlambat mengirimkan sinyal. Hal ini terjadi meskipun saat itu tubuh sudah lelah. Dikarenakan sulitnya untuk menyesuaikan jam tubuh tersebut, mereka menjadi sulit untuk tidur dan bangun di waktu normal.

Diagnosis

Terkadang, seseorang kerap kali memaksakan dirinya untuk tidur dan bangun mengikuti waktu rutinitas normal. Maka dari itu, seringkali mereka didiagnosis dengan insomnia bukan DSPS. Selain pengkajian riwayat kesehatan, terdapat beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis delayed sleep phase syndrome, diantaranya yaitu:

  • Sleep log: seseorang diminta untuk mencatat kapan waktu mereka tertidur dan terbangun setiap hari.

  • Actigraphy: seseorang akan menggunakan alat di pergelangan tangan untuk melacak pola tidur-bangunnya.

  • Polysomnogram: seseorang akan menjalani tes tidur semalam untuk memantau gelombang otak dan detak jantung.

Sleep log akan membantu kamu untuk melacak waktu tidur dan bangun setiap hari

Pengobatan

Proses pengobatan untuk delayed sleep phase syndrome disebut dengan kronoterapi. Tujuan dari perawatan ini adalah untuk memperbaiki pola siklus tidur-bangun seseorang melalui berbagai macam pendekatan. Rencana perawatan yang dibuat akan didiskusikan dan disesuaikan antara dokter dengan penderita DSPS, seperti:

  • Mempercepat jam internal: mencoba untuk tidur dan bangun 15 menit lebih awal, sehingga kedepannya pola tidur lambat laun akan berubah dalam beberapa hari

  • Menunda jam internal: menunda waktu tidur sebanyak 1 hingga 2,5 jam setiap 6 hari hingga mencapai pola tidur yang sesuai

  • Melatonin: mengonsumsi suplemen melatonin untuk membantu mengatur ritme sirkadian dan pola tidur

  • Light therapy: mendudukkan diri di dekat lampu atau jendela terang selama 30 menit setelah bangun tidur untuk merangsang produksi melatonin

  • Menerapkan good sleep hygiene

Jadi, delayed sleep phase syndrome adalah jenis gangguan tidur di mana seseorang sulit tertidur di malam hari sehingga menyebabkan mereka terlambat bangun. Mereka tidur dan bangun di waktu yang tidak normal seperti orang lain, dan itu tidak disebabkan karena mereka sengaja begadang. Ladies kalau sulit tidur biasanya ngapain nih?

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!