Productive Procrastination: Meningkatkan Produktivitas saat Menunda Tugas Utama

Productive Procrastination: Meningkatkan Produktivitas saat Menunda Tugas Utama

Gaya Hidup 741

Prokrastinasi sering kali dianggap sebagai perilaku yang merugikan, yang menghambat kemajuan kita dalam menyelesaikan tugas-tugas penting. Namun, ada fenomena menarik yang dikenal sebagai "productive procrastination" atau prokrastinasi yang produktif. Dalam praktiknya, produktif prokrastinasi melibatkan mengalihkan fokus dari tugas utama yang ditunda ke kegiatan lain yang tetap produktif dan kreatif. Lantas, seperti apa sih konsep dan contoh kegiatan dari productive procrastination serta apa manfaatnya?

Apa itu Productive Procrastination?

Productive procrastination yaitu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam mengalihkan waktu yang seharusnya dihabiskan untuk tugas utama malah mengerjakan tugas lain yang juga memiliki nilai. Misalnya, jika kamu harus menyelesaikan tugas besar yang membutuhkan banyak waktu dan konsentrasi, daripada terus-menerus terjebak dalam siklus prokrastinasi dengan menghindari tugas tersebut, kamu dapat mengalihkan perhatian ke tugas lain yang tidak memakan waktu tetapi memiliki manfaat. Dengan cara ini, kamu akan tetap produktif dan dapat memanfaatkan waktu secara efektif.

Baca juga :

Mengenal Tanda-tanda Inner Child yang Terluka

Contoh Kegiatan Productive Procrastination

  • Membaca: Menggunakan waktu kerja untuk membaca buku, artikel, atau blog dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kamu.
  • Belajar: Memanfaatkan waktu luang untuk mempelajari sesuatu atau keahlian baru yang relevan dengan pekerjaan.
  • Mengatur dan Merapikan: Membersihkan meja kerja, mengatur file, atau mengatur ulang sistem yang berantakan. Ini dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih teratur dan efisien.
  • Berolahraga: Melakukan latihan fisik ringan seperti berjalan-jalan singkat, melakukan peregangan, atau yoga dapat membantu meningkatkan energi dan fokus kita.
  • Mengeksplorasi Kreativitas: Menggambar, menulis, atau bermain alat musik. Aktivitas ini dapat memicu kreativitas kita dan memberikan waktu istirahat yang menyegarkan. 
  • Merencanakan dan mengorganisir: Menggunakan waktu luang untuk merencanakan tugas mendatang, membuat daftar prioritas, atau mengatur jadwal dapat membantu meningkatkan efisiensi kita di masa depan.

Manfaat Productive Procrastination

1. Peningkatan kreativitas

Mengalihkan perhatian ke kegiatan yang berbeda tetapi masih bermanfaat dapat merangsang pikiran kreatif kita. Ketika kita memberikan ruang bagi ide-ide baru untuk muncul, kita sering menemukan solusi yang lebih inovatif dan segar untuk tugas utama yang ditunda.

2. Mengurangi stres

Prokrastinasi yang terasa buruk seringkali membuat kita merasa tertekan dan cemas. Dengan productive procrastination, kita dapat mengurangi stres dengan melakukan tugas-tugas alternatif yang memberikan rasa pencapaian tanpa merasa terbebani oleh tugas utama yang ditunda.

3. Meningkatkan efisiensi

Dengan melibatkan diri dalam tugas yang tetap produktif, kita dapat menghindari perasaan bersalah karena prokrastinasi total dan merasa lebih produktif secara keseluruhan. Hal ini dapat membantu kita mempertahankan momentum dan mendorong produktivitas secara keseluruhan.

Productive procrastination dapat memberikan sejumlah manfaat bagi produktivitas dan kesejahteraan pribadi. Manfaat pertama yang akan didapatkan yaitu membantu menghindari kamu jatuh ke dalam siklus prokrastinasi yang tidak produktif dan merugikan. Dengan menggeser fokus ke kegiatan yang berguna, kamu dapat memanfaatkan waktu yang sebelumnya terbuang percuma. Selain itu, productive procrastination dapat memberi kamu rasa pencapaian dan kepuasan sendiri, karena kamu masih melakukan sesuatu yang produktif meskipun tidak langsung terkait dengan tugas utama yang seharusnya dikerjakan.