Logo NewFemme
Kenali Tipe dan Penyebab Tekanan Darah Rendah

Kenali Tipe dan Penyebab Tekanan Darah Rendah

Kesehatan 104

Ladies, apakah kamu pernah merasa pusing ketika berdiri dari duduk atau berbaring? Jika iya, mungkin itu merupakan gejala darah rendah. Gejala rendah atau hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang berada dibawah nilai 90/60 mmHg. Tekanan darah normal seorang manusia dewasa umumnya berada di kisaran 120/80 mmHg. Kita perlu mengenali penyebab darah rendah karena bisa jadi menjadi gejala atas masalah kesehatan yang lebih serius.

Tipe Darah Rendah

Darah rendah dapat dibedakan menjadi beberapa tipe berdasarkan penyebabnya, yaitu :

  1. Orthostatic hypotension

Darah rendah postural adalah kondisi turunnya tekanan darah secara mendadak ketika berdiri setelah berada dalam posisi duduk atau berbaring. Penyebabnya bisa jadi dehidrasi, kehamilan, kelelahan, serta beberapa kondisi kesehatan atau pengobatan tertentu.

  1. Postprandial hypotension.

Pada tipe ini, tekanan darah akan mengalami penurunan setelah 1-2 jam dari waktu makan. Kondisi ini lebih sering ditemui pada orang lanjut usia yang mengidap tekanan darah tinggi atau gangguan pada sistem saraf otonom, seperti penyakit parkinson.

  1. Neurally mediated hypotension

Tipe darah rendah ini kerap ditemui pada orang dengan usia muda hingga anak-anak yang berdiri terlalu lama. Kondisi ini disebabkan adanya miskomunikasi antara otak dengan jantung.

  1. Multiple system atrophy with orthostatic hypotension 

Darah rendah postural yang dibersamai dengan masalah pada sistem saraf. Tipe ini juga dikenal dengan istilah Shy-Drager syndrome yang merupakan kondisi langka dimana terdapat gangguan pada sistem saraf yang bekerja tanpa sadar, seperti tekanan darah, detak jantung, pernapasan, dan pencernaan.

Kondisi yang Memicu Darah Rendah

Berikut merupakan kondisi medis yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah:

  1. Kehamilan, tepatnya pada 24 minggu pertama usia kehamilan.

  2. Kondisi jantung dan katup jantung yang tidak normal seperti serangan jantung, gagal jantung, dan detak jantung yang terlalu rendah.

  3. Penyakit yang berkaitan dengan hormon yang mempengaruhi kelenjar paratiroid dan kelenjar adrenal, seperti penyakit addison, dapat menurunkan tekanan darah. Darah rendah terkadang juga disebabkan kadar gula rendah dan diabetes.

  4. Dehidrasi atau kekurangan asupan air dapat menyebabkan meningkatnya volume darah dalam sehingga tekanan darah menjadi berkurang. 

  5. Kekurangan asupan nutrisi seperti vitamin B-12, asam folat, dan zat besi mencegah tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang menyebabkan anemia.

  6. Infeksi parah atau septicemia yang diakibatkan masuknya infeksi pada peredaran darah tubuh dapat menyebabkan tekanan darah menurun hingga level membahayakan.

  7. Kehilangan darah dari luka atau pendarahan dalam dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.

Tekanan darah seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti posisi tubuh, cara pernapasan, asupan makan dan minum, obat yang dikonsumsi, kondisi fisik, hingga level stres. Tekanan darah akan berada di titik terendahnya pada saat malam hari dan akan meningkat setelah bangun tidur. Untuk menjaga tekanan darah agar berada dalam rentang yang normal, sekitar 120/80 mmHg, bisa dengan menerapkan pola makan gizi seimbang dan dibarengi dengan aktivitas fisik yang cukup.

Jangan lupa untuk membaca artikel kesehatan lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:
Mayo Clinic Staff. (2022). Low blood pressure (hypotension). Mayo Clinic. [online]. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20355465