Logo NewFemme
Mengenal Lemak dalam Tubuh Kita: Apa Saja Jenisnya?

Mengenal Lemak dalam Tubuh Kita: Apa Saja Jenisnya?

Kesehatan 118

Ladies, tahukah kamu bahwa ada dua jenis lemak utama yang berbeda dalam tubuh kita? Lemak di tubuh kita secara umum dapat dibagi menjadi lemak visceral dan subkutan. Lemak subkutan adalah lemak berada tepat di bawah kulit, sedangkan lemak visceral adalah lemak yang mengelilingi organ. 

Kita bisa kok, mengurangi keberadaan lemak subkutan maupun visceral. Penurunan lemak subkutan dapat membuat kita memiliki lingkar tubuh yang kecil, dan biasanya berhubungan dengan penurunan berat badan serta pembentukan tubuh. Sedangkan, penurunan lemak visceral dapat meningkatkan kesehatan kita terutama terkait dengan penyakit tidak menular. 

Lemak subkutan biasanya dapat terlihat dan bisa dicubit. Setiap orang dilahirkan dengan lemak subkutan maupun visceral, namun jumlah lemak subkutan yang kita miliki tergantung pada genetika serta faktor gaya hidup seperti aktivitas fisik dan diet. Secara umum, orang dengan lemak subkutan yang tinggi seringkali memiliki lemak visceral yang tinggi pula. Sehingga, lemak subkutan bisa menjadi tanda adanya lemak visceral

Orang lebih cenderung menumpuk lemak ketika:

  1. Tidak banyak bergerak atau menghabiskan banyak waktu untuk duduk.
  2. Jarang atau tidak melakukan latihan aerobik.
  3. Memiliki sedikit massa otot.
  4. Mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang mereka bakar.
  5. Resisten insulin atau menderita diabetes.

Apakah lemak buruk bagi tubuh?

Lemak merupakan simpanan energi untuk tubuh, serta membantu mengatur suhu tubuh. Lebih lanjut, lemak subkutan berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi otot dan tulang dari benturan atau jatuh, berfungsi sebagai jalan untuk saraf dan pembuluh darah antara kulit dan otot, dan membantu menempelkan kulit ke otot dan tulang

Meskipun lemak adalah bagian penting dari tubuh, tetapi jika terlalu banyak disimpan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan termasuk:

  1. Penyakit jantung dan stroke
  2. Tekanan darah tinggi
  3. Diabetes tipe 2
  4. Jenis kanker tertentu
  5. Apnea tidur
  6. Perlemakan hati
  7. Penyakit ginjal

Bagaimana cara mengetahui jika memiliki terlalu banyak lemak?

Cara paling akurat adalah dengan menggunakan Bioimpedance Analysis (BIA) untuk mengukur komposisi tubuh dan mengetahui persen lemak tubuh. Menurut The American Council on Exercise, kadar lemak tubuh yang baik adalah:

              Atlet perempuan: 14-20%

              Atlet laki-laki: 6-13%

              Perempuan bugar/rajin berolahraga: 21-24%

              Laki-laki bugar/rajin berolahraga: 14-17%

              Masih dapat diterima untuk perempuan: 25%-31%

              Masih dapat diterima untuk laki-laki: 18-25%

Perempuan dengan persen lemak tubuh di atas 32% dan laki-laki dengan persen lemak tubuh di atas 26%, artinya memiliki kadar lemak yang berlebihan dan bisa dikategorikan sebagai obesitas.

Jika tidak ada alat untuk pengukuran komposisi tubuh di tempat tinggalmu, kamu juga bisa menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), yang memberikan rasio berat badan dengan tinggi badan. Merujuk pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, klasifikasinya adalah sebagai berikut:

Kekurangan berat badan tingkat berat: IMT <17

Kekurangan berat badan tingkat ringan: IMT 17-18,4

Berat badan normal: IMT 18,5 hingga 25

Kelebihan berat badan tingkat ringan: IMT 25,1 hingga 27

Kelebihan berat badan tingkat berat: IMT >27

Cara terakhir untuk menentukan apakah kamu memiliki kelebihan lemak adalah dengan mengukur ukuran pinggang kamu. Laki-laki dengan ukuran pinggang lebih dari 40 inci dan wanita dengan ukuran pinggang lebih dari 35 inci dapat meningkatkan risiko terkena penyakit terkait obesitas.

Kedua jenis lemak ini sulit untuk dihilangkan. Beberapa faktor yang membuat lemak sulit dihilangkan antara lain:

  1. Resistensi insulin

Lemak visceral berkorelasi dengan resistensi insulin, yang dapat membuat sulit untuk kehilangan lemak visceral dan subkutan.

  1. Kesalahan strategi penurunan berat badan

Orang dengan banyak lemak subkutan sering membuat kesalahan dengan mencoba mengurangi lemak dengan, misalnya, melakukan banyak latihan perut. Strategi ini kurang efektif dibandingkan mencoba membakar lemak di seluruh tubuh.

  1. Peradangan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lemak visceral melepaskan sitokin yang meningkatkan peradangan. Respon inflamasi ini terkait dengan penambahan berat badan dan dapat meningkatkan lemak subkutan.

Pada akhirnya, menjaga jumlah lemak baik subkutan maupun visceral dalam tubuh kita sangat penting untuk menghindarkan diri dari penyakit, terutama yang berkaitan dengan obesitas. Di artikel selanjutnya, kita akan membahas bagaimana cara mengurangi lemak tubuh. Stay tune di Newfemme, ya!

 

Sumber:

Vilines, Z., & Bubnis, D. (2017). Ways to lose subcutaneous fat. MedicalNewsToday. [online]. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319236

Forthingham, S. & Marcin, J. (2018). What Is Subcutaneous Fat?. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/subcutaneous-fat