Logo NewFemme
Food Safety: Pelindung Keluarga dari Keracunan Pangan

Food Safety: Pelindung Keluarga dari Keracunan Pangan

Kesehatan 95

Ladies, pernahkah kamu mengalami keracunan makanan yang menyebabkan diare, mual-mual, perut begah, ataupun penyakit lainnya? Faktanya, WHO menyebutkan bahwa lebih dari 200 penyakit dapat ditularkan melalui makanan, baik yang akibatnya ringan hingga akut. Secara garis besar, ada 3 kelompok bahaya pada pangan yakni bahaya biologi, bahaya kimia, dan bahaya fisik. Makanan yang terlihat menarik dan nilai gizinya sudah tercukupi belum tentu aman untuk dikonsumsi jika dalam pengolahannya terjadi pencemaran baik fisik, biologi, maupun kimia. Maka dari itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan kita untuk melakukan 4 langkah pengolahan makanan agar dapat mencapai food safety alias keamanan pangan.

  1. Clean : Cuci tangan dan bersihkan peralatan masak

Bakteri yang dapat menyebabkan keracunan dapat berada di berbagai tempat di dapur kita, termasuk alat masak. Selain itu, biasakan mencuci tangan pada sebelum, saat, dan sesudah memegang makanan selama 20 detik menggunakan sabun dan air mengalir. Jangan lupa juga untuk mencuci bahan makanan yang akan dimasak dengan air mengalir agar menghilangkan bakteri dari luar.

  1. Separate : Pisahkan makanan sesuai karakteristiknya

Jangan mencampur daging sapi, daging ayam, atau seafood bersamaan dengan makanan yang telah matang karena dapat menyebarkan bakteri. Simpan masing-masing bahan makanan dengan wadah khusus agar tidak terjadi kontaminasi antar bahan makanan. Selain itu juga perhatikan peletakan jenis bahan makanan tersebut ketika berada di dalam kulkas. 

  1. Cook : Masak dengan suhu yang sesuai

Bahan makanan akan menjadi aman untuk dimakan ketika dimasak dengan suhu internal yang cukup tinggi untuk membunuh bakteri berbahaya. Masing-masing makanan memiliki suhu internal minimal yang dianjurkan dan hanya bisa dipastikan menggunakan termometer makanan. Sebagai contoh bakteri pada daging ayam akan mati jika dimasak pada suhu lebih dari 74°C.

  1. Chill : Segera simpan bahan makanan ke dalam kulkas

Bakteri akan berkembang secara cepat jika makanan dibiarkan pada suhu ruangan. Jangan pernah menyimpan bahan makanan yang mudah rusak (perishable food) di luar kulkas lebih dari 2 jam atau 1 jam jika suhu di luar lebih dari 32°C. Setel kulkas kamu agar selalu berada di bawah 5°C dan bagian freezer dibawah 15°C. Jika ingin mencairkan makanan beku, kamu bisa menggunakan microwave atau merendamnnya, dengan wadah yang kedap, ke dalam air suhu normal. Jangan biarkan makanan mencair di atas meja karena salah satu bagian akan mencapai suhu ruangan lebih cepat dan dapat menyebabkan bakteri berkembang.

Pastikan untuk selalu menerapkan prinsip keamanan pangan terutama jika kita tinggal bersama atau sedang menyiapkan makanan untuk lansia diatas 65 tahun, anak dibawah 5 tahun, ibu hamil, dan orang dengan gangguan sistem imun karena memiliki risiko terkena penyakit yang lebih serius jika mengalami keracunan makanan. Langsung periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika kamu mengalami diare yang disertai demam tinggi hingga 38°C atau diare berdarah dan tak kunjung membaik setelah 3 hari.

Jangan lupa untuk membaca artikel kesehatan lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Division of Foodborne, Waterborne, and Environmental Diseases (DFWED). (2022). Fast Facts About Food Poisoning. Centers for Disease Control and Prevention. [online]. https://www.cdc.gov/foodsafety/food-poisoning.html 

Division of Foodborne, Waterborne, and Environmental Diseases (DFWED). (2022). Four Steps to Food Safety: Clean, Separate, Cook, Chill. Centers for Disease Control and Prevention. [online]. https://www.cdc.gov/foodsafety/keep-food-safe.html

Windu, I. (2018). Lebih Dari 200 Penyakit Ditularkan Melalui Makanan. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI. [online]. https://kesmas.kemkes.go.id/konten/133/0/092717-lebih-dari-200-penyakit-ditularkan-melalui-makanan