Logo NewFemme
Awas, Anemia Ibu Hamil Mengancam Indonesia!

Awas, Anemia Ibu Hamil Mengancam Indonesia!

Kesehatan 97

Ladies, sudahkah kamu mengenal anemia? Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah dari standar yang seharusnya. Di Indonesia, anemia merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian ekstra. Anemia dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain defisiensi zat besi, defisiensi vitamin B12, defisiensi asam folat, penyakit infeksi, faktor bawaan dan pendarahan. Meskipun anemia dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut, namun tahukah kamu, bahwa ibu hamil merupakan kelompok paling rentan terkena anemia?

Ibu hamil dikatakan anemia apabila kandungan Hb < 11 gr/dl. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, prosentase ibu hamil yang mengalami anemia adalah 48.9%. Hal ini menandakan bahwa satu dari dua ibu hamil di Indonesia menderita anemia. Padahal, anemia pada ibu hamil lebih berbahaya karena dapat berdampak terhadap tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan, bahkan menyebabkan kematian ibu dan anak.

Berikut adalah akibat anemia pada ibu hamil:

  1. Menurunnya fungsi kekebalan tubuh
  2. Meningkatkan risiko terjadinya infeksi
  3. Menurunkan kualitas hidup sehingga akan berdampak pada:

• Keguguran/abortus

• Pendarahan yang dapat mengakibatkan kematian ibu

• Bayi lahir prematur (lahir kurang dari 9 bulan)

• Bayi lahir dengan berat badan rendah (BB<2500gr) dan pendek (PB <48 cm)

• Bila ibu dalam kondisi anemia berat, bayi berisiko lahir mati

Anemia ibu hamil terjadi karena kebutuhan zat besi selama kehamilan meningkat. Zat besi pada masa kehamilan digunakan untuk pembentukan sel dan jaringan baru pada janin. Zat besi sendiri merupakan unsur penting dalam pembentukan hemoglobin pada sel darah merah. Hemoglobin berfungsi untuk mengikat oksigen dan menghantarkan oksigen ke seluruh sel jaringan tubuh, termasuk otot dan otak. Pada akhirnya, bila seorang ibu hamil kekurangan hemoglobin, maka ibu hamil dikatakan mengalami anemia atau kurang darah.

Selain itu, berikut adalah penyebab-penyebab anemia pada ibu hamil:

  1. Pola makan yang kurang beragam dan bergizi seimbang, ibu hamil setiap kali makan harus mengonsumsi makanan yang mengandung protein, karbohidrat dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral)
  2. Kurangnya asupan makanan kaya zat besi seperti hati, ikan, telur, daging, sayuran dan buah berwarna
  3. Kehamilan yang berulang dalam waktu singkat (jarak kehamilan berikutnya < 2 tahun)
  4. Ibu hamil mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dengan Lingkar Lengan Atas (LiLA) < 23.5 cm
  5. Mengalami infeksi yang menyebabkan kehilangan zat besi, seperti kecacingan dan malaria (terutama daerah endemik malaria)

Bagaimana cara kita mengetahui bahwa ibu hamil menderita anemia? Tenang, anemia bukan silent disease, kok! Kita bisa melihat tanda-tanda anemia ini untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Berikut tanda-tanda anemia:

  1. Lesu, lelah, letih, lemah, lunglai (5L)
  2. Wajah, terutama kelopak mata, lidah, dan bibir tampak pucat
  3. Mata berkunang-kunang
  4. Pusing

Dengan tingginya prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia serta bahaya dari anemia pada ibu hamil, mengetahui tanda-tanda anemia menjadi penting. Jika kita dapat menyadari lebih awal keadaan anemia ini, penanganan tepat dan lebih awal bisa didapatkan untuk mencegah kejadian-kejadian tidak diinginkan.

Di artikel selanjutnya, kita akan membahas mengenai upaya pencegahan anemia ibu hamil. Stay tune dan dapatkan artikel kesehatan terbaru dari Newfemme, Ladies!

 

Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Bagi Ibu Hamil Pada Masa Pandemi Covid-19. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.