Logo NewFemme
Sejarah Menindik Anggota Tubuh

Sejarah Menindik Anggota Tubuh

Kecantikan 102

Tindik atau piercing untuk memasang anting-anting pada bagian tubuh menjadi kesenangan untuk beberapa orang. Sebagian menganggap tindik adalah keharusan. Sebagiannya lagi menganggap tindik bukanlah sebuah kewajiban. Ada yang menindik karena alasan agama, budaya, kesenangan bahkan beberapa kalangan masih mempunyai stereotip baik positif maupun negatif terhadap tindikan. Umunya, terutama di Indonesia, wanita memiliki tindik di daun telinga untuk dipakaikan anting sebagai perhiasan. Tapi ternyata tindik tidak hanya sebatas pada bagian tubuh dan alasan itu saja. Entah sejak kapan, tindik hanya identik dengan melubangi daun telinga, padahal nyatanya tindik sejak zaman dulu bahkan zaman peradaban kuno tidak hanya praktik melubangi daun telinga, lho!

sumber: unsplash.com

Tindik tubuh telah lama dipraktikkan di seluruh dunia. Baik karena alasan agama, estetika, dan seksual. Banyak orang kini memamerkan bagian tubuh dari tindikan karena diperuntukan memakai perhiasan yang cantik atau keren. Namun, selama era Victoria, keberadaan tindik justru disembunyikan. Bahkan zaman Mesir Kuno, tindik dikatakan dapat mendatangkan ancaman maut karena tindik hanya diperbolehkan bagi keluarga Firaun.

Ditemukan mumi yang diperkirakan berusia sekitar 5000 tahun lebih, dan dinamai Otzi. Mumi ini ditemukan diperbatasan Austria dan Itali pada tahun 1991 oleh dua turis. Otzi yang diperkirakan hidup pada masa 3.300 SM ditemukan memiliki tindik telinga dengan ukuran diameter 7-11 milimeter. Kemudian 2000 tahun selanjutnya pada era Mesir Kuno, Raja Tut yang memerintah sekitar tahun 1332-1323 SM memiliki budaya menindik telinga pada masa kerajaannya. Kemudian maju sampai di abad ke-16, ternyata tindikan menjadi simbol status dan kekayaan di Britania.

Sedangkan tindik pada hidung merupakan praktik budaya yang terkenal dari Afrika dan Timur Tengah. Kemudian pada abad ke-16 praktik ini dibawa ke tanah India. Tindik hidung di sebelah kiri bagi wanita India dipercaya bisa mengurangi sakit saat menstruasi dan melahirkan. Tindik di tengah-tengah hidung atau di antara kedua lubang hidung juga terkenal dilakukan oleh suku-suku tertentu. Misalnya suku Aztec, suku Maya dan suku Inca yang menindik hidung mereka sebagai simbol dari air dan juga Dewa Matahari dan sampai saat ini masih dipraktikan oleh suku Indian Cuna di Panama. Mereka memasang emas atau batu giok pada lubang tindik di hidung mereka. Selain itu, suku Aztec dan suku Maya menindik lidah sebagai ritual upacara pengorbanan darah pada abad ke-14 dan ke-16.

Berbagai alasan historis, agama, budaya, kepercayaan dan adat menjadi inspirasi berbagai seniman dan akhirnya menjadikan tindik sebagai mode hingga akhirnya tindik bisa populer seperti sekarang.