Logo NewFemme
Ruhana Kuddus, Jurnalis Wanita yang Juga Pahlawan Nasional

Ruhana Kuddus, Jurnalis Wanita yang Juga Pahlawan Nasional

Gaya Hidup 103

Tak banyak orang yang mengetahui tentang Ruhana Kuddus atau Roehanna Koeddoes, padahal sejak November 2019, Ruhana Kuddus telah dianugerahkan gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo.
Perempuan yang berasal dari Kabupaten Agam, Sumatera barat ini adalah salah satu pejuang dan juga jurnalis wanita pertama di Indonesia.
Ikuti ulasan Newfemme ini, yuk! untuk lebih tau tentang jurnalis dan pahlawan wanita yang satu ini.

Siapa sih Ruhana Kuddus?

Dilansir dari Wikipedia, Ruhana Kuddus lahir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 20 Desember 1884. Beliau adalah anak dari Mohammad Rasjad Maharadja Soetan dan istrinya yang bernama Kiam dan merupakan saudara tiri dari Soetan Sjahrir (perdana menteri pertama Indonesia) dan juga merupakan bibi dari Chairil Anwar (penyair).
Ruhana tidak pernah mengenyam pendidikan formal, namun dia diajari oleh ayahnya dalam baca tulis.
Beliau sangat berkomitmen pada pendidikan terutama pendidikan kaum perempuan dan Ruhana merupakan salah satu orang yang percaya bahwa diskrimansi untuk kaum perempuan, termasuk kesempatan untuk mendapat pendidikan adalah suatu hal yang semena-mena dan harus dihapuskan.
Pada 1908, Ruhana menikah dengan Abdoel Kuddus yang merupakan seorang notaris. Suaminya memberikan dukungan penuh pada Ruhana untuk meberikan pendidikan pada perempuan.
Hingga pada tahun 1911, Ruhana mendirikan perkumpulan pendidikan perempuan bernama Kerajinan Amai Setia yang mengajarkan pendidikan, termasuk baca tulis di Kota Gadang.

Mendirikan salah satu surat kabar perempuan pertama di Indonesia

Selain minatnya terhadap dunia pendidikan, Ruhana Kuddus memiliki minat terhadap penulisan dan dunia jurnalistik. Hingga pada tahun 1912, beliau mendirikan surat kabar yang berorientasi pada perempuan yang bernama Soenting Melajoe bersama dengan Soetan Maharadja (pimpinan surat kabar Oetoesan Melajoe).
Bersama Soenting Melajoe, Ruhana menuliskan pemikirannya tentang keadilan untuk kaum perempuan dalam semua aspek, termasuk pendidikan.
Wanita yang meninggal pada tanggal 17 Agustus 1972 ini, mendapatkan gelar Perintis Pers Indonesia pada tahun 1987.

Nah, itu dia ulasan tentang Ruhana Kuddus. Semoga kisah perjuangan Ruhana Kuddus dapat selalu menginspirasi kita ya untuk terus berjuang!