Nutrisi Penting bagi Kesehatan Otak

Nutrisi Penting bagi Kesehatan Otak

Kesehatan 69

1. Omega-3 dan Omega-6

Omega-3 dan omega-6 merupakan dua jenis asam lemak yang diperlukan untuk membangun fungsi kognitif, seperti mengoptimalkan kemampuan belajar serta meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.

Shop with Me

Pomona
IDR 90.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Botol Minum keren kustom
IDR 65.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Handuk Grosir Murah Berkualitas (Ukuran 70x140)
IDR 85.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Serum The Ultimate Brightening Glowing NSY / Anti Acne / Anti Aging / Dark Spot Serum Terbaik Masa Kini Mencerahkan Wajah, Menghilangkan Flek, Mengkenyalkan Kulit, Menyamarkan Noda Bekas Jerawat, Memutihkan Wajah, Anti iritasi dan Dapat Digunakan 14 Thn
IDR 59.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Omega-3 di dalam tubuh akan diubah menjadi docosahexaenoic acid atau DHA (asam lemak yang digunakan untuk meningkatkan perkembangan otak) dengan bantuan enzim delta-4-desaturase.

Omega-6 termasuk asam lemak esensial yang juga berperan dalam perkembangan fungsi otak. Selain itu, omega-6 juga membantu pertumbuhan kulit dan rambut, menjaga kesehatan tulang, serta mengoptimalkan sistem metabolisme dan reproduksi. 

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung omega-3, omega-6, dan DHA tinggi guna mengembangan fungsi otak, seperti ikan salmon, sarden, tuna, susu, dan kacang-kacangan.

2. Vitamin E

Vitamin E adalah antioksidan yang dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan otak serta mengurangi stres oksidatif akibat radikal bebas. Disebutkan dalam jurnal Nutrients, otak sangat rentan terhadap stres oksidatif, yang meningkat selama penuaan dan dianggap berperan dalam degenerasi saraf. 

Adapun mengonsumsi vitamin E disebut dapat meningkatkan kemampuan kognitif seseorang, sehingga diyakini dapat mencegah penyakit Alzheimer. Untuk mendapat manfaat tersebut, bisa mengonsumsi beberapa makanan mengandung vitamin E, seperti kacang almond, minyak zaitun, minyak canola, kacang tanah, daging, susu, sayuran hijau, dan sereal.

3. Vitamin C

Sama seperti vitamin E, vitamin C juga merupakan antioksidan penting yang dapat melindungi otak dari radikal bebas. Nutrisi ini juga dapat membantu tubuh memproduksi hormon dan zat kimia yang bermanfaat bagi otak dan sel saraf, serta dipercaya dapat menurunkan risiko demensia. Beberapa sumber vitamin C yang dapat di konsumsi adalah jeruk, lemon, kiwi, stroberi, tomat, brokoli, kembang kol, dan kubis. 

4. Vitamin B1

Vitamin B1 atau yang juga dikenal dengan tiamin. Kurangnya asupan jenis vitamin ini dapat menyebabkan Sindrom Wernicke-Korsakoff yang membuat penderitanya mengalami kebingungan dan kesulitan berjalan. Untuk mengurangi risiko terkena gangguan otak tersebut, bisa memperoleh asupan vitamin B1 dari kacang-kacangan, daging, makanan beragi, dan sereal yang kaya akan kandungan vitamin B1.

5. Vitamin B9 (Asam Folat)

Asam folat adalah nama lain vitamin B9. Meskipun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, beberapa ahli meyakini bahwa asam folat dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan pada otak, mencegah depresi, dan menjaga daya ingat.

Folat bisa didapatkan dengan mengonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, hati sapi atau ayam, telur, makanan laut, dan sayuran hijau, termasuk brokoli dan bayam. Jika dibutuhkan, suplemen asam folat juga bisa dikonsumsi untuk menambah asupan vitamin untuk otak yang satu ini.

6. Vitamin B12

Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu vitamin untuk otak yang berperan dalam menjaga kesehatan myelin, yaitu lapisan pelindung saraf otak. Mencukupi asupan vitamin B12 dari makanan, seperti daging ayam, ikan, susu rendah lemak, keju, yoghurt, dan telur, dapat melindungi otak Anda dari kerusakan saraf, mencegah hilang ingatan, serta menjaga kestabilan suasana hati dan konsentrasi.

Selain itu, kekurangan vitamin B12 justru dapat menimbulkan berbagai gejala yang mungkin berkembang secara bertahap dan meningkat seiring waktu, seperti anemia, kesemutan di tangan atau kaki, memiliki masalah keseimbangan, hingga meningkatkan risiko hilang ingatan dan demensia.

7. Vitamin B6

Vitamin B6 memiliki peran penting dalam perkembangan otak secara normal serta membantu menjaga kesehatan sistem saraf dan kekebalan tubuh. Dilansir dari Harvard Health Publishing, bersama dengan B9 dan B12, vitamin B6 dapat membantu menjaga kadar homosistein, yang dalam tingkat tinggi dikaitkan dengan risiko demensia dan penyakit Alzheimer. Dapat memenuhi kebutuhan vitamin B6 dengan mengonsumsi beberapa makanan, seperti daging unggas, ikan, kentang, buncis, dan pisang. 

Pentingnya nutrisi dalam menjaga kesehatan otak tidak dapat diabaikan. Dengan memperhatikan pola makan yang seimbang dan kaya akan nutrisi penting seperti omega-3, antioksidan, dan vitamin B, dapat memberikan dukungan yang optimal bagi fungsi otak. Penelitian terus menunjukkan bahwa nutrisi yang tepat dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan otak, sehingga penting untuk menjadikan pola makan yang sehat sebagai bagian penting dari gaya hidup sehari-hari.

Untuk menambah referensi terkait makanan yang mengandung nutrisi untuk otak, baca artikel berikut ya: 8 Makanan untuk Tingkatkan Fungsi Otak

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!