6 Kebiasaan yang Ganggu Fungsi Otak: Yuk Berubah!

6 Kebiasaan yang Ganggu Fungsi Otak: Yuk Berubah!

Kesehatan 46

1. Kurang Bersosialisasi

Kita semua membutuhkan kontak sosial. Tak hanya demi menghindari stress, tetapi juga demi kesehatan otak. Kurangnya interaksi sosial dapat membuat otak menjadi kurang aktif dan mempercepat penurunan kemampuan berpikir. Maka dari itu, penting untuk tetap terhubung dengan orang lain, meskipun hanya dengan beberapa orang, entah itu keluarga, teman, atau kerabat lainnya.

Shop with Me

Flowest Collagen drink
IDR 120.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kaos Beautee
IDR 154.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sabun Nuvo Cair Kemasan 60 ml
IDR 3.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
DVINE COLLAGEN
IDR 980.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Komunikasi ini dijalani bisa dengan tatap muka, pesan, atau panggilan video. Orang yang memiliki hubungan sosial yang baik cenderung lebih bahagia, produktif, dan memiliki risiko lebih rendah terkena penurunan kognitif dan penyakit Alzheimer. Jika seandainya kamu merasa kesepian, cobalah hubungi beberapa teman atau inisiatif untuk memulai suatu kegiatan baru yang melibatkan orang lain.

Bersosialisasilah, bangun hubungan dengan orang sekitarmu

2. Kurang Tidur

Ketika kita kurang tidur, otak dapat terpengaruh dan meningkatkan risiko terkena penyakit yang berhubungan dengan kognitif, seperti demensia dan Alzheimer. Daripada fokus untuk tidur lebih banyak, lebih baik tidur lebih awal dari biasanya. Selain itu, penting juga untuk konsisten tidur pada waktu yang sama setiap harinya. Jika terbangun di malam hari, hindari melakukan aktivitas yang dapat merangsang pikiran seperti menonton TV atau menggunakan laptop.

3. Kurang Gerak

Banyak duduk dalam waktu yang lama tidak baik untuk otak karena dapat membuat bagian otak yang penting untuk mengingat menjadi lebih tipis. Semakin lama kamu tidak bergerak, maka semakin tinggi risiko terkena demensia. Oleh karena itu, disarankan untuk setidaknya olahraga 150 menit per minggu. Tidak perlu olahraga berat, kamu bisa berjalan-jalan di sekitar rumah atau melakukan gerakan fisik seperti push-up, sit up, dan lunges.

Jadilah aktif, jangan terlalu lama duduk dan berbaring

4. Stress

Stres berkepanjangan dapat merusak otak dan mempengaruhi kemampuan berpikir. Untuk mengelolanya, kita harus pandai mengatur dan merespons situasi yang menegangkan. Sugesti diri bahwa semuanya akan dilalui dengan baik dan kamu tidak perlu takut. Selain itu, pastikan untuk tidak di ruangan terus-menerus, dapatkan cahaya matahari. Dengan cara ini, kamu telah berupaya untuk mengurangi tingkat stres sebelum menjadi masalah yang lebih besar.

5. Makan Terlalu Banyak Junk Food

Makanan cepat saji dan minuman bersoda dapat berdampak buruk pada otak. Bagian otak yang bertanggung jawab atas pembelajaran, ingatan, dan kesehatan mental dapat mengecil pada orang yang sering mengonsumsi makanan ini. Sebaliknya, makanan sehat seperti beri-berian, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sayuran hijau dapat membantu menjaga fungsi otak dan memperlambat penurunan fungsi kognitif.

6. Menggunakan Headphone dengan Volume Keras

Mendengarkan musik dengan volume tinggi dalam waktu lama dapat merusak pendengaran. Hal ini dapat berdampak pada otak juga, dengan salah satunya meningkatkan risiko masalah kognitif seperti Alzheimer. Untuk mencegahnya, maka hindari mendengarkan musik dengan volume yang terlalu keras, dan usahakan tidak mendengarkan musik terlalu lama.

Untuk menjaga kesehatan otak, penting untuk memperhatikan beberapa hal yang mungkin sering diabaikan dan justru telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.Mulai dari mempertahankan hubungan sosial, menjaga pola tidur yang teratur, menjadi aktif, tidak stress, hingga menghindari makanan tidak sehat dan mengatur volume headphone. Jadi, yuk komitmen untuk merawat otak kita sebaik mungkin!