Anemia Aplastik: Penyakit Langka Terkait Darah

Anemia Aplastik: Penyakit Langka Terkait Darah

Kesehatan 178

Anemia aplastik merupakan penyakit langka serius terkait darah. Kondisi ini terjadi ketika sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah merah dan trombosit yang cukup. Siapa saja bisa terkena anemia aplastik, tetapi umumnya penyakit ini menyerang orang dengan rentang  usia 15 hingga 25 tahun serta 60 tahun ke atas.

Shop with Me

1 Lusin Bedong T1 90 x 72 cm / Selimut Bayi Katun Flanel isi 12 pc
IDR 82.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Flowest Collagen drink
IDR 120.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
LegoriS
IDR 35.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kemeja salur pria dan wanita lengan panjang up to big size atasan pria kemeja garis kerah chiang'i
IDR 135.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Gejala

Gejala anemia aplastik tidak langsung terasa dan terlihat, melainkan berkeembang selama berminggu-minnggu bahkan berbbulan-bulan. Namun tidak menutup kemungkinan juga seseorang langsung mengalami gejala yang parah. Beberapa gejala anemia aplastik adalah sebagai berikut::

  • Kelelahan

  • Mudah memar

  • Mudah mimisan atau gusi berdarah

  • Sering mengalami infeksi virus dengan durasi sakit yang lebih dalam dari  biasanya

  • Kulit lebih pucat

  • Pendarahan berkepanjangan akibat luka

  • Pusing

  • Sakit kepala

  • Demam

  • Sesak napas

  • Ruam kulit

Kelelahan berkepanjangan, mudah memar, dan berdarah merupakan gejala yang perlu diwaspadai

Penyebab

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, anemia aplastik terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sumsum tulang, sehingga tidak mampu membuat sel induk. Penyebab sepenuhnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa kondisi tertentu yang mungkin menjadi alasannya, seperti di bawah ini:

1. Kondisi Medis Tertentu

Penyebab anaemia aplastik yang berhubungan dengan kondisi medis mungkin  disebabkan oleh penyakit autoimun (lupus), infeksi virus (Epstein-Barr, cytomegalovirus, parvovirus B19 dan HIV), hemoglobinuria nokturnal paroksismal (sel darah merah rusak terlalu cepat), dan kehamilan. Pada beberapa kasus, penyebabnya justru tidak diketahui (idiopathic aplastic anemia).

2. Kondisi yang Diwariskan

Penyebab anemia aplastik yang berhubungan dengan kondisi yang diwariskan mungkin berhubungan dengan sindrom kegagalan sumsum tulang, sehingga menyebabkannya tidak mampu  menghasilkan sel induk yang cukup. Kondisinya meliputi fanconi anemia, dyskeratosis congenita, shwachman-Diamond syndrome, diamond-Blackfan anemia, dan pearson syndrome.

3. Perawatan Medis

Selain dua kemungkinan penyebab di atas, risiko anemia aplastik dapat meningkat ketika seseorang mendapatkan perawatan medis tertentu, seperti perawatan penyakit autoimun,  radiasi dan kemoterapi untuk kanker (membunuh sel kanker, tetapi juga berisiko merusak sel yang sehat),  serta paparan bahan  kimia beracun, seperti bahan dalam pestisida  dan insektisida, benzena, arsen, serta bahan dalam bensin.

Kemoterapi dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia aplastik

Diagnosis

Orang dengan anemia aplastik memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami komplikasi, seperti infeksi parah, pendarahan berlebihan, gagal jantung, hingga sindrom myelodysplastic, sehingga mengancam jiwanya. Maka dari itu, penting untuk memahami gejalanya. Kondisi ini  didiagnosis dengan melakukan beberapa tes, seperti:

  • Hitung sel darah lengkap (complete blood count) dengan diferensial: menguji dan mengukur sel darah

  • Pemeriksaan sediaan darah tepi (peripheral blood smear): memeriksa sel darah dan trombosit di bawah mikroskop

  • Hitung retikulosit (reticulocyte count): menghitung jumlah sel darah merah muda

  • Aspirasi sumsum tulang (bone marrow aspiration) dan biopsi sumsum tulang (bone marrow biopsy): mengambil jaringan sumsum tulang untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Anemia aplastik adalah kelainan darah langka yang terjadi ketika sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah merah dan trombosit yang cukup. Gejalanya  meliputi kelelahan, mudah memar, berdarah, pucat, pusing, sakit kepala,  hingga demam. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang sesuai dan meminimalkan risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!