Budaya

Budaya "Clean Eating"? Mending Fokus pada Makanan Utuh Aja!

Kesehatan 128

Pola makan “clean eating” biasanya mencakup buah-buahan utuh, sayur-sayuran segar, protein tanpa lemak, biji-bijian, dan lemak sehat, sambil membatasi konsumsi makanan olahan dan makanan kemasan dengan tambahan gula serta garam. Intinya, mereka hanya mengonsumsi produk segar, produk organik, produk alami, serta makanan yang tidak banyak diproses. 

Shop with Me

Sandal tali desper 3cm GSL
IDR 35.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Jilbab Bergo Grosir Murah
IDR 39.998
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
DVINE COLLAGEN
IDR 980.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Decant MYKONOS Berry Caramel Pancake
IDR 6.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Pola makan yang bersih sebenarnya dapat memiliki artian baik, tetapi dapat menimbulkan suatu ekspektasi yang tidak realistis, belum lagi dengan membedakan makanan yang tidak bersih ke dalam kelompok “kotor”. Jika sampai ke tahap dilakukannya pembatasan ekstrem, maka justru akan menimbulkan konsekuensi negatif, misalnya anoreksia nervosa, orthorexia nervosa, osteoporosis, amenore, hingga depresi.

Perbanyak Makan Makanan Utuh

Agar tidak pusing memikirkan makanan apa saja yang harus dikonsumsi, bersamaan dengan susahnya merelakan makanan yang disukai, fokuslah pada makanan-makanan utuh daripada  membatasi banyak hal. Kamu tidak harus membeli semua produk organik, namun tambahkan saja lebih banyak sayur, buah, serta makanan padat gizi lainnya ke dalam setiap makan.

1. Makan Lebih Banyak Sayur dan Buah

Jika selama ini konsumsi sayur atau buah hanya sekali dalam sehari, maka tingkatkan frekuensinya. Makanan ini kaya akan serat, vitamin, mineral, serta antioksidan. Mengonsumsi produk organik umumnya bertujuan untuk menghindari paparan pestisida, tetapi sayur dan buah konvensional pun masih sangat boleh dimakan. Keduanya sama-sama bermanfaat bagi kesehatan daripada membatasinya.

Makan lebih banyak sayur dan buah

2. Batasi Makanan Olahan dan Snack Kemasan

Konsumsi ultra processed food atau makanan yang telah banyak diproses, seperti fast food, minuman kemasan, dan snack kemasan, berisiko untuk meningkatkan masalah pada jantung, sehingga konsumsinya perlu dibatasi. Hal ini karena mayoritasnya mengandung tambahan gula, garam, pengawet, pewarna buatan, serta zat penstabil, sementara kandungan gizi utamanya berkurang. 

3. Batasi Karbohidrat Olahan

Karbohidrat olahan cenderung miskin zat gizi. Karbohidrat olahan di sini misalnya roti tawar, pastry, bakery, sereal siap saji, atau makanan yang berbahan dasar tepung lainnya (yang terbuat dari biji-bijian olahan). Maka dari itu, pilihlah jenis makanan yang terbuat dari biji-bijian dengan proses minimal.

4. Budayakan Membaca Informasi Nilai Gizi

Meskipun konsumsi makanan utuh tetap diutamakan, tidak ada larangan untuk mengonsumsi makanan kemasan. Namun sebelum membelinya, pastikan untuk membaca informasi nilai gizi serta komposisinya terlebih dahulu, terutama untuk kacang-kacangan, daging, tuna, sayur, serta buah kalengan. Jika ada pilihan tidak ditambahkan garam atau gula, maka itu lebih baik.

Budayakan membaca informasi nilai gizi

5. Pilih Lemak Sehat

Biasanya, kita mengolah makanan dengan menggunakan minyak kelapa sawit dan margarin. Kedua produk ini merupakan hasil dari proses yang sangat panjang, menyebabkan mereka tidak selalu baik untuk dikonsumsi. Jika bisa membuat pilihan lain, utamakan minyak kedelai, minyak jagung, minyak kanola, atau minyak zaitun. Lemak sehat tidak hanya ada dalam bentuk minyak, tetapi juga terkandung dalam alpukat dan ikan kaya omega-3.

6. Kurangi Konsumsi Gula Tambahan

Membatasi asupan gula tambahan sangat penting untuk diterapkan. Hal ini karena mereka meningkatkan risiko terjadinya obesitas, diabetes, perlemakan hati, dan kanker. Gula ini tidak hanya berupa gula pasir yang ditambahkan ke dalam makanan atau minuman, tetapi juga gula-gula tersembunyi. Misalnya pada saus-sausan, minuman kemasan, atau desserts.

Clean eating merupakan istilah yang populer dan bermaksud untuk membangun pola makan yang sehat, tetapi dapat berdampak negatif jika dilakukan terlalu ekstrem. Agar tidak pusing memikirkannya, fokuslah untuk mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah, batasi makanan olahan, snack kemasan, dan karbohidrat olahan, pilih lemak sehat, kurangi konsumsi gula tambahan, dan jangan lupa selalu baca informasi nilai gizi serta komposisi suatu produk sebelum membelinya.

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!