Flu Singapura: Penularan, Komplikasi, dan Cara Pencegahannya

Flu Singapura: Penularan, Komplikasi, dan Cara Pencegahannya

Kesehatan 122

Pada artikel sebelumnya, kita sudah tahu bahwa Flu Singapura sangat mudah menyebar. Artinya, jika seseorang terinfeksi virus ini, maka ia akan mudah menyebarkannya ke orang lain. Penyebarannya paling cepat dalam seminggu pertama mereka sakit, tetapi mereka masih dapat menularkannya ke orang lain berhari-hari setelah gejalanya hilang. Rute penularannya adalah sebagai berikut:

Shop with Me

Jepitan Rambut Imut
IDR 50.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Slingbag W 62
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Handuk Grosir Murah Berkualitas (Ukuran 70x140)
IDR 85.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Botol Minum Rainbow 1L
IDR 75.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
  • Kontak dengan droplet dari batuk, bersin, atau berbicara dengan orang yang terjangkit Flu Singapura

  • Menyentuh orang yang terinfeksi atau melakukan kontak dekat lainnya dengan orang tersebut, seperti berciuman, berpelukan, serta berbagi cangkir atau peralatan makan.

  • Menyentuh kotoran orang yang terinfeksi, seperti mengganti popok, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.

  • Menyentuh benda dan permukaan yang mengandung virus, seperti gagang pintu atau mainan, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.

  • Menelan air saat rekreasi, seperti di kolam renang karena airnya tidak diolah dengan benar

Virus dapat menular melalui droplet yang menempel pada benda-benda yang dekat dengan kegiatan sehari-hari

Komplikasi

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat Flu Singapura meliputi:

1. Dehidrasi

Lebih berisiko terjadi pada anak-anak kecil yang mengalami kesulitan menelan karena luka dalam mulut yang menyakitkan. Maka dari itu, orang tua harus memastikan anaknya mengonsumsi air minum yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

2. Kehilangan Kuku Jari dan Kaki

Meskipun tergolong sangat jarang, beberapa orang mungkin kehilangan kuku jari atau kaki setelah menderita Flu Singapura, misalnya pada anak-anak. Kuku akan tumbuh kembali dalam beberapa minggu.

3. Meningitis

Meningitis yang disebabkan oleh virus merupakan komplikasi yang sangat jarang terjadi kasus Flu Singapura. Gejalanya mulai dari demam, sakit kepala, kaku leher, atau nyeri punggung.

4. Ensefalitis atau Kelumpuhan

Lebih jarang lagi, beberapa orang dengan Flu Singapura dapat mengalami ensefalitis (pembengkakan otak) atau kelumpuhan. Kondisi ini merupakan gawat darurat yang memerlukan perhatian medis segera.

Pastikan anak cukup minum air untuk mencegahnya mengalami dehidrasi

Pencegahan

1. Mencuci Tangan

Pastikan sering mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir selama minimal 20 detik. Jika tidak tersedia sabun dan air, gunakan hand sanitizer berbasis alkohol. Mencuci tangan penting dilakukan setelah mengganti popok, menggunakan toilet (terutama umum), atau setelah bersin dan batuk. Ajarkan anak cara mencuci tangan yang tepat dan minta mereka rutin melakukannya.

2. Hindari Kontak Dekat dengan Orang yang Sakit

Dikarenakan virusnya mudah menular, maka sebisa mungkin menghindari kontak langsung, seperti pelukan atau ciuman, dengan seseorang yang mengidap Flu Singapura. Anak-anak biasanya masih diperbolehkan untuk sekolah atau pergi ke tempat penitipan anak, dengan syarat tidak demam, tidak mengiler dengan luka mulut, serta merasa cukup sehat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran.

Namun, jika masih ragu, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan anak. Dalam beberapa kasus, departemen kesehatan setempat mungkin meminta anak-anak dengan Flu Singapura untuk tetap di rumah untuk mengendalikan penyebaran. Bagaimana dengan orang dewasa yang terjangkit? Meskipun mayoritasnya tidak mengalami gejala, risiko penyebaran virus tetap ada, sehingga lebih baik dikonsultasikan juga ke penyedia layanan kesehatan setempat.

3. Hindari Menyentuh Mata, Hidung, dan Mulut serta Disinfeksi

Virus bisa menginfeksi tubuh ketika terdapat di tangan yang kemudian menyentuh mata, hidung, dan mulut. Maka dari itu, pastikan untuk tidak menyentuh bagian-bagian tersebut sebelum mencuci tangan hingga bersih. Selain itu, karena droplet virus mungkin saja tersebar ke permukaan benda-benda, maka pastikan untuk membersihkan dan disinfeksi secara teratur, seperti mainan dan gagang pintu.

Upaya pencegahan untuk terhindar dari Flu Singapura cukup sederhana, mulai dari mencuci tangan secara teratur, menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit, dan menjaga kebersihan permukaan benda-benda sehari-hari. Selain itu, kita juga penting untuk memahami gejalanya agar dapat dengan cepat mengambil tindakan yang tepat. Yuk jangan sampai kasus Flu Singapura semakin meningkat ya!

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!