Madu untuk Sembuhkan Batuk: Mitos atau Fakta?

Madu untuk Sembuhkan Batuk: Mitos atau Fakta?

Kesehatan 153

Batuk atau sakit tenggorokan dapat terjadi karena infeksi bakteri atau virus, alergi, tonsillitis, konsumsi makanan pedas, atau GERD. Madu diyakini mampu mengatasi gejala batuk, baik itu batuk kering maupun basah. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, konsumsi madu dapat:

Shop with Me

Sandal tali desper 3cm GSL
IDR 35.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
1 Lusin Bedong T1 90 x 72 cm / Selimut Bayi Katun Flanel isi 12 pc
IDR 82.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Lipstik Maybelline new york
IDR 82.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sendok
IDR 3.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
  • Meredakan gejala batuk akibat Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA) dibandingkan obat batuk dan antihistamin

  • Mengurangi peradangan dan iritasi tenggorokan

  • Mampu membantu seseorang tidur lebih nyenyak di malam hari

Meskipun madu telah beberapa kali terbukti mampu meredakan batuk dan sakit tenggorokan, kita tidak bisa berharap banyak bahwa cairan kental ini mendatangkan keajaiban dengan cepat, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba. Persepsi ini perlu ditekankan demi proses penyembuhannya tidak terlalu menyedihkan.

Madu terbukti mampu meredakan batuk dan sakit tenggorokan

Bisa Dipakai oleh Siapa Saja

Madu bisa dipakai sebagai obat pereda batuk yang berdiri sendiri atau dikombinasikan dengan obat batuk lainnya. Salah satu keuntungan strategi ini adalah karena madu cukup mudah ditemukan, jarang menimbulkan efek samping seperti mengantuk, serta tidak menimbulkan interaksi obat. Madu boleh dikonsumsi bagi siapapun selagi tidak alergi terhadapnya dan tidak mengalami kesulitan menelan.

Tidak ada batasan usia untuk penggunaannya (boleh untuk anak-anak maupun orang dewasa). Namun dengan catatan, tidak diberikan pada bayi berusia 12 tahun ke bawah. Hal ini karena madu berisiko mengandung bakteri Clostridium botulinum (bakteri dalam tanah). Seorang bayi belum memiliki fungsi saluran cerna yang matang selayaknya orang dewasa yang mampu menangani mikroba ini.

Jika dikonsumsi atau terkonsumsi oleh bayi kurang dari 12 bulan, maka akan ada risiko terjadinya pertumbuhan dan perkembangan bakteri dan menghasilkan racun di usus, dan menyerang sistem saraf tubuh. Akibatnya cukup fatal, yaitu kelemahan otot bahkan masalah pada pernapasan, sehingga harus mendapatkan perawatan medis segera. 

Madu bisa digunakan oleh siapa saja, kecuali bayi di bawah 12 tahun, memiliki alergi, atau kesulitan menelan

Cara Mengonsumsi Madu untuk Menyembuhkan Batuk

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, madu bisa dikonsumsi sebanyak 1 hingga 2 sendok teh, dicampurkan ke dalam air, teh, atau lemon hangat, bahkan dioleskan pada roti panggang. Namun lagi-lagi, ada catatan yang harus diperhatikan, yaitu terkait kandungan kalori dan gula di dalamnya, terutama pada madu-madu yang bermerek.

Jika ingin membeli madu asli (tanpa tambahan gula dan pengawet) itu boleh saja. Namun itu tergantung lagi kepada preferensi pribadi, terutama terkait kepada siapa itu dibeli, keaslian, bahkan kebersihannya. Apabila membeli madu kemasan bermerek, perhatikan kembali informasi nilai gizi yang tertera. 

Selain itu, perhatikan juga komposisinya, bahan-bahan yang ditulis pada 3 urutan pertama adalah yang paling tinggi jumlahnya dalam kemasan. Rekomendasinya adalah tidak lebih dari 4 hingga 5 kali sehari. Saat tenggorokan mulai terasa gatal, maka cobalah konsumsi madu, dan lihat apakah itu membantu atau tidak.

Jadi, madu terbukti dapat meredakan batuk dan sakit tenggorokan. Pengobatan rumahan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, kecuali bayi berusia di bawah 12 bulan. Saran konsumsinya adalah sebanyak 1 hingga 2 sendok teh atau dicampurkan ke dalam air, teh, atau lemon hangat. Madu memang berpotensi untuk meredakan gejala batuk, tetapi bukan berarti semakin banyak konsumsinya batuk akan semakin cepat hilang ya.