Bersin Ketika Hamil, Berpengaruh ke Bayi Tidak Ya?

Bersin Ketika Hamil, Berpengaruh ke Bayi Tidak Ya?

Kesehatan 579

Selama hamil, ibu harus yakin bahwa bersin tidak membahayakan bayi, bukan merupakan suatu komplikasi dari kondisi yang berbahaya dan tidak bisa menyebabkan keguguran karena bayi terlindungi di dalam rahim. Jadi, tidak perlu dikhawatirkan ya, Ladies. Pada kondisi hamil, ibu memang rentan untuk mengalami bersin. Bayi juga tidak akan tiba-tiba lahir saat bersin. Beberapa penyebab bersin pada ibu hamil adalah:

1. Pregnancy Rhinitis

Rhinitis kehamilan bisa terjadi kapan saja selama hamil. Gejalanya meliputi bersin, pilek, dan terasa sesak atau engap. Penyakit ini menyebabkan hidung tersumbat karena karena penuh dengan lendir, yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan kejadian bersin. 

2. Alergi

Jika sudah punya riwayat alergi, seperti serbuk sari, jerami, bulu hewan peliharaan, atau tungau debu, maka ibu hamil tetap rentang mengalaminya. Tenang saja, kondisi ini tidak akan menyebabkan peningkatan risiko hasil kelahiran seperti prematur atau berat badan lahir rendah (BBLR).

Serbuk sari, debu, bulu hewan, dan tungau bisa menyebabkan ibu hamil bersin-bersin karena alerginya

3. Demam atau Pilek

Sudah sangat sering terjadi, demam atau flu yang dialami oleh seseorang akan menyebabkan pengidapnya mengalami bersin-bersin. Ibu hamil memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah. Tubuh menjadi sangat berhati-hati agar tidak salah mengira bahwa bayi yang terkandung bukanlah penyebab sakit. Maka dari itu, reaksinya terhadap virus atau kuman lebih lambat, sehingga gampang terserang pilek.

Ibu hamil yang demam akan meningkat frekuensi bersinnya

Ketika mengalami demam dan flu bersamaan, bisa saja itu adalah pertanda yang membahayakan. Maka dari itu harus segera dikonsultasikan kepada dokter. Bagi beberapa bumil, bersin yang terjadi dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar tajam di sekitar perut. Hal itu terjadi karena bersin memberikan tekanan pada ligamen yang menempel di sisi perut. Namun, kondisi ini tidaklah berbahaya.

Mengatasi Bersin Selama Hamil

Konsumsi obat-obatan seperti pereda nyeri, antihistamin, atau obat alergi sebenarnya aman digunakan, tetapi belum tentu baik untuk kehamilan. Maka dari itu, akan lebih baik jika dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya karena apa yang dimakan akan disalurkan kepada bayi, sehingga butuh perhatian ekstra.

Cara mengatasi bersin saat hamil tanpa obat adalah dengan:

  • Menyemprot hidung dengan saline

  • Menggunakan neti pot

  • Gunakan humidifier untuk mencegah udara mencari kering mengiritasi hidung

  • Pakai alat pembersih udara

  • Menghindari pemicu terutama jika alergi

  • Olahraga teratur

  • Konsumsi makanan tinggi vitamin C

  • Gunakan pembalut jika keluar urin saat bersin

  • Kontrol kondisi asma dengan buat janji temu dengan dokter

Apabila mengalami gejala lain di luar bersin, seperti demam tinggi, kesulitan bernapas, nyeri bagian dada, keluar lendir batuk berwarna kuning atau hijau, mengi, tidak nafsu makan, sulit untuk tidur, dan sakit kepala luar biasa, maka segeralah menuju fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jadi, bersin saat hamil tidak membahayakan baik untuk bayi maupun ibunya. Mudahnya ibu hamil mengalami bersin disebabkan karena sistem kekebalan tubuhnya sedang lemah, sehingga gampang terserang penyakit. Jika mau konsumsi obat, tanyakan dulu kepada dokter terkait keamanannya. Ibu-ibu yang khawatir terkait kehamilannya, boleh banget manfaatkan layanan konsultasi online di Newfemme.