Dari Teks Jadi Video Setara Film Hollywood? Sora Bisa!

Dari Teks Jadi Video Setara Film Hollywood? Sora Bisa!

Teknologi 81

“Kami akan tunjukkan kemampuan Sora. Balas tweet ini dengan prompt dan kami akan buatkan video dari prompt itu,” tulis Sam Altman, CEO OpenAI, di akun X pribadinya.

Shop with Me

Slingbag W 62
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Wardah Crystal Secret Essential Package (Cleanser 100 ml, Serum 20 ml, Day Cream 30 g)
IDR 397.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
ALOHILOHI PAKET SET BRIGHTENING GLOWING BPOM
IDR 190.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
1 Lusin Bedong T1 90 x 72 cm / Selimut Bayi Katun Flanel isi 12 pc
IDR 82.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Pemberitahuan rilisnya Sora, model text-to-video terbaru dari OpenAI, itu langsung banjir respons. Sebuah akun membalas dengan prompt “Lomba sepeda di laut yang diikuti hewan-hewan laut, angle kamera diambil dari drone.”

Nggak butuh waktu lama, Sam Altman langsung menunjukkan video yang dibuat sesuai dengan prompt akun tadi.

Bersamaan dengan tweet CEO-nya, akun OpenAI juga menunjukkan kebolehan Sora dengan prompt “Kota Tokyo yang indah dan bersalju. Kamera bergerak ke arah jalan-jalan yang padat, di mana beberapa orang tengah menikmati salju dan berbelanja di toko-toko sekitar. Bunga sakura dan butiran salju beterbangan tertiup angin.”

Hasilnya? Video hiper-realistis yang menakjubkan!

Apa Kelebihannya?

Kebolehan Sora memang menakjubkan, tapi sebenarnya nggak terlalu mengagetkan. Sebelum ini, model AI sudah mencapai kemajuan pesat dengan hadirnya generator text-to-image, sound-to-text, text-to-sound, dan lain-lain. 

Jadi, bisa dibilang kemunculan generator text-to-video tinggal menunggu waktu. Bahkan, sebelum Sora, sudah ada beberapa generator text-to-video yang mirip-mirip, seperti Lumiere buatan Google.

Tapi, apa yang bikin Sora berbeda?

Baca juga :

Memberdayakan Perkotaan India: Kemajuan dalam Inisiatif Kota Cerdas

Dalam situsnya, OpenAI menjelaskan bahwa Sora adalah sebuah model difusi yang bekerja dari noise acak dan mengulanginya hingga noise itu menghilang sesuai dengan prompt yang dimasukkan pengguna. Cara kerja ini mirip ChatGPT dan DALL-E yang menggunakan model difusi dan deep learning yang sama.

Meskipun video buatan Sora masih bisa dibedakan dengan video asli jika kita teliti, interaksi antar elemen, emosi yang ditampilkan, dan detail yang diperlihatkan sangat menjanjikan untuk sebuah model AI. 

Saking menjanjikannya, pihak OpenAI sudah membuat pertemuan dengan beberapa studio dan jajaran direksi di Hollywood untuk memperkenalkan Sora lebih jauh ke pelaku industri film. Bukan nggak mungkin kalo suatu hari Hollywood dan OpenAI berkolaborasi bikin film epik.

Oke, tapi apakah Sora sama seperti model AI lain yang diduga mengambil karya orang lain secara diam-diam untuk melakukan training data?

OpenAI di Pusaran Kritik

Mira Murati, Chief Technology Officer OpenAI, menjawab bahwa Sora menggunakan data milik publik yang sudah berlisensi. Namun, ketika ditanyakan lebih lanjut apakah Sora juga dilatih menggunakan data-data di media sosial, seperti Facebook, Instagram, atau YouTube, Mira terkesan ragu-ragu.

“Ya, jika data-data itu sudah menjadi domain publik. Tapi, saya tidak yakin. Saya tidak terlalu yakin untuk menjawabnya,” ucapnya.

OpenAI sebenarnya udah nggak asing dengan pertanyaan semacam itu. Pada Juli 2023, tiga penulis, Sarah Silverman, Richard Kadrey, dan Christopher Golden, mengajukan gugatan terhadap OpenAI dan Meta atas dugaan pelanggaran hak cipta.

Desember 2023, gugatan serupa datang dari sebelas penulis buku non-fiksi yang menduga OpenAI dan Microsoft menggunakan karya-karya mereka tanpa izin untuk dijadikan training data.

OpenAI membantah semua tuduhan dan menyatakan bahwa para penggugat tidak punya cukup bukti untuk menunjukkan apakah output yang dihasilkan model AI sama persis dengan karya mereka.

Senada dengan argumen ini, hakim negara bagian California pada Februari lalu menolak sebagian gugatan pelanggaran hak cipta yang diajukan para penulis.

Terus, gimana kelanjutan kasus-kasus ini? Dan gimana potensi model AI seperti Sora di masa depan?

Download Newfemme sekarang dan temukan jawabannya!