Ada Kapal Titanic di Balik Teknologi USG!

Ada Kapal Titanic di Balik Teknologi USG!

Teknologi 79

Sebelum munculnya teknologi USG (Ultrasonografi) seperti hari ini, Ladies penasaran nggak bagaimana cara dokter memastikan kesehatan dan perkembangan janin? Praktis, dokter hanya mendapatkan sumbernya dari penuturan apa yang ibu rasakan di dalam perutnya—apakah ada efek-efek tertentu seperti mual, perubahan dalam tekanan darah, dan lain sebagainya.

Shop with Me

Kaos Beautee
IDR 154.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
ALOHILOHI PAKET SET BRIGHTENING GLOWING BPOM
IDR 190.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Bluye
IDR 29.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Botol Minum keren kustom
IDR 65.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Kemunculan USG di bidang medis hari ini tidak hanya mengubah cara dokter melakukan observasi dan memberikan saran yang tepat agar calon ibu tetap sehat saat hamil, tetapi juga mengubah “status sosial” si janin. Jika awalnya janin hanya bisa dirasakan personal oleh calon ibu, kini si jabang bayi bisa dimasukkan ke dalam album foto keluarga, muncul dalam iklan berbagai brand, dan lain-lain.

Ngomong-ngomong soal sejarah USG, Ladies tahu nggak ternyata tenggelamnya kapal Titanic adalah pendorong lahirnya teknologi USG hari ini, lho!

Pemanfaatan Awal 

Yup! Tragedi tenggelamnya kapal Titanic akibat menabrak bongkahan es adalah pemicu utama yang mendorong pengembangan teknologi untuk mendeteksi objek-objek di bawah permukaan laut.

Pecahnya Perang Dunia I tak lama setelahnya membuat teknologi ultrasound mulai dikembangkan juga untuk tujuan-tujuan militer. Amerika Serikat, misalnya, memanfaatkan teknologi ini untuk mendeteksi keberadaan kapal selam musuh.

Pada prinsipnya, teknologi ultrasound bekerja dengan cara memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang akan merambat dan memantul ketika bertemu dengan objek. Visualisasi dari pantulan gelombang ini nantinya akan dianalisis untuk menentukan bentuk objek tersebut. Dalam militer, teknologi ini disebut dengan SONAR (Sound Navigation And Ranging).

Perkembangan di Dunia Medis

Adalah Ian Donald, Profesor Obstetri dan Ginekologi di Universitas Glasgow, dan kolega nya, Tom Brown, yang memulai pengembangan alat pemindai ultrasound pada 1950-an untuk tujuan medis

Setelah melakukan serangkaian riset dan uji coba, pada 1963 mereka merilis sonogram komersial pertama di dunia.

Sonogram ini bekerja dengan cara yang sama dengan teknologi SONAR, yakni memantulkan suara berfrekuensi tinggi ke dalam rahim untuk mendapatkan visualisasi janin. Namun, penggunaannya saat itu masih belum populer, para tenaga kesehatan yang berkesempatan menggunakannya sempat tak percaya teknologi ini bisa bekerja dengan baik.

Simak kata seorang perawat asal Skotlandia di tahun 1960-an ini: 

“Sampai hari ini, saya masih tidak percaya dengan apa yang saya lihat saat itu. Tapi, saya dan calon ibu yang saya rawat sangat gembira ketika alat itu ternyata benar-benar berfungsi. Ia sendiri takjub karena bisa melihat bayi di dalam perutnya!”

Keren banget, ya, Ladies!

USG 4D

Beberapa dekade setelah penemuan awal, teknologi USG kini sudah semakin canggih. Para calon ibu kini tidak hanya bisa melihat bayinya dalam visualisasi 2 dimensi (2D) seperti si calon ibu di Skotlandia tadi, tapi juga visualisasi 3D dan 4D.

Jika USG 2D dan 3D berbentuk gambar statis, USG 4D sudah bisa menampilkan janin dalam bentuk video. Selain itu, karena kualitas gambarnya juga semakin tajam, gerak-gerik si janin bisa dilihat secara real-time, bahkan kelainan atau penyakit dapat dideteksi sedini mungkin. Jadi, banyak banget manfaat pemeriksaan USG untuk calon ibu.

Buat Ladies yang saat ini sedang mengandung calon buah hati tetap dianjurkan mengikuti saran dokter dalam melakukan pemeriksaan USG, ya.

Apa aja, sih, yang harus Ladies perhatikan saat hamil? Download Newfemme sekarang dan temukan jawabannya!